Mudah-mudahan Allah SWT memberi jalan kepada mereka. Sangat disayangkan, suatu 
lembaga pendidikan Agama Islam bukannya mendidik Umat sesuai ajaran Rasulullah 
SAW, malah menafsirkan agama Islam sekehendak mereka sendiri. Lebih baik kita 
berhadapan dengan Atheis atau Agama lain daripada menghadapi musuh dalam 
selimut macam mereka. Maka dari itu, Orang munafik akan menempati neraka yang 
paling dalam, karena mereka itu yang paling menyakiti Allah SWT dan Rasulnya. 
  ----- Original Message ----- 
  From: Imam R M 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, October 04, 2007 7:33 AM
  Subject: [mediamusliminfo] Re: KAWIN SESAMA JENIS VERSI IAIN SEMARANG


  Sungguh luar bi(n)asa pemikiran anak2 IAIN saat ini. Bahkan bukan hanya 
mahasiswanya, tetapi virus sekulerisme telah di motori oleh para 
pembesar-pembesar di sana sebelumnya. Kini saatnya kita tegas kepada mereka, 
jangan sampai Islam teracuni ulah mereka. Never give up, keep fight...... 


  On 9/22/07, Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
    Itulah....
    Saat ini banyak orang yang ngaku "ngerti" agama tapi perilakunya 
kontroversial!!!...mending biasa2 ajalah...gak usah kemaki dalam agama!!! Agama 
itu personal...


    ----- Original Message ----
    From: budi utomo < [EMAIL PROTECTED]>
    To: [email protected]; adi sutarto < [EMAIL PROTECTED]>; 
didi said <[EMAIL PROTECTED]>; fitri suciati < [EMAIL PROTECTED]>; hamid fanani 
<[EMAIL PROTECTED]>; PAK RAHMAN < [EMAIL PROTECTED]>; sri mulyani <[EMAIL 
PROTECTED]>
    Sent: Friday, September 21, 2007 8:39:52 PM 
    Subject: [mediamusliminfo] KAWIN SESAMA JENIS VERSI IAIN SEMARANG


    Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang


    Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh 

    Alhamdulillah, Allahuma sholi 'ala Muhammad wa'ala ali ajma'in. 

    Saya pernah membaca arikel yang bertajuk INDAHNYA KAWIN SESAMA JENIS. 
Membaca judulnya yang bathil ini saja serasa ingin sekali menyobek-nyobek mulut 
para Mahasiswa yang agamanya Islam KATANYA, Fakultas Syariah IAIN Semarang. 

    Pak ustadz, apakah mahluk seperti ini yang dicetak oleh Universitas Islam 
yang sangat kontraproduktif. Bahkan mereka mengajarkan strategi-strategi untuk 
melegalkan perkawinan Homoseksual di Indonesia:

    1. Mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut 
hak-haknya yang telah dirampas oleh negara.

    2. Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri 
kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat 
tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung 
setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya. 

    3. Melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth 
dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, 

    4. Menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan 
perkawinan harus antara laki-laki dan wanita. Bahkan gerakan ini dapat 
legalisasi dari Institusinya

    Ahmad Wanto
    aw

    Jawaban
    Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

    Apa yang anda baca dari tulisan mahasiswa IAIN Semarang memang sangat 
mengejutkan. Betapa tidak, karena pendapat ini adalah yang paling aneh yang 
pernah muncul. Sebelumnya, sesekuler-sekulernya kalangan mereka, tidak sampai 
menyerukan kawin sejenis. 

    Tapi kalau kita lihat lebih dalam, rupanya kita masih harus tercengang 
lagi, lantaran apa yang nampak tidak lain hanyalah fenomena gunung es. Yang 
menyembul kepermukaan hanya sebagiannya saja, jauh di bawah permukaan laut, 
kita akan bertemu dengan sosok aslinya yang jauh lebih menyeramkan. 

    Ceritanya berawal dari puluhan tahun yang lalu, ketika para gembong 
sekulerisme dan libelarisme sedang mengalami proses 'cuci otak' di barat. Lewat 
program beasiswa ke luar negeri, para mahasiswa Islam itu secara sistematis 
menjalani operasi otak. Aqidah dan tauhid mereka dipreteli satu persatu oleh 
tokoh-tokoh yahudi kafir laknatullah, dengan mengatasnamakan kajian ilmiyah, 
modern dan kritis.

    Bertahun-tahun mereka mengalami proses ganti jati diri secara sistematis 
dan didanai oleh musuh-musuh Allah itu, sehingga akhirnya berubahlah mereka 
dari seorang muslim menjadi sosok baru, yang cenderung ingkar Allah dan ingkar 
nabi, kalau perlu ingkar kitab suci. 

    Entah mengapa, proses ini tetap berjalan seiring dengan berlalunya zaman. 
Kini mereka telah berkembang biak dan populasinya semakin meningkat. Ibarat 
wabah hama yang datang menyerang, IAIN-IAIN se-Indonesia dijadikan tempat 
bertelurnya larva. Kini larva-larva itu telah menetas menghasilkan ribuan 
spicies predator. 

    Dan bagaikan predator, makhluk jadi-jadian itu kini sudah menjadi hama yang 
mematikan. Bukan saja pemikiran sesat yang bernada menghina agama, tetapi 
sekarang sudah sampai ke titik terang-terangan memusuhi agama.

