Yang lebih penting bagaimana pemanfaatan anggaran yang tersedia, bukan 
jumlah anggarannya yang besar. Percuma anggaran pendidikan 20% tapi 
pemanfaatannya gak optimal. Seperti halnya air, kalau debitnya ditambah 
tapi reservoir atau pipanya gak cukup besar maka yang ada tandon air 
tadi akan pecah.

Pendidikan sangat vital untuk kelangsungan hidup generasi mendatang. 
Kalau sayang anak dan cucu, marilah sama2 lebih bijaksana dalam 
penyelenggaraan pendidikan. Contek2an, penyesuaian nilai ujian, dll 
hanya membodohi anak2 kita. Percuma mereka lulus dengan nilai bagus, 
tapi setelah lulus tidak bisa berguna bagi masyarakatnya.


----------------------------------------------
Ayo.. Gabung Bersama  Rakyat Miskin datangi Istana - Mendiknas - DPR
Posted by: "DPN SRMK" [EMAIL PROTECTED] 
Date: Mon Aug 27, 2007 11:17 pm ((PDT))

PERNYATAAN AKSI BERSAMA
  Rakyat Berhak Sepenuhnya Atas Pendidikan Layak dan Berkualitas
   
  Pemerintah dan Partai-partai 
  Sengaja Membiarkan Rakyat menjadi Bodoh dan Miskin!!

..................

 Namun demikian, alokasi anggaran pendidikan dari tahun 2006 sampai 
2009 hanyalah sebesar 210 trilyun, sebuah angka yang sedikit bila di 
banding dengan komitmen pembayaran utang luar negeri. Alokasi 
pembayaran utang yang terdiri dari bunga utang dalam negeri sebesar Rp. 
38,84 trilyun, bunga utang luar negeri Rp. 25,14 trilyun dan cicilan 
pokok hutang luar negeri Rp. 46,84 trilyun, hal tersebut artinya 
pembayaran utang luar negeri telah menggerogoti 25,10% dari total 
belanja negara yang berjumlah Rp. 441,61 trilyun, serta menguras 
pendapatan negara sebesar 29,33%. Dan jika dibandingkan dengan negara 
tetangga, seperti Malaysia, anggarannya jauh di atas Indonesia. Di 
Malaysia, anggaran untuk mahasiswa mencapai 114 juta rupiah per 
mahasiswa per tahun. Dan ini belum termasuk soal pengembangan sumber 
daya manusia yang juga membutuhkan biaya besar.

dst.............


Kirim email ke