Salam

>
> Mengapa kita yang tidak pernah mengenal Yahudi (saya belum ketemu orang
> yang ngaku atau berkebangsaan Yahudi) lalu harus membenci Yahudi, sayang
> benar energi ini dibuang untuk sesuatu yang tidak kita ketahui.
>
> Tetapi bahwa kita mengangkat solidaritas untuk yang tertindas seperti
> pertikaian dan penindasan di sekitar jalur Gaza saya sepakat, sebagimana
> halnya kita ingin membangun solidaritas untuk rakyat Burma saat ini atas
> penindasan penguasanya.
>
> Juga penindasan yang dilakukan oleh AS di Irak dan tempat lainya. Kita
> juga tidak setuju jika negara kita sendiri melakukan pinindasan kepada
> rakyatnya sendiri. Demikian juga penindasan yang terjadi akibat ketimpangan
> ekonomi, politik dan budaya yang terjadi antara negara dan juga di dalam
> negara harus kita kutuk.
>
> Sehingga kebencian kita kepada Yahudi harus proporsional, sebatas
> kemarahan atas penindasan negara Yahudi yang dilakukan terhadap bangsa
> palestina. tetapi permasalahan di sana bvegitu pelik sehingga tidak mudah
> untuk mendukung atau membenci siapa secara hitam putih. Yang jelas kekerasan
> dan penindasan dilakukan oleh penguassa terhadap rakyat, yang juga terjadi
> di negara-negara muslim. (perempuan arab dilarang mengemudi atau minyak
> hanya untuk laki-laki)
>
> Akan lebih proporsional jiak kita melakukan kerjasama secara luas
> membongkar ketidak adilan sesuai dengan proporsi kita masing-masing. Untuk
> kita di sisni ketimpangan yang terjadi lebih disebabkan oleh sistem dan
> tabiat pemimpin yang membodohi rakyatnya, ini yang harus kita benci, karena
> kaibatnya ya kita ini yang menanggung.
>
> Dan jangan lupa pemimpin kita memang suka menggunakan sentimen apapun
> termasuk kebencian untuk mengangkat solidaritas semu, yang pada ujungnya
> tidak lebih untuk mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin solidaritas
> kebhencian, bahkan untuk hal-hal yang tidak berklaitan dengan kepentingan
> rakyat yang semakin terkapar (NTT saat ini merebak busung lapar).
>
> Wassalam
> - The Full Monty
> - Annie
> - Fiddler on The Roof
>
> Ternyata karya-karya musical besar majority dibuat oleh tokoh-tokoh
> keturunan Yahudi dan kelahiran New York tahun 1895-1930. Kebanyakan adalah
> kelahiran 1918 dan salah satu yang tidak asing tentunya *Leonard Berstein.
> *Pasti deh banyak yang tahu karyanya sebutkan saja Somewhere, Tonight,
> Maria.
>
> Bukan hanya karya mereka menerima Oscar, Grammy, Emmy, Tony bahkan
> Pulitzer.
>
> Sutradara West Side Story Mr. Jerome Robbins ternyata belajar menari dari
> *Yeichi Nimura.* Wah keturunan Jepang gimana ini koq bisa ......dan gimana
> ya mau bersaing ternyata banyak sekali yang beberapa langkah mendahului kita
> ya.....
> **
> Yang istimewa adalah David Yazbeck kelahiran tahun1960 dalam The Full
> Monty. Beliau berasal dari ayah keturunan Yahudi dan ibu keturunan Arab.
> Musisi ulung ini diusia 26 tahun sdh memenangkan Emmy selain menulis juga
> menjadi producer terhadap group band dan musisi besar lainnya seperti Queen,
> Tito Puentes.
>
> Ini belum termasuk beberapa Yahudi lainnya seperti Irving Berlin kelahiran
> tahun 1888 yg berimigrasi ke US tahun 1893. Siapa nggak kenal lagu White
> Christmas, Always, Blue Skies, God Bless America, Anything You Can do (I can
> do better), Change Partner, Cheek to cheek. Let your self Go , How deep is
> the Ocean, Let face the music and dance
>
> Wadduh saya nggak habis pikir apa ya alasan orang membenci YAHUDI
> ya.....kayaknya bukan agama saja lho MAS......tapi SIRIK juga kali ya.  Tapi
> aku koq nggak ada tuh rasa bencinya, malah kagum. Mungkin karena tak pernah
> diajarkan membenci kali ya....
>
> Aduh.....Ini aku yang salah tempat dilahirkan ataukah mereka yang salah
> terdampar.......pusing...tapi pasrah deh...takdir.
> HH
>
>  
>

Kirim email ke