Maaf Memaafkan Selayaknya Insan Manusiawi
   
  Prosapuisi
   
  Oleh  A.Kohar Ibrahim
   
   
   
  Suasana dalam alam kesucian mensuci cuci diri dari biadab keadaban hidup 
kehidupan manusia sejagad dunia tanpa henti berjanji pun tiada henti yang 
berbakti pun yang beraksi keji sekali pun dengan nyanyi kaji mengaji di pagi 
siang sore pun malam hari bahkan dimulai dinihari
  Sementara yang setia berbakti menjaga jati diri sejati ; sementara yang 
ingkar seraya berkoar pamer pamor sesumbar caci maki tipu daya pengumbar nafsu 
birahi kuasa usaha tanpa puas apura-pura sekali pun sehari dalam dahaga tiada 
tara bak raja diraja kekayaan dunia meski hipokrit komat kamit doa seraya 
penganjur saling maaf minta ampun segala dosa
   
   
  Maaf memafkan ah iya memang lah iya sudah selayaknya insan manusiawi 
berhatinurani sejagad bumi tapi tanpa ilusi pada kaum tirani macam zaman dulu 
macam zaman kini ini di sini di mana mana bola bumi ;  kepada mereka sia sia 
saja sekalipun teriring jutaan salaman  sarat asa apa pula minta minta belas 
kasihan
  jangan jangan sekali kali apa lagi jutaan kali merunduk tunduk bagai budak 
belian di hadapan kaum yang dipertuan maunya dipertuhankan kekuasaan kekuatan  
uang kekayaan hasil rampokan yang membudaya sepanjang zaman arogansi kekuasaan
   
  Maaf memaafkan ah iya sudah ku terima sudah kunyatakan dalam beragam cara 
lisan tersurat tersirat tersarat asa kejujur-tulusan insan manusiawi 
berhatinurani memancar binar binar kebenaran hakiki
  begitu juga jangan jangan sekali sekali pun sekali bertindak-anjak merangkak 
bak  budak belian tanpa harga diri sama sekali apa pula jadi ketularan kaum 
pikun alpa lupa kesejarahan bangsa teralgojo kaum nista ternista meski berjubah 
putih putih suci tapi penyimpan dengki benci keragam-macam-an manusia se alam 
dunia sekalian pikiran aliran seadanya
   
  Maaf memaafkan ah iya sudah selayaknya tapi selayaknya pula  tanpa lupa 
tragedi kejahatan kemanusiaan tak terperikan dahsyat kedahsyatan jahatanya kaum 
berwajah manusia jiwanya setan siluman paling kejam menikam merajam
  jangan jangan sekali pun sekali lupa kan penggeledahan pengejaran penggelapan 
pemberangusan penembakan pemancungan buku buku serta sekalian penerbitan 
lainnya teriring pembantaian jutaan manusia sekali pun jutaan kali mereka 
lakukan kebiadaban berdarah tanpa berdarah ujung ujungnya sia sia belaka kerna 
kebenaran sarat makna pepatah patah satu tumbuh seribu hilang di sini muncul 
lagi dan lagi di sana sini bersama kesegalaan gerak bergerak maju tak gentar 
secara pintar lanjut gelinding bak roda gerobak sarana perjalanan hidup dan 
kehidupan sepanjang zaman
   
  Maaf memaafkan ah iya lumrah tapi sarat marwah tanpa lupa kan kebiadaban 
dalam menelusuri mengungkap-tegakkan kebenaran keadilan hakiki selayaknya giat 
kiprah insan manusiawi
  Kami, aku pun teman teman seperjuangan pencinta pencipta tulisan penerbitan 
buku maupun koran tak pernah punya hasrat itikad pula kekuasaan melakukan 
pembakaran buku dan penerbitan apa pula pembinasaan sesama manusia insan budaya 
di medan laga pentas maupun media massa kecuali menari berlaga lagu musikalita 
dinamika polemika selaku pelaku komedi pun drama pendamba kemerdekaan rakyat 
dan bangsa indonesia
   
  Maaf memaafkan ah iya tapi sarat marwah tanpa lupa ‘kan kebiadaban dalam 
mengangkat-tegakkan kebenaran keadilan hakiki mengungkap segala sikap perbuatan 
biadap kekuasaan arogan pendamba zaman perbudakan dan penjajahan di segala 
bidang kehidupan ; begitulah beda kehakikiannya dengan mentalita kaum budak 
belian sekalipun berada seputar singgasana tiranika sekian dasawarsa adanya
  Kami tak gentar jatuh bangun tegak tegar membela yang benar
  Karena yang benar adalah benar yang salah adalah salah ; pula yang hitam 
adalah hitam sedang yang putih putih yang merah merah bak sangsaka merah-putih 
yang layak dibela dikibar dalam perjuangan kemerdekaan sampai akhir zaman
   
  (September 1965-2007)
   

       
---------------------------------
 Ne gardez plus qu'une seule adresse mail ! Copiez vos mails vers Yahoo! Mail 

Kirim email ke