Mas Andre James Oscar Sumual (namamu yang panjang bisa bikin FPI lari ketakutan...hehehehehehe)
Yang berhak menilai aliran itu sesat atau tidak adalah Departemen Agama dan untuk Islam adalah MUI, bukan Pemerintah. Tapi saya ragu apakah mereka mau melakukannya? Kalau menurut saya, mending Pemerintah mengirim seluruh anggota FPI ke Nanggroe Aceh Darussalam yang sudah menerapkan Syariat Islam. Sediakan mereka rumah dan kebun serta sawah ladang, macam ditransmigrasikan. Uangnya bisa pinjam dulu dari koceknya Jusuf Kalla. Disana tentunya mereka akan lebih tenang hidupnya. Tiada perempuan pakai rok mini, tiada konser musik, tiada tari jaipong, tiada cafe dan pub, tiada rumah pelacuran, tiada warung buka siang-siang saat bulan Puasa, dan lain sebagainya. Nanti kita amati sama-sama, apakah mereka bisa berinteraksi dengan masyarakat Aceh, alias bisa hidup rukun tentram dan damai atau malah saling bacok-bacokan? ----- Original Message ----- From: Andre James Oscar To: [email protected] Sent: Tuesday, September 25, 2007 10:56 AM Subject: Re: [mediacare] FPI Makin Ngawur dan Arogan aja ! Pemerintah harusnya memasukan FPI dalam kategori 'aliran sesat', jadi perlu ditindak hehehe On 9/25/07, Wielsma Baramuli < [EMAIL PROTECTED]> wrote: Yang lebih ngawur itu adalah pemerintah sebagai pelaku negara. Mosok dibiarkan tindakan-tindakan liar seperti trus terjadi. Ini model hukum rimba yang hanya boleh terjadi dalam sebuah komunitas tanpa negara. Dalam konteks negara, perilaku seperti ini dapat dikategorikan sebagai "makar". Salam, Wedekabe Didit Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Lagi pula, tidak pernah ada ketentuan yang jelas dan tegas kalau kegiatan ekonomi seperti warung makan di bulan puasa harus berhenti beroperasi.... Itu hanya berupa kesepakatan yang sangat lemah kekuatan hukumnya kalao ada yang melanggar.... Pemerintah yang diam (Baca: Polisi tidak berbuat apa-apa) bisa disebut mengamini tindakan itu. On 24/09/2007, firdaus cahyadi < [EMAIL PROTECTED]> wrote: Dear All, Pagi tadi (24/9) saya menonton berita di SCTV. Pada berita itu ditanyangkan ttg sepak terjang FPI di Ciamis yang merusak tempat makan (warung nasi) hanya gara-gara buka pada siang hari di bulan puasa. Menurutku kelakuan FPI ini sudah keterlaluan bahkan cenderung menyesatkan. Tidak ada larangan dalam Islam untuk berjualan makanan pada siang hari di bulan puasa. Bukankah anak-anak, wanita yang sedang berhalangan, orang sakit dan juga musafir diberi keringanan untuk tidak berpuasa. Nah kalo warung nasi tidak boleh berdagang pada siang hari, mereka akan mencari makanan dimana? Apakah orang yang telah diberi keringanan oleh Allah SWT untuk tidak berpuasa harus dipaksa untuk tetap berpuasa hanya karena untuk menghormati saudara-saudaranya yang berpuasa? Sesat dan Arogan sekali para aktrivis FPI ini! Saya berharap aparat pemerintah bertindak tegas untuk segera membubarkan FPI, bukan hanya karena kekerasan yang membahayakan tapi juga pola pikirnya yang sudah cenderung sesat.. Salam, Daus ------------------------------------------------------------------------ Pinpoint customers who are looking for what you sell. -- If you're a loser and seek to improve yourself by reading self-help books then you're being helped by a loser. So Forget it.. ---------------------------------------------------------------------------- Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. -- Andre J.O Sumual TRAX Magazine [music & attitude, provocative & stylish] Wisma Kosgoro lt.6 Jl. MH Thamrin No.53 Jakarta 10350 Phone : (021) 39836061, 39832381-82, ext 157 Fax : (021) 39832494 Mobile : 08161161874 Email : [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.488 / Virus Database: 269.13.30/1029 - Release Date: 24/09/2007 19:09
