syariat menitik beratkan pada aspek fisik
klo seandainya ada faktor fisik yg setengah2, boleh pilih mo pilih yg mana
tapi klo secara fisik lengkap dan jelas status kelaminnya, tentunya yg rusak
yg psikologis
hal ini bukan judgement semata, karena terus terang juga blom dan gak mau
merasakannya
karena sebenernya, tiap2 kita punya potensi untuk homo/lesbi
maka dari itu, syariat mengharuskan pemisahan tempat tidur dan selimut
antara saudara2 kita
jadi sejak kecil jangan dibiasakan memberikan selimut satu buat tidur
barengan buat anak2 kita
walaupun anak kita itu sejenis, terlebih berlainan jenis
dan tampaknya memang benar, kelainan yg terjadi adalah akibat hal2 sepele
model gini

solusinya???
tobat sebenar2nya tobat
toh saya sangat yakin dan percaya bahwa usaha meninggalkan hal2 yg menjurus
kepada kelainan2 model gini masih jauh lebih ringan ketimbang jihadnya para
3 generasi terbaik (salafus shalih)

silahkan anda mo bilang apa aja, yg jelas sekali lagi saya tegaskan
3 generasi terbaik ummat tidak ada yg punya kelainan seks, karena agamanya
kuat
ditambah, bahwa jihadnya mereka masih sangat jauh klo mesti dibandingkan
dengan susahnya bertobat guna menghindari kelainan seks

klo masih gak bisa, harusnya ngaca diri atuh

On 3/12/07, Ennis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Atas dasar apa Anda menggolongkan Homoseksual sebagai penyakit
> masyarakat?
> Jika dokter dan psikolog saja tidak pernah mengkategorikan hal
> tersebut sebagai penyakit apalagi penyakit masyarakat.
> Masalah kecenderungan seks seseorang seperti yang Anda tuliskan, itu
> hanyalah anggapan yang tercipta didalam masyarakat. Secara sosial
> manusia itu cenderung untuk menganggap sesuatu yang minoritas sebagai
> hal yang aneh dan dianggap cacat, Termasuk dalam halnya dengan
> orientasi seksual.
> Orang yang homoseksual bukanlah mengidap penyakit jiwa seperti yang
> Anda tuliskan. Karena faktannya belum ada sampai saat ini orang yang
> dimasukkan ke RSJ karena di seoarang homoseksual.
> Nonsense jika seseorang menjadi homoseksual hanya karena pergaulan dan
> lingkungan. Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya pada artikel
> utama saya(Anda mungkin tidak membacanya secara menyeluruh atau
> pikiran Anda sudah ditutupi oleh kedangkalan berpikir dab stigma yang
> keburu negatif), seseorang yang terlahir homoseksual adalah karena gen-
> gen dan hormon-hormon dalam tubuhnya memerintahkan demikian. Memang
> tidak bisa dipungkiri kalau pengaruh lingkungan juga bisa menyebabkan
> homoseksual, tapi itu sifatnya tidaklah permanen dan dia bisa berubah
> kapan saja.
> Anda sama seperti kebanyakan orang yang menanggapi artikel ini. Sama-
> sama tidak bisa memberikan bukti konkret,argumen yang Anda ungkapkan
> hanya berupa anggapan bukan fakta. Berlindung di balik
> pernyataan"sudah sewajarnya kalau permpuan tertarik pada laki-laki dan
> laki-laki tertarik pada perempuan"
> Riyanto menuliskan:
> > Lucu....
> >
> > siapa yang mengatakan bahwa homoseksual itu bukan penyakit, memang itu
> bukan penyakit.. tapi penyakit masyarakat.. dan yang mengidap itulah yang
> sakit.
> >
> > semua orang tahu, bahwa secara fitrah manusia itu punya kecenderungan
> seks, baik laki maupun perempuan. Kalo laki tertarik pada perempuan,
> sebaliknya kalo perempuan tertarik pada laki2.
> >
> > Lha.. yang ini ada fenomena seorang laki2 tertarik pada laki2. apa ini
> namanya. apa ini bukan sakit. yang jelas jiwanya yang sakit.
> >
> > Memang, sampai saat ini tidak ada seorang dokter pun yang bisa
> mencarikan obat bagi orang yang berperilaku homoseksual.
> >
> > Saya perpendapat, bahwa sebenarnya orang yang berperilaku homo itu lebih
> cenderung di sebabkan karena perilaku, pergaulan dan lingkungan. Kalo kita
> amati, orang laki2 yang punya profesi sebgai pekerja salon, baik kecantikan
> atau cuma potong rambut, kebanyakan ada kecenderungan perperilaku sebagai
> seorang wanita. Pernah suatu ketika saya bincang, kenapa harus bersikap
> seperti itu? Dia jawab, kalo kita bersikap seperti layaknya seorang laki2,
> pasti customer kita yang kebanyakan perempuan akan lari smua.
> >
> > Cobalah kita jujur aja... ato mereka yng berperilaku demikian itu, saya
> yakin karena dorongan hawa nafsu belaka.
> >
> > Kita beristighfar pada Allah semoga tidak mendapatkan adzab sebagaimana
> adzabnya kaum Luth.
> >
> > Wassalam
> >
> > Ennis <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >  [EMAIL PROTECTED] menuliskan:
> > > >Assalamu 'alaikum wr wb,
> > >
> > > Buat sdrku yusrizal, kalau melihat tanggapan dari banyak teman kita,
> apa
> > > yg anda alami bukanlah suatu taqdir, tetapi suatu kelainan atau boleh
> > > dibilang penyakit . Kelainan itu sudah juga menimpa umat sebelum kita,
> > > terutama yg banyak disebutkan di kitab-kitab suci adalah yg menimpa
> umat
> > > nabi Luth, yg akhirnya harus dihukum oleh Allah dengan menghancurkan
> > > daerah mereka. Sekarang ini kelainan tersebut, semakin mewabah lagi,
> dan
> > > menjalar keseluruh pelosok dunia.........Allah tidak lagi menghukumnya
> > > dengan penghancuran, tetapi dapatkah anda pahami hukuman lain berupa
> > > "hiv-aids" yg setiap saat mengintai anda ?
> > >
> > > Maka sesungguhnya, tidak ada jalan lain kecuali anda segera bertobat,
> sdr
> > > yusrizal.
> > >
> > > Wassalam,
> >
> > Assalamu'alaikum wr. wb.
> >
> > Anda bisa berkata kelainan karena itu berbeda dari banyak orang.
> > Anda juga berkata homoseksualitas adalah penyakit. Sekarang saya ingin
> > bertanya kepada Anda adakah obat untuk homoseksualitas???
> > Setahu saya tidak ada seorang dokter/psiokologpun di dunia ini yang
> > mengkategorikan  homoseksualitas adalah sebuah penyakit, Anda boleh
> > cek itu diamana saja.
> > Lantas atas dasar apa Anda mengkategorikannya sebagai penyakit?
> > Cobalah Anda bayangkan diri Anda terlahir sebagai seorang homoseksual,
> > apa yang akan Anda lakukan?
> >
> > Wassalam.
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik
> terhadap spam.
> >  http://id.mail.yahoo.com/
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke