Salam balik untuk "sang Pengamat"'
  Apakah gak salah amati nih? Misalnya, apa benar komunisme sebagai ideologi 
bisa jalan bareng ama agama? Apalagi diusung oleh satu kelompok yang sama? Ach! 
Yang benar dong...
   
  Lagi pula menyamakan begitu saja dan apalagi menuntut pembubaran berdasarkan 
persamaan yang disamakan itu sangat irasional bahkan naif! Wajar memang ada 
perbedaan pendapat dan prokontra dalam masyarakat (ini sekaligus menunjukkan 
adanya kehidupan dalam masyarakat tersebut). Kalau wajar mengapa anda jadikan 
prokontra itu sebagai dasar pembubaran? 
   
  Masalahnya menjadi lain, jika satu kelompok merasa paling absah dan benar 
idenya dan memaksakan ide itu untuk diterapkan dengan menggunakan kekerasan, 
maka mereka patut dihukum atau dibubarkan dalam usul anda itu. Makanya kalau 
FPI, sudah terbukti sih menghalalkan kekerasan untuk menerapkan ide mereka, 
patutlah dibubarkan. Kalau KUK, saya belum menemukan bukti sih kalau mereka 
senang memaksakan kehendak dengan menggunakan kekerasan, mengapa harus 
dibubarkan? Kalu HD? I no have idea!
   
  Begitu bung! Aya...aya... wae!
   
  Salam,
  Wedekabe 
   
    

The Watcher <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Salam untuk Baramuli,

Ide saya berasalkan dari pro-kontra-nya mereka. Baik KUK, FPI dan HD memiliki 
pendukung dan penentang. Kesemuanya pun kontroversial, KUK membawa isu liberal, 
agama & komunisme, FPI membawa isu agama & moralitas sedangkan HD membawa isu 
ekslusifisme. 

Walaupun KUK berbeda dengan FPI & HD dalam hal gerakannya. Namun efeknya bisa 
jadi sama.
Jika FPI & HD cenderung membawa gerakan fisik, KUK membawa gerakan fikiran. 
Ingatlah paham-paham fikiran leninisme, sosialisme & komunisme yang awalnya 
hanya wacana dalam bentuk fikiran yang kemudian berkembang menjadi fisik. 

  On 9/25/07, Wielsma Baramuli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            
  Asal malontok jo! Alias ASBUN aja!
  Dari mana anda (sang pengamat sosial) dapat ide bahwa KUK sama dengan FPI, 
apalagi gank HD? Apapula itu GDP yang main neyelonong menuntut KUK dibubarkan? 
Mau menghidupkan dan melestarikan otoritarianisme ya? Nuntut sih nuntut, tapi 
ya, mbok dipikir yang masuk akal gitu lho!  
   
  Hare gene..... masih mau main hantam?
   
  Bung Mod, masalahnya bukan siapa itu Mudzakir dan Elisia Purba, tapi mengapa 
mereka sempat-sempat punya pikiran "iseng" seperti ini. Capek deh.....! 
   
  Salam,
  Wedekabe   

The Watcher <pengamat.sosial@ gmail.com> wrote:

        Salam,

Dengan perkembangan teknologi saat ini, khususnya teknologi informasi 
memberikan kebebasan bagi semua orang untuk mengeluarkan pendapat. 
Komunitas/kumpulan orang/organisasi yang dianggap mengancam eksistansi maupun 
kenyamanan orang atau sekelompok orang lain pun lebih mudah diprotes. Sebut 
saja tindakan-tindakan anggota Harley Davidson yang cenderung dikenal arogan di 
jalan raya, tindakan anggota FPI yang seringkali melibas tempat-tempat hiburan 
malam yang dianggap menggangu bisnis dan terakhir kali tindakan Komunitas Utan 
Kayu yang dianggap membawa paham liberal dalam karya-nya dan berteman baik 
dengan komunis yang membuat para seniman dan sebagian besar masyarakat 
Indonesia yang anti-komunis menjadi meradang. 

Tampaknya komunitas/kumpulan orang/organisasi seperti FPI, Gank Harley Davidson 
dan Komunitas Utan Kayu memang tidak dapat disentuh oleh aparat, kemungkinan 
besar karena memang sengaja dipelihara oleh negara dan bukti-nya tidak cukup 
untuk menutup organisasi tersebut 



  On 9/22/07, radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:             
  Siapa itu Mudzakir dan Elisia Purba?
   


Garda Pembebasan <gardapembebasan@ lycos.com> wrote:   Bubarkan Komunitas Utan 
Kayu! 


(1) Seniman Garda Depan Pembebasan (GDP) dengan ini mendesak kepada Pemerintah 
untuk membubarkan Komunitas Utan Kayu (KUK). 

(2) Kami mengimbau pihak kepolisian supaya menutup areal di jalan Utan Kayu 68H 
itu agar tidak digunakan bagi kegiatan kesenian yang mengancam martabat bangsa. 

Telah diketahui luas, bahwa KUK adalah tempat penyebaran ide-ide liberalisme 
yang mengutamakan humanisme universil dengan mendatangkan seniman-seniman asing 
secara besar-besaran. 

KUK juga menjadi tempat berkumpulnya kelompok Islam Liberal dan bekas-bekas 
tapol G30S/PKI yang ateis dan Marxis. 

(3) Kami menuntut agar dominasi KUK dalam bidang sastra harus diakhiri. 

(4) Kami menunut agar Goenawan Muhammad diusut. 

(5) Kami menuntut agar Harian Kompas memecat Hasif Amini sebagai redaktur 
budaya dan diganti oleh Saut Situmorang yang jelas-jelas berprinsip "sastra 
untuk rakyat tertindas".. 

(6) Kami menuntut agar Koran Tempo memecat Nirwan Dewanto sebagai redaktur 
budaya dan diganti oleh sastrawan yang ditunjuk oleh Saut Situmorang serta 
DEWAN penandatangan Manifesto Ode Kampung. 

(7) Kami menuntut agar jurnal Kalam dilarang terbit. 



Bersama ini pila kami menyerukan apabila Polisi gagal bertindak, para seniman 
boemipoetera yang progresif mengambil alih areal Jalan Utan Kayu 6H, termasuk 
stasiun radio dan teater, dan membuang jauh-jauh buku-buku liberalisme dan 
marxisme-leninismE dari perpustakaannnya. 

. 
SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA!!! 


GARDA DEPAN PEMBEBASAN 

Mudzakir H.S. 
Ketua 

Elisia Purba 
Sekretaris I 



  e-mail: [EMAIL PROTECTED]  
  blog: http://mediacare.blogspot.com  
   






  




  
  
---------------------------------
  Pinpoint customers who are looking for what you sell.   
  






  

                         

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

Kirim email ke