Bu Mus, TV swasta bukan selalu berarti coveragenya lokal. Banyak pula yang coveragenya nasional. Lagipula berita beritanya banyak pula yang mengcover kegiatan pemerintah.
Kindly advised. Supriyadi ----- Original Message ----- From: Hafsah Salim To: [email protected] Sent: Thursday, September 20, 2007 1:11 PM Subject: [mediacare] Untuk Ny Mus - Re: Indonesia Menunggu Datangnya Gempa Dahsyat Lebih Dari 9 SR > "Supriyadi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Berita itu memang benar, dan oleh sebuah stasiun TV swasta kita, > saya lupa yang mana, juga pernah disiarkan beberapa hari yang lalu > sebelum postingan dari madam Mus ini. Justru yang tidak benar adalah > tuduhannya yang mengatakan "katanya pemerintah justru menutupi > berita ini untuk mencegah kepanikan". > Salam, > Supriyadi > Super Ahli gempa dari CalTech yang saya ceritakan itu berasal dari siaran TV CNN Channel 37 di Los Angeles. Baik wartawan CNN maupun sang ahli ditayangkan pada saat berada di Indonesia disebuah pulau. Sang ahli ini sekarang masih berada di Indonesia yang menjadi konsultant khusus pemerintah RI. Para ahli ini juga yang mendatangkan perlengkapan2 pemantauan gempa untuk pemerintah RI. Masalah pemerintah menutupi berita ini bukan dari saya tetapi juga dari hasil wawancara sang ahli dengan wartawan CNN. Sang ahli sendiri yang menyatakan pada wawancara tsb bahwa ada keengganan pemerintah untuk menyebar luaskan berita ini kepada masyarakat untuk mencegah kepanikan. Menurut sang ahli pemerintah RI bersikap begitu disebabkan tidak tersedianya dana untuk mensupport persiapan2 bagi masyarakat. Pemerintah Amerika akan berada digaris paling depan dalam memberi bantuan kepada RI dalam hal menanggulangi gempa. Ahli2 Amerika belajar tentang gempa di Indonesia sebagai satu2nya tempat yang paling unik didunia ini. Perlua anda semua memahaminya, kesediaan pemerintah Amerika dalam memberikan bantuan bukan se-mata2 terkait kewajiban sosialnya melainkan yang terutama adalah dalam kerangkan penelitian yang pada saatnya bisa digunakan untuk mempersiapkan masyarakat Amerika dalam menghadapi bencana yang pasti akan tiba nanti disatu waktu. Jarang orang2 di Indonesia yang mengetahui, bahwa sumbangsih para ahli dari Amerika dalam menolong bencana Tsunami di Aceh telah terbayar lunas, karena tidak lama setelah terjadinya bencana Tsunami Aceh, terjadi bencana di Amerika dimana State of New Orleans tenggelam lebih parah daripada apa yang terjadi di Aceh. Seluruh ahli2 dan volunter2 yang bertugas di Aceh sebelumnya langsung dialihkan ke New Orleans dalam menolong bencana yang luar biasa sepanjang sejarah dunia ini. New Orleans tenggelam total, banyak yang mati meskipun tidak sebanyak di Aceh, namun kehebatan bencananya jauh lebih dari Aceh. Jumlah korban bisa ditekan minim se-mata2 karena pengalaman mereka dalam mengatasi bencana di Aceh. Demikianlah, tidak seharusnya pemerintah menutupi tentang akan datangnya bencana yang lebih dahsyat karena Amerika dan negara2 maju lainnya pasti akan turut serta untuk mengatasinya karena bencana seperti ini bisa terjadi dimanapun juga. Dengan keterbukaan, maka kerja sama pemerintah, rakyat dan ahli2 dari luar negeri bisa berlangsung tanpa hambatan. Pemerintah RI sudah mendapatkan warning dari para ahli CalTech Instititute ini, terbukti baru2 ini SBY menyetujui untuk menyisihkan dana khusus yang lebih besar dalam mempersiapkan bencana2 yang akan datang. Kalo anda bilang bahwa beritanya muncul di TV Swasta, mungkin hal itu hanya terjadi di Jakarta dan bukan dari pemerintah RI. Berita ini lebih penting disebar luaskan di SumBar bukan di Jakarta. Ny. Muslim binti Muskitawati.
