Sungguh luar bi(n)asa pemikiran anak2 IAIN saat ini. Bahkan bukan hanya mahasiswanya, tetapi virus sekulerisme telah di motori oleh para pembesar-pembesar di sana sebelumnya. Kini saatnya kita tegas kepada mereka, jangan sampai Islam teracuni ulah mereka. Never give up, keep fight......
On 9/22/07, Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Itulah.... > Saat ini banyak orang yang ngaku "ngerti" agama tapi perilakunya > kontroversial!!!...mending biasa2 ajalah...gak usah *kemaki* dalam > agama!!! Agama itu personal... > > ----- Original Message ---- > From: budi utomo <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected]; adi sutarto <[EMAIL PROTECTED]>; > didi said <[EMAIL PROTECTED]>; fitri suciati < > [EMAIL PROTECTED]>; hamid fanani <[EMAIL PROTECTED]>; PAK RAHMAN < > [EMAIL PROTECTED]>; sri mulyani <[EMAIL PROTECTED]> > Sent: Friday, September 21, 2007 8:39:52 PM > Subject: [mediamusliminfo] KAWIN SESAMA JENIS VERSI IAIN SEMARANG > > Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang > > *Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh * > > *Alhamdulillah, Allahuma sholi 'ala Muhammad wa'ala ali ajma'in. * > > Saya pernah membaca arikel yang bertajuk INDAHNYA KAWIN SESAMA JENIS. > Membaca judulnya yang bathil ini saja serasa ingin sekali menyobek-nyobek > mulut para Mahasiswa yang agamanya Islam KATANYA, Fakultas Syariah IAIN > Semarang. > > Pak ustadz, apakah mahluk seperti ini yang dicetak oleh Universitas Islam > yang sangat kontraproduktif. Bahkan mereka mengajarkan strategi-strategi > untuk melegalkan perkawinan Homoseksual di Indonesia: > > 1. Mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut > hak-haknya yang telah dirampas oleh negara. > > 2. Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri > kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat > tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung > setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya. > > 3. Melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth > dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, > > 4. Menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan > perkawinan harus antara laki-laki dan wanita. Bahkan gerakan ini dapat > legalisasi dari Institusinya > > Ahmad Wanto > aw > Jawaban > > *Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, * > > Apa yang anda baca dari tulisan mahasiswa IAIN Semarang memang sangat > mengejutkan. Betapa tidak, karena pendapat ini adalah yang paling aneh yang > pernah muncul. Sebelumnya, sesekuler-sekulernya kalangan mereka, tidak > sampai menyerukan kawin sejenis. > > Tapi kalau kita lihat lebih dalam, rupanya kita masih harus tercengang > lagi, lantaran apa yang nampak tidak lain hanyalah fenomena gunung es. Yang > menyembul kepermukaan hanya sebagiannya saja, jauh di bawah permukaan laut, > kita akan bertemu dengan sosok aslinya yang jauh lebih menyeramkan. > > Ceritanya berawal dari puluhan tahun yang lalu, ketika para gembong > sekulerisme dan libelarisme sedang mengalami proses 'cuci otak' di barat. > Lewat program beasiswa ke luar negeri, para mahasiswa Islam itu secara > sistematis menjalani operasi otak. Aqidah dan tauhid mereka dipreteli satu > persatu oleh tokoh-tokoh yahudi kafir *laknatullah*, dengan > mengatasnamakan kajian ilmiyah, modern dan kritis. > > Bertahun-tahun mereka mengalami proses ganti jati diri secara sistematis > dan didanai oleh musuh-musuh Allah itu, sehingga akhirnya berubahlah mereka > dari seorang muslim menjadi sosok baru, yang cenderung ingkar Allah dan > ingkar nabi, kalau perlu ingkar kitab suci. > > Entah mengapa, proses ini tetap berjalan seiring dengan berlalunya zaman. > Kini mereka telah berkembang biak dan populasinya semakin meningkat. Ibarat > wabah hama yang datang menyerang, IAIN-IAIN se-Indonesia dijadikan tempat > bertelurnya larva. Kini larva-larva itu telah menetas menghasilkan ribuan > spicies predator. > > Dan bagaikan predator, makhluk jadi-jadian itu kini sudah menjadi hama > yang mematikan. Bukan saja pemikiran sesat yang bernada menghina agama, > tetapi sekarang sudah sampai ke titik terang-terangan memusuhi agama. > > Kalau dulu generasi Cak Nur mereka masih malu-malu, tapi sekarang dengan > pongahnya mereka menyatakan bahwa IAIN adalah wilayah bebas tuhan. Apa > artinya? Hanya mereka yang tahu, barangkalidi sana sudah tidak dibutuhkan > lagi tuhan. *Innalillahi wa inna ilaihi rajiun*. > > Mereka pun sudah sampai berani menginjak-injak kitab suci Al-Quran, > sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh pemeluk agama apapun terhadap kitab > sucinya. Bahkan tanpa perasaan berani-beraninya mengucapkan: anjing-hu > akbar. *Na'uzubillah*. > > Kini mereka menyerukan kawin sesama jenis. Alasannya, kata mereka karena > di Al-Quran tidak ada larangan secara tegas. Sehingga mereka bilang bila > tidak ada larangan, maka hukumnya kembali menjadi halal. > > Saking kesalnya, pak Adian Husaini sampai bilang bahwa kalau di Al-Quran > tidak ada larangan kawin dengan anjing atau monyet, apakah berarti hukumnya > jadi boleh?Kita tunggu saja, kapan mereka akan kampanye agar manusia kawin > dengan anjing dan monyet. > > Padahal tidak ada agama di dunia ini yang sampai menyerukan > homoseksualitas. Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Konghuchu dan seterusnya, > tak satu pun yang sampai menganjurkan nikah sejenis. Bagaimana mungkin ada > mahasiswa fakultas syariah, sampai bisa berijtihad seenaknya, lalu > menyimpulkan bahwa kawin sejenis bukan hanya halal, tetapi dianjurkan. > > *Sikap Kita* > > Sesuai dengan fitrahnya, sesuatu yang sesat itu pasti akan ditentang oleh > masyarakat, bahkan oleh semua pihak. Meski telah didanai oleh kekuatan > asing, gerakan sekulerisme dan liberalisme belum tentu keluar jadi pemenang. > > Misalnya saja kampanye anti jilbab yang dahulu didengungkan oleh Cak Nur > sejak 1970-an, bukannya orang makin menjauhinya, tetapi justru semakin > banyak saja yang memakainya sekarang ini. Demikian juga ide penggantian > lafadz Assalamu 'alaikum menjadi selamat pagi, justru para penyiar berita di > TV berlomba-lomba membuka acaranya dengan lafadz khas umat Islam. > > Fenomena ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT: > > *Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, dan Allah > tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang > kafir tidak menyukai*. (QS At-Taubah: 32) > > Dan sesuatu yang bisa menghibur kita adala bahwa kalau kita lelah dan > kesal menghadapi ulah mereka, ketahuilah bahwa mereka pun juga lelah dan > kesal kalau melihat kenyataan bahwa apa yang mereka kampanyekan dengan susah > payah dan susah tidur itu tidak juga menunjukkan hasil. Ibarat anjing > mengonggong kafilah berlalu. Semakin keras upaya mereka yang mengkafirkan > bangsa ini, semakin banyak saja orang-orang yang kembali kepada Islam dan > konsekuen dengan syariat. > > Ini juga mengingatkan kita pada firman Allah lainnya, ketika Allah SWT > menghibur nabi-Nya: > > *Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itupun mendapat luka yang > serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia; dan supaya Allah > membedakan orang-orang yang beriman supaya sebagian kamu dijadikan-Nya > syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim.* (QS. Ali > Imran: 140) > > *Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu menderita > kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan, sebagaimana kamu > menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka > harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.* (QS. > An-Nisa': 104) > > Jadi bukan hanya kita saja yang berjuang dan berkorban mempertahankan > aqidah umat, tetapi mereka juga berkorban harta dan jiwa juga. Bedanya, kita > berjuang di jalan Allah dan dijanjikan keridhaan serta surga-Nya. Sedangkan > mereka berjuang di jalan thaghut, serta dijanjikan murka dan azab-Nya. > > Sesungguhnya pertarungan antara haq dan batil adalah pertarungan abadi > hingga hari kiamat. Telah berlalu para nabi dan rasul sebelum kita. Mereka > telah merasakan pahitnya ulah musuh-musuh Allah, tidak sedikit di antara > para nabi dan rasul itu yang dilukai, disakiti bahkan dibunuh. > > Sekarang pun kita menjadi penerus para nabi dan rasul. Kita bela risalah > mereka, kita tegakkan syariah yang mereka ajarkan, kita perjuangkan agama > mereka. Dan kita berhadapan dengan para pewaris Fir'aun, Namrudz, Abu Jahal. > Bedanya, kalau dulu musuh para nabi itu memang orang kafir, sekarang kita > harus berhadapan dengan anak bangsa kita yang telah dicuci otaknya dan > diganti jati dirinya. > > Semoga Allah SWT melindungi kita dari tikaman pemikiran jahat para > orientalis bejat yang terkutuk, yang telah tega-teganya melacurkan aqidah > mahasiswa muslim. *Amien ya rabbal 'alamin.* > > *Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, > * > > *Ahmad Sarwat, Lc.* > > BUDI UTOMO > > > ------------------------------ > Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! > Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/> > > > ------------------------------ > Got a little couch potato? > Check out fun summer activities for > kids.<http://us.rd.yahoo.com/evt=48248/*http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=summer+activities+for+kids&cs=bz> > > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
