Analogi disiplin biskota untuk dipakai pada sistem kontrol sosial 
nampaknya tidak bisa diterapkan, Bu Henny.

Sedangkan Pak Ustadz salah baca atau lupa doanya saja, umat wajib 
memmbantu membetulkannya. Apalagi yang bisa berdampak luas dan 
mempengaruhi kebaikan bagi masyarakat. Wajar kalau orang bertanya.

Adalah tanggung jawab setiap insan untuk membetulkan apa apa yang 
perlu dibetulkan. Sekalipun di milis baru dengan kata kata, tetapi 
minimal lebih baik daripada diam. Kadang-kadang kata kata bahkan 
lebih kuat dampaknya.

Apa yang tak dapat kau hancurkan dengan tangan, hancurkan dengan 
sajak. Dengan demikian kau membangun kembali dindingnya waktu. 
Lebih kurang begitu kata kata bijak seorang penyair dahulu.

fw

--- In [email protected], "Henny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Mungkin masih ada yang ingat istilah ...orang batak barangkali 
ya..."Sesama bis kota dilarang saling mendahului".....nah siapa tahu 
ada istilah internal juga dalam salah satu agama dalam hal ini agama 
islam....misalnya antara lain: ....."dilarang mengkritik"..."dilarang 
menghujat"...."dilarang mencela".
> 
> Coba saya tanyakan kepada rekan kita "SUNNY" ulasan dan penjelasan 
beliau cukup bagus.
> 
> Terima kasih.
> 
> HH
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Karma, I Nengah [Kalki Awatara] 
>   To: [email protected] 
>   Sent: Tuesday, September 25, 2007 9:04 PM
>   Subject: [mediacare] Kutukan - RE: Solusi FPI
> 
> 
>   Semestinya dari organisasi islam harus berani menegur, minimal 
mengutuk. Jangan dibiarkan.
> 
>   Agama itu kan hanya mengajarkan kedamaian bukan main gebuk, 
jangan hanya mengatas namakan agama saat ngebugin orang, karena 
perbuatan seperti ini sudah jelas 2 melanggar hukum. 
> 
>   Wah kalo perbuatan seperti ini sampai ada yang membenarkan buat 
apa belajar agama susah 2, mesti harus puasa 1 bulan.
> 
> 
>   i nengah karma
>   kalimantan
> 
>   ________________________________
> 
>   From: [email protected] 
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of HRD media
>   Sent: Tuesday, September 25, 2007 9:14 PM
>   To: [email protected]
>   Subject: Re: Solusi - Re: [mediacare] FPI Makin Ngawur dan Arogan 
aja !
> 
>   FPI itu kan singkatan dari FRONT PREMANISASI ISLAM...
> 
>   Mereka orang-orang yang mencari/menggunakan hukum Islam untuk 
memeras atau mencari fulus, dengan berargumen pada Hukum Islam yang 
mereka pahami dengan 'katro' atau suka-suka mereka... yang penting 
bisa dijadikan fulus.... 
> 
>   Nah... kalau pada bulan Ramadhan ini mereka bertindak anarkis... 
ya harap tahulah, seperti aparat lainnya... LAGI NYARI THR.....
> 
>   Pokoknya, orang-orang Arab itu (Habib Riziq, Abubakar Baasyit, 
Osama bin Laden, dll) hanya ingin MEMPERMALUKAN ISLAM... Islam bagi 
mereka hanya KAMUFLASE (topeng) untuk mencari simpati dunia, demi 
KEPENTINGAN fulus mereka... YAA IYALAAAHHHH....... 
> 
>   Pada tanggal 25/09/07, mediacare <[EMAIL PROTECTED] 
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> > menulis: 
> 
>    
>   Mas Andre James Oscar Sumual
>   (namamu yang panjang bisa bikin FPI lari ketakutan...hehehehehehe)
> 
>   Yang berhak menilai aliran itu sesat atau tidak adalah Departemen 
Agama dan untuk Islam adalah MUI, bukan Pemerintah. Tapi saya ragu 
apakah mereka mau melakukannya? 
> 
>   Kalau menurut saya, mending Pemerintah mengirim seluruh anggota 
FPI ke Nanggroe Aceh Darussalam yang sudah menerapkan Syariat Islam. 
Sediakan mereka rumah dan kebun serta sawah ladang, macam 
ditransmigrasikan. Uangnya bisa pinjam dulu dari koceknya Jusuf 
Kalla. 
> 
>   Disana tentunya mereka akan lebih tenang hidupnya. Tiada 
perempuan pakai rok mini, tiada konser musik, tiada tari jaipong, 
tiada cafe dan pub, tiada rumah pelacuran, tiada warung buka siang-
siang saat bulan Puasa, dan lain sebagainya. 
> 
>   Nanti kita amati sama-sama, apakah mereka bisa berinteraksi 
dengan masyarakat Aceh, alias bisa hidup rukun tentram dan damai atau 
malah saling bacok-bacokan? 
> 
> 
> 
> 
>   ----- Original Message ----- 
>   From: Andre James Oscar <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
>   To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
>   Sent: Tuesday, September 25, 2007 10:56 AM
>   Subject: Re: [mediacare] FPI Makin Ngawur dan Arogan aja !
> 
> 
> 
>   Pemerintah harusnya memasukan FPI dalam kategori 'aliran sesat', 
jadi perlu ditindak hehehe
> 
> 
>   On 9/25/07, Wielsma Baramuli < [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
> wrote: 
> 
> 
> 
>   Yang lebih ngawur itu adalah pemerintah sebagai pelaku negara. 
Mosok dibiarkan tindakan-tindakan liar seperti trus terjadi. Ini 
model hukum rimba yang hanya boleh terjadi dalam sebuah komunitas 
tanpa negara. Dalam konteks negara, perilaku seperti ini dapat 
dikategorikan sebagai "makar". 
> 
>   Salam,
>   Wedekabe
>


Kirim email ke