Salam, Teman-teman Mediacare apa kabarnya,.......
Ada apa sebenarnya dengan Komunitas Utan Kayu ( KUK ), kenapa harus
dibubarkan ?
Perseteruan antara KUK dengan Saut dan teman-teman sebenarnya dapat menambah
wawasan belajar bagi kita. Hanya saja seharusnya Saut dan teman-teman tidak
memaki-maki pihak-pihak yang ingin ikut serta dalam diskusi misalnya. Apabila
tidak dengan memaki-maki, maka kita dapat belajar banyak. Berbagai perbedaan
model,konsep akan memperkaya Nusantara , khususnya pengetahuan . KUK paling
tidak memberikan manfaat buat Negeri ini. Saya beberapa kali ikutan Diskusi
disana, hasilnya lumayan.... Mereka juga memberikan kontribusi ke Jawa Timur
dengan mendirikan stasiun Radio di daerah Pengungsi korban lumpur
Lapindo.(Bermanfaat bagi para pengungsi sebagai alat komunikasi langsung, dari
hati nurani para pengungsi),..... Begitu ya....... Jadikan KUK sebagai bahan
menggali, belajar, bertindak didalam koridor yang tidak menyalahi kaidah apapun
dan manapun.........
Salam, menuju perubahan lebih baik.........
Yusuf Senopati Riyanto
The Watcher <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam,
Dengan perkembangan teknologi saat ini, khususnya teknologi informasi
memberikan kebebasan bagi semua orang untuk mengeluarkan pendapat.
Komunitas/kumpulan orang/organisasi yang dianggap mengancam eksistansi maupun
kenyamanan orang atau sekelompok orang lain pun lebih mudah diprotes. Sebut
saja tindakan-tindakan anggota Harley Davidson yang cenderung dikenal arogan di
jalan raya, tindakan anggota FPI yang seringkali melibas tempat-tempat hiburan
malam yang dianggap menggangu bisnis dan terakhir kali tindakan Komunitas Utan
Kayu yang dianggap membawa paham liberal dalam karya-nya dan berteman baik
dengan komunis yang membuat para seniman dan sebagian besar masyarakat
Indonesia yang anti-komunis menjadi meradang.
Tampaknya komunitas/kumpulan orang/organisasi seperti FPI, Gank Harley Davidson
dan Komunitas Utan Kayu memang tidak dapat disentuh oleh aparat, kemungkinan
besar karena memang sengaja dipelihara oleh negara dan bukti-nya tidak cukup
untuk menutup organisasi tersebut
On 9/22/07, radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Siapa itu Mudzakir dan Elisia Purba?
Garda Pembebasan <gardapembebasan@ lycos.com> wrote: Bubarkan Komunitas Utan
Kayu!
(1) Seniman Garda Depan Pembebasan (GDP) dengan ini mendesak kepada Pemerintah
untuk membubarkan Komunitas Utan Kayu (KUK).
(2) Kami mengimbau pihak kepolisian supaya menutup areal di jalan Utan Kayu 68H
itu agar tidak digunakan bagi kegiatan kesenian yang mengancam martabat bangsa.
Telah diketahui luas, bahwa KUK adalah tempat penyebaran ide-ide liberalisme
yang mengutamakan humanisme universil dengan mendatangkan seniman-seniman asing
secara besar-besaran.
KUK juga menjadi tempat berkumpulnya kelompok Islam Liberal dan bekas-bekas
tapol G30S/PKI yang ateis dan Marxis.
(3) Kami menuntut agar dominasi KUK dalam bidang sastra harus diakhiri.
(4) Kami menunut agar Goenawan Muhammad diusut.
(5) Kami menuntut agar Harian Kompas memecat Hasif Amini sebagai redaktur
budaya dan diganti oleh Saut Situmorang yang jelas-jelas berprinsip "sastra
untuk rakyat tertindas"..
(6) Kami menuntut agar Koran Tempo memecat Nirwan Dewanto sebagai redaktur
budaya dan diganti oleh sastrawan yang ditunjuk oleh Saut Situmorang serta
DEWAN penandatangan Manifesto Ode Kampung.
(7) Kami menuntut agar jurnal Kalam dilarang terbit.
Bersama ini pila kami menyerukan apabila Polisi gagal bertindak, para seniman
boemipoetera yang progresif mengambil alih areal Jalan Utan Kayu 6H, termasuk
stasiun radio dan teater, dan membuang jauh-jauh buku-buku liberalisme dan
marxisme-leninismE dari perpustakaannnya.
.
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!!!
GARDA DEPAN PEMBEBASAN
Mudzakir H.S.
Ketua
Elisia Purba
Sekretaris I
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
blog: http://mediacare.blogspot.com
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect. Join Yahoo!'s user panel
and lay it on us.