Mas,

Aku yakin kamu tau deh kalo aku tuh bercanda manis...kalau urusan FPI preman 
segitu saja nggak bisa diatasi lha gimana.......dagelankan namanya.....

Aku nggak bisu, buta dan tuli koq mas....cuma nggak pandai bersajak....aku juga 
bukan hanya sampai batas prihatin tapi bertindak juga......tunggu saja tanggal 
mainnya.

Aku jadi ingat setiap nyetir keluar rumah pagi di Cilandak KKO di depan 
TRAKINDO, bita tak ada Marinir yg jaga wah suemrawut, bis, mikrolet 
wah....seenak udelnya...tapi aneh juga ada beberapa bapak-bapak berdasi dengan 
mobil mewah atau 1/2 mewah, dan mobil berbintang sang atasan sang Marinir yg 
ikutan nyelip dari kiri lalu motong kanan......lha dagelankan....

Kalau ada sajak yang menyenangkan kirimin donk....

Salam,

HH

  ----- Original Message ----- 
  From: Ferry Wardiman 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, September 27, 2007 4:05 AM
  Subject: [mediacare] Re: PERTANYAAN BUAT BUNG SUNNY "Kutukan - RE: Solusi FPI"


  Analogi disiplin biskota untuk dipakai pada sistem kontrol sosial 
  nampaknya tidak bisa diterapkan, Bu Henny.

  Sedangkan Pak Ustadz salah baca atau lupa doanya saja, umat wajib 
  memmbantu membetulkannya. Apalagi yang bisa berdampak luas dan 
  mempengaruhi kebaikan bagi masyarakat. Wajar kalau orang bertanya.

  Adalah tanggung jawab setiap insan untuk membetulkan apa apa yang 
  perlu dibetulkan. Sekalipun di milis baru dengan kata kata, tetapi 
  minimal lebih baik daripada diam. Kadang-kadang kata kata bahkan 
  lebih kuat dampaknya.

  Apa yang tak dapat kau hancurkan dengan tangan, hancurkan dengan 
  sajak. Dengan demikian kau membangun kembali dindingnya waktu. 
  Lebih kurang begitu kata kata bijak seorang penyair dahulu.

  fw

  --- In [email protected], "Henny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  > Mungkin masih ada yang ingat istilah ...orang batak barangkali 
  ya..."Sesama bis kota dilarang saling mendahului".....nah siapa tahu 
  ada istilah internal juga dalam salah satu agama dalam hal ini agama 
  islam....misalnya antara lain: ....."dilarang mengkritik"..."dilarang 
  menghujat"...."dilarang mencela".
  > 
  > Coba saya tanyakan kepada rekan kita "SUNNY" ulasan dan penjelasan 
  beliau cukup bagus.
  > 
  > Terima kasih.
  > 
  > HH
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: Karma, I Nengah [Kalki Awatara] 
  > To: [email protected] 
  > Sent: Tuesday, September 25, 2007 9:04 PM
  > Subject: [mediacare] Kutukan - RE: Solusi FPI
  > 
  > 
  > Semestinya dari organisasi islam harus berani menegur, minimal 
  mengutuk. Jangan dibiarkan.
  > 
  > Agama itu kan hanya mengajarkan kedamaian bukan main gebuk, 
  jangan hanya mengatas namakan agama saat ngebugin orang, karena 
  perbuatan seperti ini sudah jelas 2 melanggar hukum. 
  > 
  > Wah kalo perbuatan seperti ini sampai ada yang membenarkan buat 
  apa belajar agama susah 2, mesti harus puasa 1 bulan.
  > 
  > 
  > i nengah karma
  > kalimantan
  > 
  > ________________________________
  > 
  > From: [email protected] 
  [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of HRD media
  > Sent: Tuesday, September 25, 2007 9:14 PM
  > To: [email protected]
  > Subject: Re: Solusi - Re: [mediacare] FPI Makin Ngawur dan Arogan 
  aja !
  > 
  > FPI itu kan singkatan dari FRONT PREMANISASI ISLAM...
  > 
  > Mereka orang-orang yang mencari/menggunakan hukum Islam untuk 
  memeras atau mencari fulus, dengan berargumen pada Hukum Islam yang 
  mereka pahami dengan 'katro' atau suka-suka mereka... yang penting 
  bisa dijadikan fulus.... 
  > 
  > Nah... kalau pada bulan Ramadhan ini mereka bertindak anarkis... 
  ya harap tahulah, seperti aparat lainnya... LAGI NYARI THR.....
  > 
  > Pokoknya, orang-orang Arab itu (Habib Riziq, Abubakar Baasyit, 
  Osama bin Laden, dll) hanya ingin MEMPERMALUKAN ISLAM... Islam bagi 
  mereka hanya KAMUFLASE (topeng) untuk mencari simpati dunia, demi 
  KEPENTINGAN fulus mereka... YAA IYALAAAHHHH....... 
  > 
  > Pada tanggal 25/09/07, mediacare <[EMAIL PROTECTED] 
  <mailto:[EMAIL PROTECTED]> > menulis: 
  > 
  >  
  > Mas Andre James Oscar Sumual
  > (namamu yang panjang bisa bikin FPI lari ketakutan...hehehehehehe)
  > 
  > Yang berhak menilai aliran itu sesat atau tidak adalah Departemen 
  Agama dan untuk Islam adalah MUI, bukan Pemerintah. Tapi saya ragu 
  apakah mereka mau melakukannya? 
  > 
  > Kalau menurut saya, mending Pemerintah mengirim seluruh anggota 
  FPI ke Nanggroe Aceh Darussalam yang sudah menerapkan Syariat Islam. 
  Sediakan mereka rumah dan kebun serta sawah ladang, macam 
  ditransmigrasikan. Uangnya bisa pinjam dulu dari koceknya Jusuf 
  Kalla. 
  > 
  > Disana tentunya mereka akan lebih tenang hidupnya. Tiada 
  perempuan pakai rok mini, tiada konser musik, tiada tari jaipong, 
  tiada cafe dan pub, tiada rumah pelacuran, tiada warung buka siang-
  siang saat bulan Puasa, dan lain sebagainya. 
  > 
  > Nanti kita amati sama-sama, apakah mereka bisa berinteraksi 
  dengan masyarakat Aceh, alias bisa hidup rukun tentram dan damai atau 
  malah saling bacok-bacokan? 
  > 
  > 
  > 
  > 
  > ----- Original Message ----- 
  > From: Andre James Oscar <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
  > To: [email protected] <mailto:[email protected]> 
  > Sent: Tuesday, September 25, 2007 10:56 AM
  > Subject: Re: [mediacare] FPI Makin Ngawur dan Arogan aja !
  > 
  > 
  > 
  > Pemerintah harusnya memasukan FPI dalam kategori 'aliran sesat', 
  jadi perlu ditindak hehehe
  > 
  > 
  > On 9/25/07, Wielsma Baramuli < [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
  > wrote: 
  > 
  > 
  > 
  > Yang lebih ngawur itu adalah pemerintah sebagai pelaku negara. 
  Mosok dibiarkan tindakan-tindakan liar seperti trus terjadi. Ini 
  model hukum rimba yang hanya boleh terjadi dalam sebuah komunitas 
  tanpa negara. Dalam konteks negara, perilaku seperti ini dapat 
  dikategorikan sebagai "makar". 
  > 
  > Salam,
  > Wedekabe
  >



   

Kirim email ke