> Ircham <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sanggahan dari BMG mengenai berita akan terjadi gempa 9 SR > silahkan buka link ini. > http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/09/tgl/17/time/102934/idnews/830839/idkanal/10 > > Salam > Ircham > Edo Bassalwa wrote: > >
Gempa susulan selalu lebih kecil, jadi jangan membicarakan gempa susulan. Yang dibicarakan oleh para ahli dari CalTech yang sekarang ada di Indonesia bukan masalah gempa susulan melainkan gempa yang akan segera datang akibat terjadinya overlaping kerak bumi diwilayah sumbar. Seperti pernyataan para ahli dari CalTech dalam wawancaranya dengan wartawan CNN bahwa pemerintah RI menolak untuk memberitakan hal ini kepada masyarakat untuk menghindari kepanikan. Padahal para ahli itu berkeinginan agar masyarakat semuanya diberi tahukan keadaan yang sebenarnya sehingga kerja sama dalam mengatasi dan mengurangi kemungkinan jatuhnya korban bisa seminim mungkin. Ahli2 CalTech yang memburu gempa juga akan turut turun bersama masyarakat sekarang ini. Jadi meskipun gempanya berbahaya, tetap para ahli mengabdikan dirinya langsung ditempat kejadian. Jadi kalo para ahli gempa dunia yang paling top saja tidak takut untuk berada disana, kenapa harus disembunyikan beritanya ???? Sebesar apapun gempa yang akan datang, kalo saja ada persiapan, maka korban yang jatuh tidak akan banyak. Selama saya tinggal di Los Angeles, satu kali saya merasakan gempa sebesar 7.9 SR, tapi tak ada satupun korban yang jatuh. Gedung2 tidak ada yang rusak, tetapi banyak rumah masyarakat yang retak2 temboknya diluar Los Angeles. Getarannya luar biasa dan lebih mengerikan daripada goyangan yang terjadi di Aceh maupun Bengkulu baru2 ini. Perbedaannya adalah, tanah dibawah kota Los Angeles adalah karang sehingga tidak ada tanah yang berbelah, sebaliknya tanah dibawah bengkulu dan seluruh Sumatera adalah gembur sehingga bisa pecah, terbelah, bahkan longsor. Akibat perbedaan inilah kerusakan di Los Angeles tidak separah di Bengkulu dan Aceh. Namun goyangan di Los Angeles terasa lebih keras. Ny. Muslim binti Muskitawati. >
