www.bantenlink.com
  edisi : 10 September 2007
   
  Pelabuhan Merak Dituding Sengaja Buat Antrean Truk 
   
            Cilegon — Pengemudi kendaraan pengangkut barang menuding terdapat 
unsur kesengajaan dalam peristiwa penumpukan kendaraan yang tejadi dalam dua 
bulan terakhir ini di Pelabuhan Penyeberangan Merak (Banten) – Bakauhuni 
(Lampung).
      Oleh : Haji Rahmat
      “Masa, setiap akhir pekan terjadi antrean panjang. Seharusnya, pihak 
pelabuhan sudah tahu bahwa menjelang bulan puasa, pasti terjadi peningkatan 
arus barang dari Pulau Jawa-Sumatera atau sebaliknya,” kata Romli (42), 
pengemudi mengangkut barang kelontongan, Minggu (9/9) malam. 
  Kesan adanya unsur kesengajaan dalam penumpukan barang itu menyebar di 
kalangan pengemudi. Ada pengemudi yang mengkaitkan kesan itu dengan “permainan” 
oknum-oknum tertentu untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompoknya. 
“Dengan terjadinya penumpukan barang, oknum-oknum itu bisa menawarkan berbagai 
jasa mulai dari jasa keamanan, jalur tembak dan sebagainya,” katanya. 
  Sebagian pengemudi juga menengarai penumpukan kendaraan itu merupakan upaya 
pengelola pelabuhan untuk menekan pemerintah pusat agar tarif penyeberangan 
dinaikan. Sebab dengan keruwetan dan penumpukan kendaraan, pengelola pelabuhan 
bisa beralasan bahwa peristiwa itu disebabkan minimnya pendapatan akibat tarif 
saat itu. 
  “Coba bapak perhatikan. Bahan bakar minyak (BBM) mulai dari minyak tanah, 
solar, bensin tiba-tiba hilang di pasaran. Tahu-tahu Pertamina mengajukan 
kenaikan harga yang disetujui pemerintah. Sama juga dengan minyak goreng, jalan 
tol dan lain-lainnya. Nah, kayaknya pelabuhan penyeberangan juga sama. Kenapa 
dipilih Merak, karena penyeberangan ini merupakan menghubungkan Jawa dan 
Sumatera yang selalu mendapatkan perhatian pemerintah, ya kan Pak. Enggak tahu 
deh soal benernye tidaknye,” kata Sabeni (48) yang mengangkut semen. 
  Sabeni yang sudah bertahun-tahun melakukan penyeberangan melalui Pelabuhan 
Penyeberangan Merak memang merasa aneh dengan antrean kendaraan yang sering 
terjadi. Seingatnya, sejak pemerintah membangun 4 dermaga dan fasilitas yang 
lengkap, tak pernah lagi terjadi antrean kendaraan.
  Penumpukan kendaraan pengangkut barang di Pelabuhan Penyeberangan Merak, Kota 
Cilegon, Provinsi Banten semakin parah. Antrean truk kembali memadati ruas 
Jalan Tol Jakarta-Merak, tepatnya hingga di Km 97.600 atau sejauh 7 Km. Namun 
Minggu (9/9) malam, antrean kendaraan truk sudah mulai menyusut. Antrean 
tersebut mulai menyusut tinggal 3 kilometer dari arah pelabuhan. 
  Sementara itu, Manajer Operasional ASDP Indonesia Ferry Merak, Endin Juhaendi 
membantah penumpukan kendaraan itu merupakan rekayasa atau terdapat unsur 
kesengajaan. “Masa aja rekayasa, darimana itu? Lagi pula siapa yang merakayasa 
dan untuk apa,” katanya saat dihubungi melalui telepon. 
  Endin menjelaskan, penyebab penumpukan kendaraan kali ini adalah gelombang 
laut di Selat Sunda sangat besar sejak Kamis (6/9). Tingginya gelombang laut 
ini menyebabkan kapal-kapal roro kesulitan untuk sandar di dermaga, baik di 
Merak maupun di Bakauheuni. Ini mengakibatkan bertambahnya waktu sandar yang 
pada akhirnya mengurangi jumlah trip kapal.  “Kalau trip berkurang berarti 
jumlah penumpang dan kendaraan yang diseberangkan otomatis berkurang,” kata 
Endin. 
  Kondisi ini bertambah parah karena sebagian kapal roro masih menjalani 
perawatan atau docking. Dari 22 kapal yang ada, 6 kapal masuk docking. Sisanya, 
16 kapal melayani penyeberangan di Selat Sunda. Namun kapal yang beroperasi itu 
memiliki kapasitas muat kendaraan relatif kecil berkisar 30-40 kendaraan per 
kapal. Sedangkan kapal yang docking justru memiliki kapasitas muat di atas 150 
kendaraan per kapal. Jadwal keberangkatan kapal roro juga semakin lambat akibat 
pengisian BBM kapal roro di tengah laut. Pengisian BBM ini memerlukan waktu 6 
jam, sehingga sangat mempengaruhi terhadap kapasitas muat seluruh kapal roro 
pada hari ini. (nr)

   
  Klik disini untuk Arsip Berita

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

Kirim email ke