    Kalau dulu generasi Cak Nur mereka masih malu-malu, tapi sekarang dengan 
pongahnya mereka menyatakan bahwa IAIN adalah wilayah bebas tuhan. Apa artinya? 
Hanya mereka yang tahu, barangkalidi sana sudah tidak dibutuhkan lagi tuhan. 
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

    Mereka pun sudah sampai berani menginjak-injak kitab suci Al-Quran, sesuatu 
yang tidak pernah dilakukan oleh pemeluk agama apapun terhadap kitab sucinya. 
Bahkan tanpa perasaan berani-beraninya mengucapkan: anjing-hu akbar. 
Na'uzubillah.

    Kini mereka menyerukan kawin sesama jenis. Alasannya, kata mereka karena di 
Al-Quran tidak ada larangan secara tegas. Sehingga mereka bilang bila tidak ada 
larangan, maka hukumnya kembali menjadi halal.

    Saking kesalnya, pak Adian Husaini sampai bilang bahwa kalau di Al-Quran 
tidak ada larangan kawin dengan anjing atau monyet, apakah berarti hukumnya 
jadi boleh?Kita tunggu saja, kapan mereka akan kampanye agar manusia kawin 
dengan anjing dan monyet. 

    Padahal tidak ada agama di dunia ini yang sampai menyerukan 
homoseksualitas. Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Konghuchu dan seterusnya, tak 
satu pun yang sampai menganjurkan nikah sejenis. Bagaimana mungkin ada 
mahasiswa fakultas syariah, sampai bisa berijtihad seenaknya, lalu menyimpulkan 
bahwa kawin sejenis bukan hanya halal, tetapi dianjurkan. 

    Sikap Kita

    Sesuai dengan fitrahnya, sesuatu yang sesat itu pasti akan ditentang oleh 
masyarakat, bahkan oleh semua pihak. Meski telah didanai oleh kekuatan asing, 
gerakan sekulerisme dan liberalisme belum tentu keluar jadi pemenang. 

    Misalnya saja kampanye anti jilbab yang dahulu didengungkan oleh Cak Nur 
sejak 1970-an, bukannya orang makin menjauhinya, tetapi justru semakin banyak 
saja yang memakainya sekarang ini. Demikian juga ide penggantian lafadz 
Assalamu 'alaikum menjadi selamat pagi, justru para penyiar berita di TV 
berlomba-lomba membuka acaranya dengan lafadz khas umat Islam. 

    Fenomena ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT:

    Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, dan Allah 
tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang 
kafir tidak menyukai. (QS At-Taubah: 32)

    Dan sesuatu yang bisa menghibur kita adala bahwa kalau kita lelah dan kesal 
menghadapi ulah mereka, ketahuilah bahwa mereka pun juga lelah dan kesal kalau 
melihat kenyataan bahwa apa yang mereka kampanyekan dengan susah payah dan 
susah tidur itu tidak juga menunjukkan hasil. Ibarat anjing mengonggong kafilah 
berlalu. Semakin keras upaya mereka yang mengkafirkan bangsa ini, semakin 
banyak saja orang-orang yang kembali kepada Islam dan konsekuen dengan syariat. 

    Ini juga mengingatkan kita pada firman Allah lainnya, ketika Allah SWT 
menghibur nabi-Nya:

    Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itupun mendapat luka yang 
serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia; dan supaya Allah 
membedakan orang-orang yang beriman supaya sebagian kamu dijadikan-Nya 
syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. Ali Imran: 140)

    Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu menderita 
kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan, sebagaimana kamu 
menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka 
harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa': 
104)

    Jadi bukan hanya kita saja yang berjuang dan berkorban mempertahankan 
aqidah umat, tetapi mereka juga berkorban harta dan jiwa juga. Bedanya, kita 
berjuang di jalan Allah dan dijanjikan keridhaan serta surga-Nya. Sedangkan 
mereka berjuang di jalan thaghut, serta dijanjikan murka dan azab-Nya. 

    Sesungguhnya pertarungan antara haq dan batil adalah pertarungan abadi 
hingga hari kiamat. Telah berlalu para nabi dan rasul sebelum kita. Mereka 
telah merasakan pahitnya ulah musuh-musuh Allah, tidak sedikit di antara para 
nabi dan rasul itu yang dilukai, disakiti bahkan dibunuh. 

    Sekarang pun kita menjadi penerus para nabi dan rasul. Kita bela risalah 
mereka, kita tegakkan syariah yang mereka ajarkan, kita perjuangkan agama 
mereka. Dan kita berhadapan dengan para pewaris Fir'aun, Namrudz, Abu Jahal. 
Bedanya, kalau dulu musuh para nabi itu memang orang kafir, sekarang kita harus 
berhadapan dengan anak bangsa kita yang telah dicuci otaknya dan diganti jati 
dirinya. 

    Semoga Allah SWT melindungi kita dari tikaman pemikiran jahat para 
orientalis bejat yang terkutuk, yang telah tega-teganya melacurkan aqidah 
mahasiswa muslim. Amien ya rabbal 'alamin.

    Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

    Ahmad Sarwat, Lc.


    BUDI UTOMO





----------------------------------------------------------------------------
    Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers






----------------------------------------------------------------------------
    Got a little couch potato? 
    Check out fun summer activities for kids. 







  


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, 
pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke