Ingat komentar Gus Dur terhadap para kelompok amok dan pembakar Gereja...
kalau tidak salah.. mirip dengan pendapat mas RMDH '... mereka itu hanya
orang2 yang minder (searah dengan inferior dan frustasi)'. Dari situ (kalau
tidak salah juga) beliau mendapat julukan KRISLAM.

Mengulas berbagai uraian panjang lebar di atas, kuncinya adalah BAGAIMANA
CARA MEMAHAMI APA YANG DIPERCAYAI, itu saja. Kalau semua dipahami sebagai
kalimat mutlak ditelan mentah-mentah begitu saja, dijalankan persis dengan
apa yang tersurat tanpa diolah dengan otak dan perasaan.. itu cara orang *tidak
pintar*. Otak dan perasaan adalah berkah Allah yang harus digunakan juga.
Kalau semua pemeluk agama memakai otak dan olah perasaan tidak ada
kebencian. Orang yang beragama namun tidak sadar bahwa dirinya dikuasai oleh
kebencian artinya = BEGO. Jadi saudara2 yang berniat menjalankan agama
silakan memahami dengan baik, berubah pikiran dan pandangan itu tidak haram
demi menuju kebaikan. TITIK.




On 9/30/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Saya setuju sekali,
>
> Kebencian, pada dasarnya, adalah sikap yang keluar dari rasa
> frustasi, jadi bersifat defensif. Ini juga menunjukkan ke-inferior-
> an si pembenci. Seseorang yang telah mencapai qualitas pribadi yang
> tinggi, mampu mengatasi kebencian. Sebenarnyalah, pembenci adalah
> mereka yang berada pada sisi inferior.
>
> Karena itu agama apapun, mengajarkan untuk mengatasi kebencian.
>
> Kebencian kelompok, seperti kebencian sekelompok orang terhadap kaum
> Yahudi, menunjukkan ke-inferior-an kelompok pembenci ini. Tak
> berdaya. Merasa rendah terhadap kaum Yahudi, yang memang lebih
> unggul. Kelompok pembenci semacam ini patut dikasihani.
>
> Salam hari Minggu
>
> Danardono
>
> --- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "Kaka
> Suminta" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Salam
> >
> > >
> > > Mengapa kita yang tidak pernah mengenal Yahudi (saya belum
> ketemu orang
> > > yang ngaku atau berkebangsaan Yahudi) lalu harus membenci
> Yahudi, sayang
> > > benar energi ini dibuang untuk sesuatu yang tidak kita ketahui.
> > >
> > > Tetapi bahwa kita mengangkat solidaritas untuk yang tertindas
> seperti
> > > pertikaian dan penindasan di sekitar jalur Gaza saya sepakat,
> sebagimana
> > > halnya kita ingin membangun solidaritas untuk rakyat Burma saat
> ini atas
> > > penindasan penguasanya.
> > >
> > > Juga penindasan yang dilakukan oleh AS di Irak dan tempat
> lainya. Kita
> > > juga tidak setuju jika negara kita sendiri melakukan pinindasan
> kepada
> > > rakyatnya sendiri. Demikian juga penindasan yang terjadi akibat
> ketimpangan
> > > ekonomi, politik dan budaya yang terjadi antara negara dan juga
> di dalam
> > > negara harus kita kutuk.
> > >
> > > Sehingga kebencian kita kepada Yahudi harus proporsional, sebatas
> > > kemarahan atas penindasan negara Yahudi yang dilakukan terhadap
> bangsa
> > > palestina. tetapi permasalahan di sana bvegitu pelik sehingga
> tidak mudah
> > > untuk mendukung atau membenci siapa secara hitam putih. Yang
> jelas kekerasan
> > > dan penindasan dilakukan oleh penguassa terhadap rakyat, yang
> juga terjadi
> > > di negara-negara muslim. (perempuan arab dilarang mengemudi atau
> minyak
> > > hanya untuk laki-laki)
> > >
> > > Akan lebih proporsional jiak kita melakukan kerjasama secara luas
> > > membongkar ketidak adilan sesuai dengan proporsi kita masing-
> masing. Untuk
> > > kita di sisni ketimpangan yang terjadi lebih disebabkan oleh
> sistem dan
> > > tabiat pemimpin yang membodohi rakyatnya, ini yang harus kita
> benci, karena
> > > kaibatnya ya kita ini yang menanggung.
> > >
> > > Dan jangan lupa pemimpin kita memang suka menggunakan sentimen
> apapun
> > > termasuk kebencian untuk mengangkat solidaritas semu, yang pada
> ujungnya
> > > tidak lebih untuk mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin
> solidaritas
> > > kebhencian, bahkan untuk hal-hal yang tidak berklaitan dengan
> kepentingan
> > > rakyat yang semakin terkapar (NTT saat ini merebak busung lapar).
> > >
> > > Wassalam
> > > - The Full Monty
> > > - Annie
> > > - Fiddler on The Roof
> > >
> > > Ternyata karya-karya musical besar majority dibuat oleh tokoh-
> tokoh
> > > keturunan Yahudi dan kelahiran New York tahun 1895-1930.
> Kebanyakan adalah
> > > kelahiran 1918 dan salah satu yang tidak asing tentunya *Leonard
> Berstein.
> > > *Pasti deh banyak yang tahu karyanya sebutkan saja Somewhere,
> Tonight,
> > > Maria.
> > >
> > > Bukan hanya karya mereka menerima Oscar, Grammy, Emmy, Tony
> bahkan
> > > Pulitzer.
> > >
> > > Sutradara West Side Story Mr. Jerome Robbins ternyata belajar
> menari dari
> > > *Yeichi Nimura.* Wah keturunan Jepang gimana ini koq
> bisa ......dan gimana
> > > ya mau bersaing ternyata banyak sekali yang beberapa langkah
> mendahului kita
> > > ya.....
> > > **
> > > Yang istimewa adalah David Yazbeck kelahiran tahun1960 dalam The
> Full
> > > Monty. Beliau berasal dari ayah keturunan Yahudi dan ibu
> keturunan Arab.
> > > Musisi ulung ini diusia 26 tahun sdh memenangkan Emmy selain
> menulis juga
> > > menjadi producer terhadap group band dan musisi besar lainnya
> seperti Queen,
> > > Tito Puentes.
> > >
> > > Ini belum termasuk beberapa Yahudi lainnya seperti Irving Berlin
> kelahiran
> > > tahun 1888 yg berimigrasi ke US tahun 1893. Siapa nggak kenal
> lagu White
> > > Christmas, Always, Blue Skies, God Bless America, Anything You
> Can do (I can
> > > do better), Change Partner, Cheek to cheek. Let your self Go ,
> How deep is
> > > the Ocean, Let face the music and dance
> > >
> > > Wadduh saya nggak habis pikir apa ya alasan orang membenci YAHUDI
> > > ya.....kayaknya bukan agama saja lho MAS......tapi SIRIK juga
> kali ya. Tapi
> > > aku koq nggak ada tuh rasa bencinya, malah kagum. Mungkin karena
> tak pernah
> > > diajarkan membenci kali ya....
> > >
> > > Aduh.....Ini aku yang salah tempat dilahirkan ataukah mereka
> yang salah
> > > terdampar.......pusing...tapi pasrah deh...takdir.
> > > HH
> > >
> > >
> > >
> >
>
>  
>

Kirim email ke