maaf baru inget yang ini belom dibales...

#1. refer to hadist ".... jagalah Allah maka Allah akan menjagamu..." penafsirannya bukan yang ala sufi lho... mudah-mudahan akh Yulisar mengerti maksud saya. Dah banyak juga dibahas tentang ini dibuku-buku ulama yang insyaAllah tsiqah.

#2 Itu tidak terkait langsung dengan pembahasan, hanya untuk refresh memori...

Yup, saya setuju bahwa dalil diperlukan untuk hujjah.

Namun demikian sebenarnya manusia pun bisa menilai dengan naluri fitrahnya bahwa sesuatu itu benar/salah, tanpa harus dijejali segundang dalil (nash).
Dan dalil (nash) pun adakalanya seakan "tidak berdaya" untuk dijadikan hujjah, ketika seseorang itu sudah "mati hatinya".
Mengutip perkataan seorang alim (lupa siapa) tentang apakah dosa itu? Maka dijawab, dosa adalah yang membuat hatimu resah/gelisah, sesuatu yang engkau tidak ingin orang lain mengetahuinya.
Dan mengutip yang lain, jika engkau ingin mengetahui apakah sesuatu itu benar/salah, maka mintalah fatwa pada hatimu. Tentunya hati yang bersih maksudnya.
Kadang kita mempertanyakan dan meributkan hal yang sebenarnya kebenarannya sudah jelas di depan mata.
Sering kali kita terlalu "kreatif dengan akal",  kita jadi bingung sendiri. Seperti kebenaran yang fitrah mau diubah dengan alasan "kebebasan pendapat / HAM / aku diciptakan bukan kehendakku / kebenaran bukan hanya satu" dll sejenisnya. Sehingga masalah yang seharusnya sudah jelas malah dijadikan masalah baru.


Demikian...
wassalam,
dija

Yulisar wrote:
Ada hal yang kurang saya setuju dari tulisan saudara:

1.  ...Tapi antum bisa dan harus belajar masalah dasar dien ini, yaitu masalah aqidah dari banyak kitab yang ditulis oleh ulama yang insyaAllah terjaga ilmu dan diennya - karena mereka menjaga Allah. Adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari diennya...
==karena mereka menjaga Allah. -- sepertiinya perlu diklarifikasi..

2.  ..Seorang budak di jaman Rasulullah bisa menjawab "Di mana Allah". Tanpa perlu segudang dalil.
Berjuta orang jenius jaman sekarang dengan fakta tersebar di depan mata yang membuktikan adanya Allah, tidak menjadikannya beriman - bahkan berada dalam kesesatan yang nyata...

=>Anda perlu tahu bahwa kisah ..Seorang budak di jaman Rasulullah bisa menjawab "Di mana Allah".., menjelaskan bahwa Allah itu di langit, dalil yang kuat bahwa Allah bukan dimana-mana. Dan bukan menjelaskan ada tidaknya Allah. Dan tidak pula dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan keadaan demikian kita tidak perlu dalil untuk menyampaikan sesuatu yang menyangkut hukum boleh atau tidak sesuatu.


"[EMAIL PROTECTED]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Subjeknya dah saya ganti ya..... lihat diatas. Gak pake OOT lagi. ( JFI buat yang mempersoalkan subyek )

Terima kasih buat masukan dari akh Yulisar. Tanggapan anda tidak saya anggap sebagai pendukung pendapat saya.
Tapi saya anggap sebagai mendudukkan masalah pada tempatnya. Bahwa adalah aqidah yang membedakan Islam dengan yang lain.

Sekedar sharing. Saya sangat paham apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh sebagian orang yang menganggap bahwa syiah adalah bagian dari Islam. Dulu saya juga berpikir seperti itu. Lalu saya pun berusaha mencari dan mencari, mempelajari agama saya sendiri.
Orang bilang agama turunan "take it for granted", ga perlu dipelajari sudah bisa sendiri. Tapi tidak bagi saya. Agama Islam harus dipelajari hingga akhir hayat.
Selama mencari saya pun menjumpai beberapa "perangkap" yang membuat saya bingung.  Salah satu "perangkap" itu adalah masalah syiah. Allah maha tahu betapa marah dan sedihnya saya ketika membaca sejarah Rasulullah (dari buku syiah) yang seakan beliau "ditelikung" oleh para sahabat.
Tapi saya percaya bahwa Allah akan menunjukkan mana yang benar. Dan alhamdulillah, saya masih diberi petunjuk. Semakin saya baca buku syiah, semakin jelas bagi saya kekeliruan mereka.
Berbeda dengan seseorang di negeri seberang - yang saya  ceritakan sebelumnya - dia menjadi  pengikut syiah setelah mempelajarinya.

Mungkin saya tidak punya segudang dalil untuk disajikan untuk menjelaskan kekeliruan mereka. Tapi antum bisa dan harus belajar masalah dasar dien ini, yaitu masalah aqidah dari banyak kitab yang ditulis oleh ulama yang insyaAllah terjaga ilmu dan diennya - karena mereka menjaga Allah. Adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari diennya.

Mengenai lafadz Allah, singkatan dan sejenisnya.
Yang sering menjadi pertanyaan saya adalah. Apakah  jika "kaligrafi aneh" itu dibuat dan digunakan oleh muslim maka berarti baik?
Ingat kasus sepatu NIKE AIR  lebih dari sepuluh tahun lalu. Tulisan AIR nya menyerupai lafadz Allah  dalam huruf Arab.
Ummat islam protes!
Tapi coba lihat kaligrafi made in  muslim yang diperjual belikan. Mulai dari gambar orang duduk tasyahud, perahu layar, pemandangan tumbuhan dan hewan, bundaran (ban??) dll. Tulisannya - atau mungkin tepatnya gambarnya meliuk-liuk tidak karuan sehingga tidak jelas apa bacaannya dan bahkan banyak yang tidak bisa di baca.
Pertanyaannya : Apakah pantas? Mungkin tidak dalil. Tapi akal sehat manusia tidak akan pernah bisa menerima ayat suci Qu'ran - kalamullah, petunjuk hidup tebaik untuk manusia - disamakan seperti hasil seni rupa yang di pajang. Setara dengan gambar kuda berlari, perempuan terseyum, singa mengaum dan lainnya? NAUDZUBILLAH.

Miss Universe, Miss World jelas dilarang. Apakah lantas muslim membuat Miss Muslimah? NAUDZUBILLAH.

Ring tone musik, biar lebih islami diganti bacaan ayat dari qari ternama.??? Menyerupai nashara yang menjadikan lagu2 natalnya sebagai ringtone???
>> Fatwa tentang tidak bolehnya ayat quran dijadikan ringtone ada dikeluarkan oleh ulama dari UEA.

Maha Besar Allah yang mengutus Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam. Sungguh benar bahwa umat Islam akan mengikuti kaum yahudi dan nashrani.

Kita ribut ketika maling mencuri harta kita. Tapi kita tidak pernah ribut ketika aqidah kita terkikis seperti batu terkikis air.

Seorang budak di jaman Rasulullah bisa menjawab "Di mana Allah". Tanpa perlu segudang dalil.
Berjuta orang jenius jaman sekarang dengan fakta tersebar di depan mata yang membuktikan adanya Allah, tidak menjadikannya beriman - bahkan berada dalam kesesatan yang nyata.

Ya Allah, hanya kepada Engkau aku memohon petunjuk.


wassalam,
dija






Yulisar wrote:
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah,
Kita memujinya, dan kita meminta pertolongan kepadanya, dan meminta ampun kepadanya.
Dan kita juga berlindung dari kejahatan diri kita dan keburukankan amal-amal kita.


Saudara-saudara,

Yang membedakan Islam atas agama lain di muka bumi ini adalah Islam tegak diatas hujjah yang nyata. Dalil dan
argumen yang kuat. Bukan atas tuduh-tuduhan yang tidak ada dasarnya. Jika anda punya dalil, maka katakan dengan
jelas, bila tidak jangan anda melemparkan pikiran yang dapat membuat orang lain bingung.

Yang membedakan antara Islam dan kekafiran yang paling utama adalah Syahadat dan seterusnya yang tak kalah pentingnya.

Anda telah ditanya oleh saudara dija ttg syahadatnya Syiah dan lain-lain, anda tertawa-tawa dan menuduh saudara anda telah menjadi korban sejarah dan fitnah.

Coba saudara oyom coba jawab dan buka sendiri kitab-kitab ulama syiah dan akan mengertilah anda bahwa hal ini bukan hal yang lucu.

Memang syiah mengalami perkembangan dalam sejarahnya, bahkan hadits masih bisa diterima dari orang syiah dengan syarat dia tidak menda'wahkan bid'ahnya. Sedang Syi'ah yang se-karang berkembang (Syi'ah Imamiyah Itsna 'Asyariyah) adalah satu sekte yang sama dengan Rafidhah. Ajaran tauhid mereka diambil dari Qadariyah, Jabariyah, Murji’ah, Mu’tazilah, dan 'Asy'ariyah. Ajaran
mereka sangat bertentangan dengan ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dengan perbedaan yang sangat menonjol, yaitu tentang Al-Qur’an, ‘aqidah, Sunnah, Malaikat, Imamah, Taqiyyah, Mut'ah, Shahabat dan Ahlul Bait.
(http://almanhaj.or.id/index.php?action="">)


Anda mengatakan:
 "Saya mo bertanya : apakah anda punya kredibilitas atau kemampuan di bidang fiqih, tafsir, hadist, tarikh, dan semua cabang ilmu lainnya untuk menghukumi bahwa syi'ah bukan seorang muslim ?"

->Sama saja anda mengatakan untuk membedakan antara domba dan serigala, anda harus jadi dokter haiwan!!.
Rukun Islam sudah jelas.., sampai anak-anak belum baligh pun sudah hafal. Bila rukun Islam pertama kita saja sudah ngawur, masihkah dapat kita katakan kita Islam??

