Apa pandangan pribadi anda ttg terorisme yg berdasarkan ajaran Islam bagaimana 
? 
Tuduhan yg dilontarkan oleh Taufik Kiemas itu kan biasa saja dalam dunia 
politik, sama saja dengan tudingan tidak jelasnya agama yang dianut ibu 
Megawati dahulu.  Apa yang dilakukan PDIP sama saja dengan yang dilakukan oleh 
partai politik lainnya, hanya berbeda kendaraan saja PDIP menggunakan idiom2x 
nasionalis dan pluralisme sementara partai lain menggunakan kendaran agama, sah 
kan ?

----- Original Message ----
From: Alfi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Cc: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, September 24, 2007 9:23:11 PM
Subject: [mediacare] Ceramah Taufik Kiemas di RSIS Singapore









  


    
             Selasa, 11/9/07, saya menghadiri ceramah Taufik Kiemas, suami 
mantan

Presiden Megawati, dalam acara seminar yang diadakan RSIS ( Rajaratman

School

of International Studies) tempat saya kuliah. Seminar merupakan bagian dari 

mata kuliah yang wajib saya ikuti.



Taufik Kiemas datang atas undangan Indonesian Center RSIS yang dipimpin oleh

Prof. Dr. Leonard Sebastian (Indonesianis Singapura). Tampak hadir menyertai



Taufik para petinggi PDIP, di antaranya Pramono Anung, Sutradara Ginting, 

Puan Maharani dan beberapa yang tidak saya kenal.



Dalam kesempatan itu Taufik memaparkan dua hal pokok. Pertama, soal

perkembangan PDIP dan persiapan menghadapi Pemilu 2009. Kedua soal terorisme 
dan sektarianisme di Indonesia . Pada poin pertama Taufik, dengan bahasa 

Indonesia yang diterjemahkan oleh seorang translator, memaparkan tentang

cita-cita PDIP untuk membangun Indonesia sebagai rumah besar nasionalisme

yang bertujuan mempertahankan Pancasila, NKRI dan mewujudkan pluralisme. 

"Mustahil nasionalisme tanpa pluralisme, " tukas Taufik.



Untuk mewujudkan rumah besar itu, PDIP harus bekerjasama dengan pihak

eksternal. Dalam hal ini ia menyebut Golkar untuk dalam negeri dan Amerika 

Serikat yang dianggap memiliki kemampuan campur tangan terhadap negara lain.



"Saya tidak butuh orang-orang golkar. Yang saya butuhkan adalah Partai

Golkar yang berhaluan pluralis," ujar Taufk.



Sikap itu juga disampaikan saat Taufik dan kawan-kawan berkunjung ke Amerika

Serikat (AS). Menurut Taufik, saat di AS ia menegaskan kembali tentang sikap



PDIP sebagai partai oposisi di Indonesia dan sebagai partai nasionalisme 

yang menjunjung tinggi pluralisme.



Saat membahas bagian kedua dari ceramahnya tentang pluralisme dan terorisme

di Indonesia , ia menyebutkan bahwa nasionalisme/ pluralisme di Indonesia

sedang menghadapi apa yang ia sebut sektarianisme. Sektarianisme inilah yang 

menjadi kelompok teroris. Persoalannya, menurut Taufik, bila kelompok

teroris membentuk kelompok tersendiri akan lebih mudah untuk menumpasnya,

tapi kini kelompok teroris itu telah masuk ke dalam partai politik sehingga 

lebih sulit dideteksi. Dan tanpa tedeng aling ia menyebut PKS.



Lebih lanjut ia menjelaskan, karena itulah mengapa kelompok nasionalis yang

memperjuangan pluralisme di Indonesia bersatu melawan PKS dalam Pilkada di 

DKI Jakarta . Karena hanya dengan bersatu padu itulah mereka dapat

mengalahkan PKS di sejumlah daerah. "Tampaknya melihat kaum pluralis bersatu



mereka takut juga," tandas Taufik.



Ia juga sempat menyitir pidato Pak Hidayat Nur Wahid, yang saya tidak tahu 

dimana, bahwa Pak Dayat berbicara tentang nasionalisme dan pluralisme,

seolah-olah ia lebih nasionalis dari orang nasionalis sendiri.



Terus terang, mendengar paparan Taufik itu dada saya langsung bergemuruh. 

Tadinya tidak ada niat saya untuk bertanya. Saya datang hanya untuk

menggugurkan kewajiban kuliah saja. Dan kita juga sama-sama tahulah kualitas



Taufik, jadi saya pikir tak ada sesuatu yang bisa diambil. Di samping, 

kedatangan saya juga untuk menjaga hubungan baik saya dengan Andi Widjajanto

(anak Theo Syafei yang sedang mengambil Phd. Di Singapura) teman sekelas

saya di satu mata kuliah. Saya juga tahu Andi kini menjadi salah satu 

advicer penting di PDIP terkait persoalan militer.



Pada saat masuk sesi tanya jawab, reflek saya angkat tangan. Saya katakan,

sebelum masuk ke pertanyaan saya ingin menanggapi dulu apa yang disampaikan

Taufik tentang PKS. Saya perlu meluruskan masalah ini ke audience karena 

yang hadir adalah para mahasiswa RSIS dari berbagai negara. Apa jadinya jika

mereka beranggapan bahwa setiap muslim harus dicurigai sebagai teroris

sebagaimana yang disampaikan Taufik. Lebih berbahaya kalau mereka 

beranggapan PKS adalah supporter teroris di Indonesia .



Dengan sedikit emosi saya katakan, PKS adalah a small party in Indoensia,

only 7 percent. PKS dibentuk oleh para generasi muda Indonesia yang mecoba

mencari solusi terhadap berbagai persoalan di Indonesia . Mereka

bercita-cita

ingn membangun apa yang mereka sebut "The New Indoensia"/ Indonesia Baru.

Dan perlu dicatat, mereka adalah lulusan universitas secular di Indonesia, 

seperti UI, UGM, ITB dan IPB.



Lalu saya jelaskan, tampaknya cita-cita mereka ini ditangkap oleh sebagain

masyarakat Indonesia berpendidikan dan menginginkan perubahan. Karena itu

terbukti, PKS unggul di Jakarta . Di sini saya memberi penekanan: " Jakarta 

adalah tolok ukur politik di Indonesia . Jika Anda ingin mengatahui the real

politics in Indonesia dan proses demokratisasi di Indonesia, look at

Jakarta !" Sebab jika Anda melihat Indonesia secara keseluruhan, maka 

sesungguhnya sebagian besar masyarakat Indonesia berpendidikan rendah yang

mudah dibohongi oleh para elit partai.



Setalah itu barulah saya masuk ke pertanyaan sederhana: Apa konsep PDIP

untuk membangun Indonesia . Pertanyaan itu tak dijawab secara baik oleh 

Taufik, karena mungkin ia keburu kaget ada orang PKS terselip di antara

hadirin. Setelah tahu saya orang PKS pernyataannya menjadi melunak, ia

katakan syukurlah kalo ternyata PKS sudah berubah.



Alhamdulillah, tampaknya hadirin mendapatkan informasi lain tentang PKS, hal 

itu terlihat dari pertanyaan2 yang terlontar, baik dari orang Indonesia

sediri, Singaporean, Malaysian, semua tampak bernada positif terhadap PKS.

Beberapa kawan dari Indonesia dan beberapa negara menghampiri saya 

mengomentari penjelasan singkat saya itu.



Menurut saya, ceramah Taufik Kiemas di RSIS itu tak boleh dianggap angin

lalu. Boleh jadi inilah gambaran sikap PDIP sendiri dan sikap partai-partai

lain secara umum terhadap PKS. Sikap ini tampaknya akan melatari kebijakan 

partai untuk menghadapi Pemilu 2009. Isu terorisme, sektarianisme adalah isu

usang namun efektif untuk menjatuhkan citra partai Islam. Sebagaimana

tudingan militer secular Turki yang menuding Justice Party di Turki memiliki 



hidden agenda islamisme.



Wallahu a'lam



SUHUD ALYNUDIN



50 Nanyang Crescent Graduate Hall #03-18 Singapore 637598



Phone: +65-81716441



-- 

The Canggih Corporation



    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->








      
____________________________________________________________________________________
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us. http://surveylink.yahoo.com/gmrs/yahoo_panel_invite.asp?a=7 

Kirim email ke