Mas Daniel yg baik,

Saya sempat baca di Jawa Pos cerbung P Dahlan 
yg judulnya memang di hal pertama dan paling atas lagi.
Kalau membaca cerbung tanpa tahu siapa P Dahlan, dan
hubungannya dgn Jawa Pos , ceritanya aja cukup menarik
karena gayanya seperti  P Rosihan Anwar yg pasti selalu 
saya baca tulisannya.
Sayang saya nggak bisa baca lagi sambungan ceritanya
tapi kalau dibukukan mungkin akan saya beli tuh.
Saya setuju, kalau Jawa Pos nggak terlalu men dewa2kan 
P Dahlan yg boss , karena walau bagaimana Jawa Pos 
sudah mempunyai nama dan milik publik.
Sama kalau kita sering ngritik Kompas dan P Yakob  Oetama 
yah ?

Salam , martin - jkt

----- Original Message ----
From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Cc: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, September 20, 2007 9:24:28 AM
Subject: [mediacare] "Novel" Pengalaman Trasplantasi Liver Dahlan Iskan







 
 




Saya awam dalam hal-hal yang berkaitan dgn jurnalisme.

 

Namun sebagai konsumen pembaca, saya sangat heran dgn apa yg dilakukan Jawa 
Pos. 

 

Apa sih begitu terlalu istimewanya operasi transplantasi liver seorang 
Dahlan Iskan, Boss-nya Jawa Pos,  sampai-sampai tulisan tentang 
pengalaman menjalani operasi transplantasi livernya itu dimuat di Jawa Pos 
secara bersambung sampai sedemikian panjangnya? Bayangkan saja, sampai hari 
ini, 
Kamis, 20 September 2007, tulisan pengalaman transplantasi liver Dahlan Iskan 
sudah memasuki episode yang ke-26 ! Dan belum menunjukkan tanda-tanda "The 
End."  Rasanya sudah setara dgn tebal sebuah novel.

 

Apa tidak sekalian dibikin novelnya saja, Bapak2 / Ibu2 Redaktur di Jawa 
Pos?

 

Atau barangkali mau dibuat sinetronnya sekalian di JTV?

 

Masih belum cukup dgn cerita bersambung itu, Jawa Pos juga sempat memuat 
satu halaman khusus berisi komentar2 pembaca ttg tulisan tsb.

 

Apakah koran ini terlalu mendewa-dewakan Sang Boss yg bernama Dahlan Iskan? 
Kalau ya, jangan pembacanya juga diikut-ikutan, dong...  Koran Jawa Pos itu 
adalah media publik, bukan koran intern atau sejenisnya. Atau para Redakturnya 
takut kepada Sang Boss, sehingga terpaksa memuat semua tulisannya tsb?

 

Jangankan membacanya terus, melihat judulnya saja rasanya sudah 'nek.

 








       
____________________________________________________________________________________
Need a vacation? Get great deals
to amazing places on Yahoo! Travel.
http://travel.yahoo.com/

Kirim email ke