Entah karena rasa sungkan atau takut dianggap kurang sopan biasanya
orang langsung memanggil seseorang yang baru pulang dari Mekah dengan
sebutan pak haji atau bu hajjah.
Saya katakan pulang dari Mekah, karena kadang mereka pun tidak mengerti
bahwa tidak semua orang yang pergi ke Mekah adalah untuk berhaji atau
sudah melaksanakan rukun-rukun ibadah haji sebagaimana mestinya.
Jadi kalau pun gelar haji boleh dipasang, mereka belum tentu berhak
untuk memakainya.
Fenomena seperti ini tidak saja ada di masyarakat pedesaan, tapi juga
masyarakat kota. Rasanya lucu juga jika kita dipelototi atau diberi
tatapan tidak bersahabat oleh orang-orang sekitar karena menyapa orang
yang baru berhaji tanpa embel-embel gelarnya. Terlebih jika orang yang
berhaji itu termasuk orang kaya atau pemuka masyarakat atau "selebritis
lokal".
Jadi... beranikah kita untuk merubah kebiasaan masyarakat tersebut?
Well.. ini tantangan buat kita.
Terlebih tantangan buat yang berhaji, agar lebih berlapang dada. Bahwa
haji bukanlah gelar dan lihatlah kembali ke dalam diri masing-masing
"benarkah saya sudah berhaji sebagaimana mestinya?
"berhaji berarti merendahkan diri dihadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Apakah layak kiranya seseorang yang pulang berhaji merasa 'wah' dengan
hajinya di hadapan manusia lainnya?
Bukankah 'Pakaian Kebesaran' hanya layak bagi Allah?"
wassalam,
dija
taufiq sapeken wrote:
penyakit riya` dan sum`ah memang sangat rentan timbul dalam hati
manusia....tidak dapat dipungkiri dalam keseharian kita ia akan selalu
menghantui diri dan hati kita..meskipun sekejap ataupun sesaat..
karenanya para sahabat sangat berhati-hati dalam beribdah pada Allah..
karena mereka sangat faham dan menyadari ketika terjerumus kedlam
penyakit riya` ataupun sum`ah maka akan sia-sialah
amalannya.."barangsiapa yang melakukan perbuatan hanya ingin dapat
dilihat atau dipuji oleh manusia, maka kelak di hari kiamat Allah akan
memerintahkan dia untuk meminta pertolongan kepada orang yang telah
diniatkannya itu"
mengenai membbuhkan semacam gelar H (haji) bagi Bapak dan Hj (hajjah)
bagi Ibu di depan namanya semuanya berbalik kepada niat individu
masing-masing...akan tetapi itu semua adalah ujian yang perlu disikapi
denga hati yang bersih..sangat rentansekali dengan penyakit riya` dan
sum`ah.
*/
/*
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media
Muslim Group". (Group Situs www.mediamuslim.info)
Untuk mengirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya kirimkan
email ke [email protected]
Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---