--- Ahmad Wanto Situmorang
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> PEMIKIRAN SALAFI
> 
> Yang dimaksud dengan "Pemikiran Salafi" di sini
> ialah kerangka berpikir
> (manhaj fikri) yang tercermin dalam pemahaman
> generasi terbaik dari ummat
> ini. Yakni para Sahabat dan orang-orang yang
> mengikuti mereka dengan
> setia, dengan mempedomani hidayah Al-Qur'an dan
> tuntunan Nabi SAW.
> 
> Kriteria Manhaj Salafi yang Benar
> Yaitu suatu manhaj yang secara global berpijak pada
> prinsip berikut :
> 
> Berpegang pada nash-nash yang ma'shum (suci), bukan
> kepada pendapat para
> ahli atau tokoh.
> 
> Mengembalikan masalah-masalah "mutasyabihat" (yang
> kurang jelas) kepada
> masalah "muhkamat" (yang pasti dan tegas). Dan
> mengembalikan masalah yang
> zhanni kepada yang qath'i.
> 
> Memahami kasus-kasus furu' (kecil) dan juz'i (tidak
> prinsipil), dalam
> kerangka prinsip dan masalah fundamental.
> 
> Menyerukan "Ijtihad" dan pembaruan. Memerangi
> "Taqlid" dan kebekuan.
> 
> Mengajak untuk ber-iltizam (memegang teguh) akhlak
> Islamiah, bukan meniru
> trend.
> 
> Dalam masalah fiqh, berorientasi pada "kemudahan"
> bukan "mempersulit".
> 
> Dalam hal bimbingan dan penyuluhan, lebih memberikan
> motivasi, bukan
> menakut-nakuti.
> 
> Dalam bidang aqidah, lebih menekankan penanaman
> keyakinan, bukan dengan
> perdebatan.
> 
> Dalam masalah Ibadah, lebih mementingkan jiwa
> ibadah, bukan formalitasnya.
> 
> Menekankan sikap "ittiba'" (mengikuti) dalam masalah
> agama. Dan
> menanamkan semangat "ikhtira'" (kreasi dan daya
> cipta) dalam masalah
> kehidupan duniawi.
> 
> Inilah inti "manhaj salafi" yang merupakan khas
> mereka. Dengan manhaj
> inilah dibinanya generasi Islam terbaik, dari segi
> teori dan praktek.
> Sehingga mereka mendapat pujian langsung dari Allah
> di dalam Al-Qur'an
> dan Hadits-Hadits Nabi serta dibuktikan kebenarannya
> oleh sejarah.
> Merekalah yang telah berhasil mentransfer Al-Qur'an
> kepada generasi
> sesudah mereka. Menghafal Sunnah. Mempelopori
> berbagai kemenangan
> (futuh). Menyebarluaskan keadilan dan keluhuran
> (ihsan). Mendirikan
> "negara ilmu dan Iman". Membangun peradaban robbani
> yang manusiawi,
> bermoral dan mendunia. Sampai sekarang masih
> tercatat dalam sejarah.
> 
> Citra "Salafiah" Dirusak oleh Pihak yang Pro dan
> Kontra
> Istilah "Salafiah" telah dirusak citranya oleh
> kalangan yang pro dan
> kontra terhadap "salafiah". Orang-orang yang
> pro-salafiah - baik yang
> sementara ini dianggap orang dan menamakan dirinya
> demikian, atau yang
> sebagian besar mereka benar-benar salafiyah - telah
> membatasinya dalam
> skop formalitas dan kontroversial saja, seperti
> masalah-masalah tertentu
> dalam Ilmu Kalam, Ilmu Fiqh atau Ilmu Tasawuf.
> Mereka sangat keras dan
> garang terhadap orang lain yang berbeda pendapat
> dengan mereka dalam
> masalah-masalah kecil dan tidak prinsipil ini.
> Sehingga memberi kesan
> bagi sementara orang bahwa manhaj Salaf adalah
> metoda "debat" dan
> "polemik", bukan manhaj konstruktif dan praktis. Dan
> juga mengesankan
> bahwa yang dimaksud dengan "Salafiah" ialah
> mempersoalkan yang
> kecil-kecil dengan mengorbankan hal-hal yang
> prinsipil. Mempermasalahkan
> khilafiah dengan mengabaikan masalah-masalah yang
> disepakati.
> Mementingkan formalitas dan kulit dengan melupakan
> inti dan jiwa.
