> "Supriyadi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Berita itu memang benar, dan oleh sebuah stasiun TV swasta kita, 
> saya lupa yang mana, juga pernah disiarkan beberapa hari yang lalu 
> sebelum postingan dari madam Mus ini. Justru yang tidak benar adalah 
> tuduhannya yang mengatakan "katanya pemerintah justru menutupi 
> berita ini untuk mencegah kepanikan".
> Salam,
> Supriyadi
> 



Super Ahli gempa dari CalTech yang saya ceritakan itu berasal dari
siaran TV CNN Channel 37 di Los Angeles.  Baik wartawan CNN maupun
sang ahli ditayangkan pada saat berada di Indonesia disebuah pulau.

Sang ahli ini sekarang masih berada di Indonesia yang menjadi
konsultant khusus pemerintah RI.  Para ahli ini juga yang mendatangkan
perlengkapan2 pemantauan gempa untuk pemerintah RI.

Masalah pemerintah menutupi berita ini bukan dari saya tetapi juga
dari hasil wawancara sang ahli dengan wartawan CNN.  Sang ahli sendiri
yang menyatakan pada wawancara tsb bahwa ada keengganan pemerintah
untuk menyebar luaskan berita ini kepada masyarakat untuk mencegah
kepanikan.  Menurut sang ahli pemerintah RI bersikap begitu disebabkan
tidak tersedianya dana untuk mensupport persiapan2 bagi masyarakat.

Pemerintah Amerika akan berada digaris paling depan dalam memberi
bantuan kepada RI dalam hal menanggulangi gempa.  Ahli2 Amerika
belajar tentang gempa di Indonesia sebagai satu2nya tempat yang paling
unik didunia ini.  Perlua anda semua memahaminya, kesediaan pemerintah
Amerika dalam memberikan bantuan bukan se-mata2 terkait kewajiban
sosialnya melainkan yang terutama adalah dalam kerangkan penelitian
yang pada saatnya bisa digunakan untuk mempersiapkan masyarakat
Amerika dalam menghadapi bencana yang pasti akan tiba nanti disatu waktu.

Jarang orang2 di Indonesia yang mengetahui, bahwa sumbangsih para ahli
dari Amerika dalam menolong bencana Tsunami di Aceh telah terbayar
lunas, karena tidak lama setelah terjadinya bencana Tsunami Aceh,
terjadi bencana di Amerika dimana State of New Orleans tenggelam lebih
parah daripada apa yang terjadi di Aceh.  Seluruh ahli2 dan volunter2
yang bertugas di Aceh sebelumnya langsung dialihkan ke New Orleans
dalam menolong bencana yang luar biasa sepanjang sejarah dunia ini. 
New Orleans tenggelam total, banyak yang mati meskipun tidak sebanyak
di Aceh, namun kehebatan bencananya jauh lebih dari Aceh.  Jumlah
korban bisa ditekan minim se-mata2 karena pengalaman mereka dalam
mengatasi bencana di Aceh.

Demikianlah, tidak seharusnya pemerintah menutupi tentang akan
datangnya bencana yang lebih dahsyat karena Amerika dan negara2 maju
lainnya pasti akan turut serta untuk mengatasinya karena bencana
seperti ini bisa terjadi dimanapun juga.  Dengan keterbukaan, maka
kerja sama pemerintah, rakyat dan ahli2 dari luar negeri bisa
berlangsung tanpa hambatan.

Pemerintah RI sudah mendapatkan warning dari para ahli CalTech
Instititute ini, terbukti baru2 ini SBY menyetujui untuk menyisihkan
dana khusus yang lebih besar dalam mempersiapkan bencana2 yang akan
datang.

Kalo anda bilang bahwa beritanya muncul di TV Swasta, mungkin hal itu
hanya terjadi di Jakarta dan bukan dari pemerintah RI.  Berita ini
lebih penting disebar luaskan di SumBar bukan di Jakarta.

Ny. Muslim binti Muskitawati.








Kirim email ke