Tanggapan untuk Pak Daniel//
Pak Daniel yang baik,
Terima kasih atas kritik Anda terhadap tulisan
bersambung Dahlan Iskan yang dimuat di Jawa Pos, Indo
Pos dan grup se-Jawa Pos News Network. Sebagai kru
Indo Pos Jakarta, tak ada salahnya kan kalau saya ikut
urun rembug, mungkin bisa bercerita sedikit tentang
kisah di balik ganti liver di Tiongkok itu. Tanggapan
ini sebagai saya pribadi.
Yang saya tahu, ke depannya, tulisan tersebut memang
akan dibukukan. Rencananya, tulisan bersambung itu
akan terus berseri hingga 50 edisi (saat ini baru 29
edisi).
Meskipun belum dibukukan, ternyata banyak sekali
pembaca Indo Pos di Jakarta yang meminta tulisan
tersebut dari awal. Beberapa di antara mereka memang
sudah tak sabar untuk melihat "ending"-nya seperti
apa.
Kok tulisan itu disimpan di halaman 1 setiap hari?
Saya pikir setiap media punya hak sendiri-sendiri.
Asalkan humanis dan unik, kenapa tidak? Ini sekaligus
mendekatkan hubungan batin antara awak redaksi dengan
para pembacanya. Apalagi, kami juga menyediakan
jembatan interaktif bagi pembaca dari E-Mail hingga
nomor ponsel Dahlan secara langsung. Mungkin, ini
jarang dilakukan bos media lainnya. Ya kan?
Saya pikir, tulisan seperti ini bukanlah kali pertama
di media. Saya pernah membaca Pikiran Rakyat (di
Bandung), pada 1990-an, bagaimana Atang Ruswita (salah
seorang pendiri PR) menulis kisah-kisah kesehariannya
setiap hari. (Dan, tulisan itupun pada akhirnya
dibukukan).
Setiap hari, entah sudah berapa banyak Email yang
masuk ke redaksi. Di Jawa Pos sendiri, tanggapan dari
pembacanya dimuat dalam satu halaman khusus setiap
minggunya. Tanggapannya pun beragam. Saya pikir inilah
konsep "chatting printed media". Inilah konsep di mana
media cetak juga dapat berinteraksi lebih cair dengan
pembacanya. Gak harus serius dalam satu diskusi yang
menjemukan.
Toh, bahasan yang diulas oleh Dahlan, tak melulu soal
operasi liver dan semacamnya. Misalnya,ketika
menjelang operasi dia masih ditawari sebuah harian
berbahasa Inggris di Jakarta yang akan dijual
kepadanya. Malah, saya sebagai karyawan sendiri baru
tahu, kenapa WC bos dan anak buah satu pintu
(Jawabannya: supaya para bos bisa mengontrol
kebersihan WC itu sekaligus ajang interaksi nonformal
dengan bawahannya). Dan, masih banyak lagi.
Kami-kami yang di belakang meja redaksi memang
penasaran juga dengan reaksi pelanggan kami. Test
case-nya, kami sengaja menyambangi beberapa pelanggan
kami. Ternyata, dari tulisan itu ada yang merasa
seperti mendapatkan nilai-nilai kehidupan baru. Ada
yang merasa sudah putus asa, kemudian bangkit kembali.
Ada juga yang blak-blakan keluar air mata saat membaca
tulisan Dahlan. Macam-macam memang...
Anggota milis mediacare bisa mengirimkan tanggapan
tulisan Dahlan Iskan itu ke email:
[EMAIL PROTECTED] atau SMS: 081 331 313 373
Terima kasih, semoga sukses untuk Pak Daniel dan semua
anggota milis Mediacare. Thanks, juga Pak Moderator.
---------------------------------------------
Irzan Aslam
Wartawan Indo Pos
Gedung Graha Pena Lantai 10
Jalan Kebayoran Lama No. 12 Jakarta
[EMAIL PROTECTED]
____________________________________________________________________________________
Luggage? GPS? Comic books?
Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search
http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz