Haruskah berjihad ke Palestina?<http://attanzil.wordpress.com/2009/01/04/haruskah-berjihad-ke-palestina/>
Sekarang kita dapat menyaksikan berita-berita tentang demonstrasi untuk mengutuk kebiadaban Zionis Israel, yang telah memborbardir wilayah jalur Gaza dan menewaskan kurang lebih 380 lebih jiwa baik dari kalangan anak-anak, wanita dan kelompok HAMAS. Dalam demonstrasi kita lihat orang-orang yang saya pikir sangat aneh sekali, terutama kalangan Mahasiswa, yang katanya kaum intelek namun pola pikirnya nyeleneh sekali. Membakar-bakar bendera Israel, menginjak-injak photo Bush, terus ada retorika, satu orang dipukul-pukul sebagai retorika betapa lemahnya rakyat Palestina dibantai Israel. Disamping itu pula ada berita para sukarelawan yang ingin berjihad untuk Palestina, lalu apakah mereka sudah paham siapa dan apa yang mereka bela. Jadi orang-orang yang ingin berjihad kesana, jihad untuk siapa ? Untuk membela negara "Palestina", untuk Hamaskah atau lainnya? Jika jelas apa yang di bela yakni Jihad Fii sabilillah, yakni menegakan kalimat Allah sayapun akan turut serta… namun jika tidak jelas apa yang di bela, maka JIHAD itu hanya nisbi saja… *Allah Ta'ala berfirman: Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Muhammad: 7)* * * *Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (al-Ankabut: 69)* Dari Abu Musa, yakni Abdullah bin Qais al-Asy'ari r.a., ia berkata: "Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam ditanya perihal seseorang yang berperang dengan tujuan menunjukkan keberanian, ada lagi yang berperang dengan tujuan kesukuan, ada pula yang berperang dengan tujuan pamer, Manakah di antara semua itu yang termasuk dalam jihad fi-sabilillah? Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam menjawab: "Barangsiapa yang berperang dengan tujuan agar kalimat Allah - Agama Islam - itulah yang luhur, maka ia disebut jihad fi-sabilillah." (HR. Al-Bukhari (no. 2810, 3126), Muslim (no. 1904) dan Ahmad (IV/392, 397, 402, 405, 417, Riyadhus Sholihin No. 8). Sudah jelas dari Firman Allah dan Hadist tersebut diatas bahwa JIHAD FISABILLILLAH adalah untuk meninggikan kalimat Allah, bukan yang lainnya. Sedangkan yang kita lihat antara HAMAS dan FATAH di palestina sana adalah saling gempur dan saling bunuh… lalu apa yang kita bela… Apa yang terjadi sekarang di Palestina dengan di bombardirnya jalur Gaza itu, maka semampunyalah kita berlaku seperti berikut dibawah ini.. *(Berinfaqlah) kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah; mereka tidak dapat (berusaha) di bumi; orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari minta-minta. Kamu kenal mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang secara mendesak. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengatahui. (Al Baqarah : 273)* Dari Abu Musa r.a., ia berkata: "Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam bersabda: "Seorang mu'min terhadap mu'min yang lain itu adalah sebagai bangunan yang sebagiannya mengukuhkan kepada bagian yang lainnya," dan beliau shalallahu 'alahi wasallam menjalinkan antara jari-jarinya." (Muttafaq 'alaih) *Keterangan: *Dalam menguraikan Hadis di atas. Imam al-Qurthubi berkata sebagai berikut: "Apa yang disabdakan oleh Rasulullah shalallahu 'alahi wasallam itu adalah sebagai suatu tamsil perumpamaan yang isi kandungannya adalah menganjurkan dengan sekeras-kerasnya agar seorang mu'min itu selalu memberikan pertolongan kepada sesama mu'minnya, baik pertolongan apapun sifatnya (asal bukan yang ditujukan untuk sesuatu kemungkaran), Ini adalah suatu perintah yang dikukuhkan yang tidak boleh tidak, pasti kita laksanakan. Perumpamaan yang dimaksudkan itu adalah sebagai suatu bangunan yang tidak mungkin sempurna dan tidak akan berhasil dapat dimanfaatkan atau digunakan, melainkan wajiblah yang sebagian dari bangunan itu mengukuhkan dan erat-erat saling pegang-memegang dengan yang bagian lain. Jikalau tidak demikian, maka bagian-bagian dari bangunan itu pasti berantakan sendiri-sendiri dan musnahlah apa yang dengan susah payah didirikan. Begitulah semestinya kaum Muslimin dan mu'minin antara yang seorang dengan yang lain, antara yang sekelompok dengan yang lain, antara yang satu bangsa dengan yang lain. Masing-masing tidak dapat berdiri sendiri, baik dalam urusan keduniaan, keagamaan dan keakhiratan, melainkan dengan saling tolong-menolong, bantu-membantu serta kukuh-mengukuhkan. Manakala hal-hal tersebut di atas tidak dilaksanakan baik-baik, maka jangan diharapkan munculnya keunggulan dan kemenangan, bahkan sebaliknya yang akan terjadi, yakni kelemahan seluruh ummat Islam, tidak dapat mencapai kemaslahatan yang sesempurna-sempurnanya, tidak kuasa pula melawan musuh-musuhnya ataupun menolak bahaya apapun yang menimpa tubuh kaum Muslimin secara keseluruhan. Semua itu mengakibatkan tidak sempurnanya ketertiban dalam urusan kehidupan duniawiyah, juga urusan diniyah (keagamaan) dan ukhrawiyah. Malahan yang pasti akan ditemui ialah kemusnahan, malapetaka yang bertubi-tubi serta bencana yang tiada habis-habisnya. Mereka orang-orang-orang yang ada di Jalur Gaza butuh dana dan obat-obatan…dan ini juga yang diserukan oleh MUI, "Indonesia (MUI) mengimbau agar memberikan bantuan berupa uang dan obat-obatan ke Jalur Gaza. Hal ini dinilai lebih efektif daripada mengirimkan relawan untuk berjihad di Palestina." ujar Ketua MUI Amidhan kepada detikcom, Senin (29/12/2008)." *Perintah untuk pergi berjihad* *Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (aT-Taubah : 38)* Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhu , ia berkata:Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari penaklukan, yaitu penaklukan kota Mekah: Tidak ada lagi hijrah, yang ada ialah jihad dan niat. Maka bila kamu sekalian diperintahkan berperang, peranglah! (HR Muslim No.3457) Nah, sekarang siapa Imam Kaum Mu'minin yang berhak memerintah perang itu. Dalam kasus sekarang kita dipimpin oleh seorang Presiden yang memimpin sebuah Negara, dan apapun keputusan Presiden itu haruslah kita ikuti selama perintah itu tidak untuk bermaksiat. Dibawah tulisan ini ada fatwa-fatwa diseputar Jihad tanpa izin penguasa. Sekarang kita adapat lihat banyak sukarelawan yang ingin berjihad tanpa bekal yang memadai, seperti kemampuan memegang senjata, strategi berperang….mungkin yang ada dalam benaknya hanya JIHAD dan masuk Surga. Kita tidak bisa menyalahkan para sukarelawan yang melakukan demikian, namun sayang tidak sesuai dengan syari'at. Kita lihat bagaimana Rasulullah dan para sahabatnya berperang untuk Menegakan kalimat Allah, mereka berlatih dan memiliki strategi berperang…jadi tidak asal sukarelawan saja tanpa berpikir bagaimana memenangkan peperangan itu. Demikian akhir tulisan kecil ini…. *Berikut adalah Fatwa-fatwa…* *HUKUM BERJIHAD DENGAN LARANGAN DARI PEMIMPIN* Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan Pertanyaan Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Bagaimana hukum berjihad saat sekarang dengan larangan dari pemimpin ? Jawaban Tidak ada jihad kecuali dengan izin pemimpin karena itu merupakan wewenangnya, jihad tanpa izinnya maka itu merupakan pembangkangan kepadanya. Jihad haruslah dengan pendapat dan izinnya, jika tidak bagaimana engkau berperang tapi engkau bukan dibawah panji dan bukan di bawah kepemimpinan pemimpin kaum musilmin? Pertanyaan. Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Apa syarat-syarat jihad, dan apakah telah terpenuhi pada saat sekarang ? Jawaban Syarat-syarat jihad adalah ma'ruf ; kaum muslimin harus memiliki kekuatan dan kemampuan untuk berjihad melawan orang kafir. Adapun jika tidak ada kemampuan dan kekuatan maka tidak ada jihad. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau ketika berada di Makkah sebelum hijrah tidak diperintahkan untuk berjihad karena mereka tidak mampu, begitu pula wajib berjihad di bawah panji Islam dan dengan perintah pemimpin karena ia adalah orang yang memberikan perintah, yang mengatur yang mengurusi dan yang mengawasi, hal itu merupakan wewenangnya dan bukan wewenang seseorang atau jama'ah mana saja yang pergi atau berperang tanpa izin dari pemimpin. Pertanyaan Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan ditanya : Orang yang berjihad tanpa izin pemimpin kemudian ia terbunuh apakah ia syahid atau tidak ? Jawaban Ia tidak dizinkan dalam hal ini dan perbuatannya (berjihad) bukanlah perbuatan syar'I dan menurut pendapat saya ia tidaklah syahid [Dari Pelajaran Syaikh Shalih Al-Fauzan dari Syarh Bulughul Maram kitab Al-Jihad] [Disalin dari kitab Fatawa Al-Aimmah Fil An-Nawazil Al-Mudlahimmah edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Seputar Terorisme, Penyusun Muhammad bin Husain bin Said Ali Sufran Al-Qathani, Terbitan Pustaka At-Tazkia] *BOLEHKAH JIHAD KE AFGHANISTAN TANPA SEIZIN PENGUASA* Pertanyaan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani ditanya : Bolehkah seorang muslim berjihad di Afghanistan tanpa seizing penguasa atau pemimpinnya ? Jawaban. Pintu jihad selalu terbuka. Akan tetapi jika jihad tidak teratur dan tanpa persetujuan pemerintah Islam maka akan berakibat bencana yang dahsyat serta akan menyebabkan kondisi yang buruk seperti kondisi di Palestina. [Disalin dari kitab Majmu'ah Fatawa Al-Madina Al-Munawarrah, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Al-Albani, Penerjemah Adni Kurniawan, Penerbit Pustaka At-Tauhid] -- http://adanipermana.co.cc http://www.space-it.co.cc --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