> 
> Sedangkan pihak yang kontra-salafiah menuduh faham
> ini "terbelakang",
> senantiasa menoleh ke belakang, tidak pernah menatap
> ke depan. Faham
> Salafiah, menurut mereka, tidak menaruh perhatian
> terhadap masa kini dan
> masa depan. Sangat fanatis terhadap pendapat
> sendiri, tidak mau mendengar
> suara orang lain. Salafiah identik dengan anti
> pembaruan, mematikan
> kreatifitas dan daya cipta. Serta tidak mengenal
> moderat dan pertengahan.
> 
> Sebenarnya tuduhan-tuduhan ini merusak citra
> salafiah yang hakiki dan
> penyeru-penyerunya yang asli. Barangkali tokoh yang
> paling menonjol dalam
> mendakwahkan "salafiah" dan membelanya mati-matian
> pda masa lampau ialah
> Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah beserta muridnya Imam
> Ibnul-Qoyyim. Mereka
> inilah orang yang paling pantas mewakili
> gerakan"pembaruan Islam" pada
> masa mereka. Karena pembaruan yang mereka lakukan
> benar-benar mencakup
> seluruh disiplin ilmu Islam.
> 
> Mereka telah menumpas faham "taqlid", "fanatisme
> madzhab" fiqh dan ilmu
> kalam yang sempat mendominasi dan mengekang
> pemikiran Islam selama
> beberapa abad. Namun, di samping kegarangan mereka
> dalam membasmi
> "ashobiyah madzhabiyah" ini, mereka tetap menghargai
> para Imam Madzhab
> dan memberikan hak-hak mereka untuk dihormati. Hal
> itu jelas terlihat
> dalam risalah "Raf'l - malaam 'anil - A'immatil
> A'lam" karya Ibnu
> Taimiyah.
> 
> Demikian gencar serangan mereka terhadap "tasawuf"
> karena
> penyimpangan-penyimpangan pemikiran dan aqidah yang
> menyebar di dalamnya.
> Khususnya di tangan pendiri madzhab "Al-Hulul
> Wal-Ittihad" (penyatuan).
> Dan penyelewengan perilaku yang dilakukan para orang
> jahil dan yang
> menyalahgunakan "tasawuf" untuk kepentingan
> pribadinya. Namun, mereka
> menyadari tasawuf yang benar (shahih). Mereka memuji
> para pemuka tasawuf
> yang ikhlas dan robbani. Bahkan dalam bidang ini,
> mereka meninggalkan
> warisan yang sangat berharga, yang tertuang dalam
> dua jilid dari "Majmu'
> Fatawa" karya besar Imam Ibnu Taimiyah. Demikian
> pula dalam beberapa
> karangan Ibnu-Qoyyim. Yang termasyhur ialah
> "Madarijus Salikin syarah
> Manazil As-Sairin ila Maqomaat Iyyaka Na'budu wa
> Iyyaka Nasta'in", dalam
> tiga jilid.
> 
> Mengikut Manhaj Salaf Bukan Sekedar Ucapan Mereka
> Yang pelu saya tekankan di sini, mengikut manhaj
> salaf, tidaklah berarti
> sekedar ucapan-ucapan mereka dalam masalah-masalah
> kecil tertentu. Adalah
> suatu hal y ang mungkin terjadi, anda mengambil
> pendapat-pendapat salaf
> dalam masalah yang juz'i (kecil), namun pada
> hakikatnya anda meninggalkan
> manhaj mereka yang universal, integral dan seimbang.
> Sebagaimana juga
> mungkin, anda memegang teguh manhaj mereka yang
> kulli (universal), jiwa
> dan tujuan-tujuannya, walaupun anda menyalahi
> sebagian pendapat dan
> ijtihad mereka.
> 
> Inilah sikap saya pribadi terhadap kedua Imam
> tersebut, yakni Imam Ibnu
> Taimiyah dan Ibnul-Qoyyim. Saya sangat menghargai
> manhaj mereka secara
> global dan memahaminya. Namun, ini tidak berarti
> bahwa saya harus
> mengambil semua pendapat mereka. Jika saya melakukan
> hal itu berarti saya
> telah terperangkap dalam "taqlid" yang baru. Dan
> berarti telah melanggar
> manhaj yang mereka pegang dan perjuangkan sehingga
> mereka disiksa
> 
=== message truncated ===


ASSALAMUALAIKUM,,, benar-benar mencerahkan. makasih.
hanya allah yang bisa memberi balasan sebaik-baiknya.  


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke