Salam Dear Mas mas, Bapak2 atau saudara2
"Sungguh luar bi(n)asa pemikiran anak2 IAIN saat ini" -- ini statement yang overgeneralized lho --- IAIN itu banyak di Indonesia ada IAIN Semarang, IAIN Sunan Ampel Surabaya, IAIN Aceh, IAIN Samarinda dll. Ada juga yang dulu IAIN sekarang jadi UIN seperti UIN Jakarta, UIN Jogja, UIN Malang. Anak2 IAIN juga beragam loh ada yang mahasiswa Syari'ah, ada mahasiswa Adab, ada mahasiswa Tafsir Hadist, ada mahasiswa Perbandingan Agama, ada mahasiswa Tarbiyah ada mahasiswa Teknik Informatika, ada banyak lagi .... Prihatin boleh, sedih boleh, ngurut dada juga boleh, bahkan marah juga boleh tapi bukankan kehidupan beragama di Indonesia memang sudah carut marut. Ada orang yang ngakunya berjuang untuk Islam eee malah pake nama Islam untuk digunakan sebagai alat juang demi kepentingan sendiri contohnya politik -- memakai politik untuk memperjuangkan Islam apa Islam yang dipakai sebagai alat politik? ini juga rancau loh di Indo. Belum lagi Islam dipakai sebagai alat untuk kepentingan marketing saja. Saya sangat sepakat dengan Mas Wulung bahwa agama itu personal, hubungan kita dengan Tuhan kita hanya kita lah yang tahu. Saya juga miris loh melihat aksi salah satu kelompok dengan nama Islam mengobrak-abrik warung2 milik masyarakat sipil mengatasnamakan Razia Ramadhan -FPI red-. Tidak adakah cara yang lebih halus dan menyentuh hati kaum kecil yang notabene miskin dan berpendidikan rendah agar lebih menerima dakwah kita? Apakah memang mereka pantas kita dakwahi dengan kekerasan? Daripada ngobrak-ngabrik warung rakyat kecil mendingan kan FPI tuh ngasih training gratis tentang management pengelolaan warung kecil berbasis syari'at Islam dan memiliki prospek yang bagus bagi pemilik warung. Atau bahkan FPI bisa menyalurkan modal tanpa bunga kepada pemilik usaha sehingga dikemudian hari FPI bisa mengontrol jenis barang atau jasa apa saja yang bisa dikelola. Well I think it's better to do such thing rather than ngrusak sana and ngrusak sini dan juga bisa jadi ngrusak nama Islam juga tho. Aniwei banyak hal yang mendasar yang perlu kita perbaiki bersama2 di Negara tercinta kita ini daripada hanya sekedar panas2an, fight2an, bid'ah2an. Sukron, Met puasa dan semoga dengan puasa ini hati kita dibersihkan sehingga dalam diri kita bisa terpancar sinar yang selalu memberi keteduhan, kenyamanan dan perdamaian bagi orang di sekeliling kita. Sudahkan kita menunaikan zakat2 kita, sudahkan kita menunaikan kewajiban kita atas orang2 miskin dan anak2 yatim, sudahkah kita menunaikan tugas2 kita sebagai suami, isteri, anak, bapak, ibu ataupun sodara. Jauhi prasangka -dhon- yang negative di bulan suci ini. Wallahu A'lam bis Showab -f- ----- Original Message ---- From: Imam R M <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, October 4, 2007 10:33:30 AM Subject: [mediamusliminfo] Re: KAWIN SESAMA JENIS VERSI IAIN SEMARANG Sungguh luar bi(n)asa pemikiran anak2 IAIN saat ini. Bahkan bukan hanya mahasiswanya, tetapi virus sekulerisme telah di motori oleh para pembesar-pembesar di sana sebelumnya. Kini saatnya kita tegas kepada mereka, jangan sampai Islam teracuni ulah mereka. Never give up, keep fight...... On 9/22/07, Wulung Prakoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Itulah.... Saat ini banyak orang yang ngaku "ngerti" agama tapi perilakunya kontroversial!!!...mending biasa2 ajalah...gak usah kemaki dalam agama!!! Agama itu personal... ----- Original Message ---- From: budi utomo < [EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; adi sutarto < [EMAIL PROTECTED]>; didi said <[EMAIL PROTECTED]>; fitri suciati < [EMAIL PROTECTED]>; hamid fanani <[EMAIL PROTECTED]>; PAK RAHMAN < [EMAIL PROTECTED]>; sri mulyani <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, September 21, 2007 8:39:52 PM Subject: [mediamusliminfo] KAWIN SESAMA JENIS VERSI IAIN SEMARANG Kawin Sesama Jenis Versi IAIN Semarang Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh Alhamdulillah, Allahuma sholi 'ala Muhammad wa'ala ali ajma'in. Saya pernah membaca arikel yang bertajuk INDAHNYA KAWIN SESAMA JENIS. Membaca judulnya yang bathil ini saja serasa ingin sekali menyobek-nyobek mulut para Mahasiswa yang agamanya Islam KATANYA, Fakultas Syariah IAIN Semarang. Pak ustadz, apakah mahluk seperti ini yang dicetak oleh Universitas Islam yang sangat kontraproduktif. Bahkan mereka mengajarkan strategi-strategi untuk melegalkan perkawinan Homoseksual di Indonesia: 1. Mengorganisir kaum homoseksual untuk bersatu dan berjuang merebut hak-haknya yang telah dirampas oleh negara. 2. Memberi pemahaman kepada masyarakat bahwa apa yang terjadi pada diri kaum homoseksual adalah sesuatu yang normal dan fithrah, sehingga masyarakat tidak mengucilkannya bahkan sebaliknya, masyarakat ikut terlibat mendukung setiap gerakan kaum homoseksual dalam menuntut hak-haknya. 3. Melakukan kritik dan reaktualisasi tafsir keagamaan (tafsir kisah Luth dan konsep pernikahan) yang tidak memihak kaum homoseksual, 4. Menyuarakan perubahan UU Perkawinan No 1/1974 yang mendefinisikan perkawinan harus antara laki-laki dan wanita. Bahkan gerakan ini dapat legalisasi dari Institusinya Ahmad Wanto aw Jawaban Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Apa yang anda baca dari tulisan mahasiswa IAIN Semarang memang sangat mengejutkan. Betapa tidak, karena pendapat ini adalah yang paling aneh yang pernah muncul. Sebelumnya, sesekuler-sekulernya kalangan mereka, tidak sampai menyerukan kawin sejenis. Tapi kalau kita lihat lebih dalam, rupanya kita masih harus tercengang lagi, lantaran apa yang nampak tidak lain hanyalah fenomena gunung es. Yang menyembul kepermukaan hanya sebagiannya saja, jauh di bawah permukaan laut, kita akan bertemu dengan sosok aslinya yang jauh lebih menyeramkan. Ceritanya berawal dari puluhan tahun yang lalu, ketika para gembong sekulerisme dan libelarisme sedang mengalami proses 'cuci otak' di barat. Lewat program beasiswa ke luar negeri, para mahasiswa Islam itu secara sistematis menjalani operasi otak. Aqidah dan tauhid mereka dipreteli satu persatu oleh tokoh-tokoh yahudi kafir laknatullah, dengan mengatasnamakan kajian ilmiyah, modern dan kritis. Bertahun-tahun mereka mengalami proses ganti jati diri secara sistematis dan didanai oleh musuh-musuh Allah itu, sehingga akhirnya berubahlah mereka dari seorang muslim menjadi sosok baru, yang cenderung ingkar Allah dan ingkar nabi, kalau perlu ingkar kitab suci. Entah mengapa, proses ini tetap berjalan seiring dengan berlalunya zaman. Kini mereka telah berkembang biak dan populasinya semakin meningkat. Ibarat wabah hama yang datang menyerang, IAIN-IAIN se-Indonesia dijadikan tempat bertelurnya larva. Kini larva-larva itu telah menetas menghasilkan ribuan spicies predator. Dan bagaikan predator, makhluk jadi-jadian itu kini sudah menjadi hama yang mematikan. Bukan saja pemikiran sesat yang bernada menghina agama, tetapi sekarang sudah sampai ke titik terang-terangan memusuhi agama. Kalau dulu generasi Cak Nur mereka masih malu-malu, tapi sekarang dengan pongahnya mereka menyatakan bahwa IAIN adalah wilayah bebas tuhan. Apa artinya? Hanya mereka yang tahu, barangkalidi sana sudah tidak dibutuhkan lagi tuhan. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Mereka pun sudah sampai berani menginjak-injak kitab suci Al-Quran, sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh pemeluk agama apapun terhadap kitab sucinya. Bahkan tanpa perasaan berani-beraninya mengucapkan: anjing-hu akbar. Na'uzubillah. Kini mereka menyerukan kawin sesama jenis. Alasannya, kata mereka karena di Al-Quran tidak ada larangan secara tegas. Sehingga mereka bilang bila tidak ada larangan, maka hukumnya kembali menjadi halal. Saking kesalnya, pak Adian Husaini sampai bilang bahwa kalau di Al-Quran tidak ada larangan kawin dengan anjing atau monyet, apakah berarti hukumnya jadi boleh?Kita tunggu saja, kapan mereka akan