Coba anda perhatikan,
"Rafidhah mengatakan sesungguhnya para imam adalah imam-imam Rafidhah yang dua belas yang ma'shum (terjaga dari dosa), mereka mengetahui hal ghaib, dan mengetahui seluruh ilmu yang dikeluarkan (diajarkan) kepada para malaikat, para nabi dan para rasul, dan sesungguhnya mereka mengetahui ilmu yang terdahulu dan sekarang, dan tidak ada yang tersembunyi bagi mereka sesuatu apapun, dan sesungguhnya mereka mengetahui seluruh bahasa alam semesta, dan sesungguhnya seluruh bumi ini adalah milik mereka."
(
http://almanhaj.or.id/index.php?action="">)

Lalu saudara mengatakan:
"Sayang sangat disayangkan ketika arus globalisasi informasi makin gencar, anda masih bersikap sama seperti orang2 salafi-wahabi, tak bisa memilah mana fitnah dan kebenaran."

->Disatu sisi anda membela Syiah ini yang jelas-jelas telah keluar dari rel Islam, dan sisi lain anda menuduh "salafi-wahabi", tak bisa memilah mana fitnah dan kebenaran. Tahukah anda apakah salafi itu? dan siapakah wahabi itu? Apa yang didakwahkan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab?. Anda menuduh dan anda tidak menyebutkan dari mana anda bisa menyimpulkan pemikiran saudara.

Lalu ada lagi peribahasa yang anda sampaikan yang seolah-olah mengatakan saudara anda sombong dan egois, dengan pernyataan anda:
"Pribahasa bilang :
"BUKANNYA PERBEDAAN YANG TIDAK BISA MENYATUKAN HATI MANUSIA, TAPI KESOMBONGAN DAN KEEGOISAN LAH YANG TAK AKAN
PERNAH MEYATUKAN HATI MANUSIA".
"Cobalah antum bersikap obyektif, karena antum bukan seorang mujtahid...
Coba buka hati nurani anda untuk membaca buku2 mereka, open mind, maka antum akan menyadari bahwa dengan perbedaan lah Islam akan menjadi kaya dalam peradaban.""

->Objektif seperti apa yang anda inginkan, apakah bila kita mengemukakan sesuatu yang benar, kita harus menjadi mujtahid? Untuk mengatakan bahwa serigala sudah masuk ke dalam kelompok domba kita harus jadi mujtahid? Saya
kira di forum ini sangat kecil kemungkinan kita akan menjumpai mujtahid. Sehingga nanti kalau demikian tak seorangpun disini yang berani mengatakan serigala telah masuk dan siap memangsa..
Saya ingin tahu objektifitas yang mana yang dapat memasukkan Syiah ke dalam tubuh Islam yang mulia ini.


Lalu anda mengatakan:
"Hati2 komentar antum, karena antum telah mengkafirkan saudara muslim lainnya. Karena hal itu akan berbalik kepada antum."

->Darimana anda dapat menuduh saudara anda suatu dosa yang cukup besar yaitu mengkafirkan saudara muslim lainnya tanpa haq??.  Syiah adalan bukan Islam, dan mengatakannya diluar Islam adalah Haq, karena banyak yang tertipu dgn AGAMA SYIAH ini. Orang yang mengingatkan orang akan tipuan Syiah, anda katakan takfir thd saudara muslim??

Lalu anda mengatakan:
"Wahai kaum muslimin, Mana Persatuan yang kalian kumandangkan kalau kalian tidak bisa menerima perbedaan ?"

->Taukah kamu tahu wahai saudaraku, orang Syiah Rafidhah itu memusuhi Islam dari dulu sampai sekarang. Tidak munculkah semangat Islam-mu setelah mereka mencaci para sahabat besar. Dan yang paling mereka benci adalah Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Karena itu mereka yang bertiga ini menurut mereka (Rafidhah) adalah termasuk orang yang paling bersangatan kekufuran, kesesatan dan kesalahannya.
Orang yang mengatakan saudaranya sendiri adalah kafir, dapat berbalik kepada mereka sendiri yang mengkafirkan tersebut, Nah bagaimana orang yang berani mengkafirkan sahabat?? Alangkah besarnya kekafiran Rafidhah ini.

Anda masih mau bergandeng tangan dengan mereka?, Mereka takfir hebat kepada sahabat besar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan kita masih memasukkan mereka ke dalam barisan kaum muslimin..?????

Semoga Allah menolong kita dan memberi kita petunjuk.


Tambahan:
Tentang penulisan lafazh Allah ini memang saya tidak melihat ada masalah karena saya yakin niat kita adalah untuk lebih menyerupakan dengan tulisan Arab. Saya tidak melihatnya kecuali baik. Dan bila ada yang ragu lalu
ada argumen kuat dari dalil bahwa hal tersebut hal yang dibenci hendaknya memberikan dalilnya.. Bila tidak maka keraguan tersebut hendaknya tidak dilemparkan ke umum.




Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.


No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.1.411 / Virus Database: 268.17.39/685 - Release Date: 13/02/07

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---




Kirim email ke