selamat pak! setelah pak kalla jadi doktor di KL tepat sekali bapak diberi 
award untuk marketing karena memang yahuud deh kiat dan cara-cara memasarkan 
pesonanya. bahagialah bangsa yang duet pemimpinnya mumpuni banget yah? sk

Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
              http://www.sinarharapan.co.id/berita/0708/07/sh07.html
   
    Presiden Terima Penghargaan Phillip Kottler 
  

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Selasa (7/8) pagi ini, menerima 
penghargaan Phillip Kottler’s Distinguished Country Marketing Award dari 
Phillip Kottler’s Center yang didirikan oleh tiga pakar pemasaran tingkat dunia 
yaitu Phillip Kottler, Hermawan Kertajaya dan Hooi Den Huan.
Penghargaan ini diberikan kepada Presiden karena dianggap berhasil memasarkan 
Indonesia di lingkup Asia Tenggara yang berdampak positif pada arena global. 
Penghargaan ini diserahkan di sela-sela pembukaan acara seminar bertema 
“Rethinking ASEAN Towards ASEAN Community 2015” di ASEAN Hall, Gedung 
Sekretariat ASEAN Jakarta, yang merayakan 40 tahun ASEAN, Selasa pagi ini. 
  
Penghargaan Phillip Kottler ini hanya diberikan kepada pemimpin yang dinilai 
berkontribusi secara signifikan kepada pembangunan suatu negara melalui 
pemasaran baik secara langsung maupun tidak langsung. Phillip Kottler’s Center 
didirikan pada akhir tahun 2005, dibentuk oleh tiga pakar pemasaran yang memang 
rajin menyoroti ASEAN. 
  
Alasan pemberian penghargaan karena Phillip Kottler’s Center for ASEAN 
Marketing yang berpusat di Jakarta menganggap bahwa Presiden Yudhoyono mampu 
mengangkat martabat Indonesia di ASEAN dengan menempatkan Indonesia sebagai 
jangkar perhimpunan bangsa-bangsa di Asia Tenggara. 
  Yudhoyono merupakan Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat di 
negara demokrasi terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan India. Dan dalam 
dua tahun pertama kepemimpinannya, mampu menciptakan keamanan dan stabilitas di 
Aceh dan Papua, serta melanjutkan penyelesaian masalah HAM di Timor Timur. 
  
Selain itu, Indonesia mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang menggembirakan, 
memiliki anggaran yang sehat dan menyelesaikan masalah hutan akibat krisis 
ekonomi. Indonesia juga berhasil memperkuat hubungan bilateral dengan 
negara-negara lain termasuk dengan Amerika Serikat. Alasan lainnya adalah 
Yudhoyono berhasil masuk sebagai nominasi nobel perdamaian dan Indonesia 
terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.
  
Presiden menyatakan terima kasih. Presiden mengaku secara pribadi merupakan 
penggemar berat Kottler dan pertama kali membaca buku Kottler berjudul 
“Marketing of Nation” tahun 1998 yang dibacanya berkali-kali sampai ia menjadi 
Presiden. 
  
Menurut Presiden, buku Kottler itu mengajarkan tentang strategi dan kebijakan 
yang mendorong pembangunan sebuah negara. Terkait dengan tema seminar dalam 
rangka merayakan hari jadi ASEAN ke-40, Presiden sepakat bahwa negara-negara 
ASEAN harus memikirkan ASEAN dalam sebuah kerangka 
  
“Kita harus berpikir dalam kerangka perlunya kohesi politik di antara negara 
anggota ASEAN. Untuk mencapai itu diperlukan komitmen terhadap nilai-nilai 
fundamental seperti demokrasi, HAM dan pasar terbuka.” (dina sasti damayanti)


  

         

       
---------------------------------
 Yahoo! Mail is the world's favourite email. Don't settle for less, sign up for 
your freeaccount today.

Kirim email ke