For one thing Riza Primadi benar,

EPL bukan sembako. Hidup tanpa EPL, walau kurang gembira rasanya,
ya gak apa-apa juga. Maka kalau memang Astro tidak membuka akses
tv airwave kepada EPL, saya siap berhanti berlangganan Astro sebagai
protes.

salam,
tito

On 9/13/07, socio.pathos <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Jeng Ayu, jangan EGP dong...
> Rakyat memang cuma mau tahu harga tentrem aman damai di kantong. Tapi
> kalau mau hitung-hitungan, jelas kok rakyat kudu dibukakan matanya
> bahwa ekonomi makro itu pengaruhnya besssuaaar ke kantong rakyat
> kecil. EPL adalah satu mekanisme ekonomi makro dan regional yang
> dilakukan Malaysia ataupun kapitalis dunia dengan menginjak-injak
> kedaulatan rakyat kita (yang katanya kantongnya kecil itu). Dari
> contoh satu sub-sub sektor ekonomi ini saja kita sudah diinjak-injak,
> bagaimana dengan sektor lain (makanya ada pembalakan, ada impor gula
> ilegal, dst....) di sini mata pemerintah juga harus dibukan 24 jam
> sehari, 366 hari kabisat per tahun! Saya tak akan lelah bangunkan
> pemerintah yang tidur, kalau bisa kita ganjel pakai korek api (manyala
> bob!).
>
> Jadi, jangan pakai kacamata kuda. Saya malah berpikir puasa kali ini
> ada hikmahnya, saya buka puasa dengan teh manis saja. Eh gulanya impor
> ilegal. Mau makan korma, eh korma impor juga. Mau begadang nunggu
> sahur, eh kagak ada yang lain selain Ulfa. Mau nonton bola, bayar?
> Bayarnya kemana? Ya ke Malaysia... oh, plis dong ah! Kalau Jeng Ayu
> tetap EGP, yah Pemerintahnya juga EGP loh... (tapi kantong saya tak
> mau di-EGP-kan deeehh)
>
> Pis!
>
> --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, radenayu
> asli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Saya penggemar berat EPL tapi bukan bagian dari Astro
> > dan tidak kenal orang Astro dan tidak berlangganan
> > Astro karena mahal. Namun ingin menyampaikan suatu
> > catatan. Pertama-tama, EGP, emangnya gue pikiran
> > apakah diasiarkan Astro atau tidak. Buat saya yang
> > paling penting adalah memikirkan kesejahteraan rakyat
> > kita yang hidupnya maik sulit. Memasuki bulan Ramadhan
> > harga-harga terus melonjak. Benar-benar hidup makin
> > susah. Masyarakat yang makin miskin ini tidak akan
> > kenyang perutnya karena menonton EPL. Jadi pejabat
> > Pemerintah yang lagi berkuasa, khususnya dari
> > Meninfokom, janganlah mengalihkan perhatian.
> > Seharusnya Pemerintah tidak ribut ngurusin Astro dan
> > EPL tapi lebih baik konsentrasi ke rakyat banyak yang
> > kehidupan ekonominya makin sulit. Kalau Anda membuat
> > polling kepada rakyat yang makin sudah hidupnya ini,
> > apakah memilih nonton EPL atau memperoleh kehidupan
> > yang lebih layak, pastilah mereka tidak akan pilih
> > EPL. Sekali lagi, kita pun faham bahwa ini hanya usaha
> > mengalihkan perhatian, suatu hal yang sudah biasa
> > dilakukan Orde Baru.
> >
> >
>
> 
>

Kirim email ke