kampanye agar manusia kawin dengan anjing dan monyet. Padahal tidak ada agama di dunia ini yang sampai menyerukan homoseksualitas. Yahudi, Nasrani, Hindu, Budha, Konghuchu dan seterusnya, tak satu pun yang sampai menganjurkan nikah sejenis. Bagaimana mungkin ada mahasiswa fakultas syariah, sampai bisa berijtihad seenaknya, lalu menyimpulkan bahwa kawin sejenis bukan hanya halal, tetapi dianjurkan. Sikap Kita Sesuai dengan fitrahnya, sesuatu yang sesat itu pasti akan ditentang oleh masyarakat, bahkan oleh semua pihak. Meski telah didanai oleh kekuatan asing, gerakan sekulerisme dan liberalisme belum tentu keluar jadi pemenang. Misalnya saja kampanye anti jilbab yang dahulu didengungkan oleh Cak Nur sejak 1970-an, bukannya orang makin menjauhinya, tetapi justru semakin banyak saja yang memakainya sekarang ini. Demikian juga ide penggantian lafadz Assalamu 'alaikum menjadi selamat pagi, justru para penyiar berita di TV berlomba-lomba membuka acaranya dengan lafadz khas umat Islam. Fenomena ini mengingatkan kita pada firman Allah SWT: Mereka berkehendak memadamkan cahaya Allah dengan mulut mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS At-Taubah: 32) Dan sesuatu yang bisa menghibur kita adala bahwa kalau kita lelah dan kesal menghadapi ulah mereka, ketahuilah bahwa mereka pun juga lelah dan kesal kalau melihat kenyataan bahwa apa yang mereka kampanyekan dengan susah payah dan susah tidur itu tidak juga menunjukkan hasil. Ibarat anjing mengonggong kafilah berlalu. Semakin keras upaya mereka yang mengkafirkan bangsa ini, semakin banyak saja orang-orang yang kembali kepada Islam dan konsekuen dengan syariat. Ini juga mengingatkan kita pada firman Allah lainnya, ketika Allah SWT menghibur nabi-Nya: Jika kamu mendapat luka, maka sesungguhnya kaum itupun mendapat luka yang serupa. Dan masa itu Kami pergilirkan di antara manusia; dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman supaya sebagian kamu dijadikan-Nya syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (QS. Ali Imran: 140) Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka. Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan, sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. An-Nisa': 104) Jadi bukan hanya kita saja yang berjuang dan berkorban mempertahankan aqidah umat, tetapi mereka juga berkorban harta dan jiwa juga. Bedanya, kita berjuang di jalan Allah dan dijanjikan keridhaan serta surga-Nya. Sedangkan mereka berjuang di jalan thaghut, serta dijanjikan murka dan azab-Nya. Sesungguhnya pertarungan antara haq dan batil adalah pertarungan abadi hingga hari kiamat. Telah berlalu para nabi dan rasul sebelum kita. Mereka telah merasakan pahitnya ulah musuh-musuh Allah, tidak sedikit di antara para nabi dan rasul itu yang dilukai, disakiti bahkan dibunuh. Sekarang pun kita menjadi penerus para nabi dan rasul. Kita bela risalah mereka, kita tegakkan syariah yang mereka ajarkan, kita perjuangkan agama mereka. Dan kita berhadapan dengan para pewaris Fir'aun, Namrudz, Abu Jahal. Bedanya, kalau dulu musuh para nabi itu memang orang kafir, sekarang kita harus berhadapan dengan anak bangsa kita yang telah dicuci otaknya dan diganti jati dirinya. Semoga Allah SWT melindungi kita dari tikaman pemikiran jahat para orientalis bejat yang terkutuk, yang telah tega-teganya melacurkan aqidah mahasiswa muslim. Amien ya rabbal 'alamin. Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc. BUDI UTOMO Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers Got a little couch potato? Check out fun summer activities for kids. ____________________________________________________________________________________ Luggage? GPS? Comic books? Check out fitting gifts for grads at Yahoo! Search http://search.yahoo.com/search?fr=oni_on_mail&p=graduation+gifts&cs=bz --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Antum menerima E-Mail ini karena antum tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
