Subhanallah..tukang bakso yang tekun dan konsisten dengan perencanaannya.

2009/1/21 Dee Na <[email protected]>

> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Cerita bagus .....
>
> * *
> ------------------------------
>
> *Jawaban Sederhana Penuh Makna*
>
>
> Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus
> tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang
> belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu
> menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
>
> Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara
> tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka
> keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso
> setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?
>
> "Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.
>
>
> Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...
>
> Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
> membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu
> disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue
> semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
>
> "Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali
> ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang
> bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja,
> Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi
> hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita
> penyempurnaan iman ".
>
> "Maksudnya.....?", saya melanjutkan bertanya.
>
>  "Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan
> sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :
>
> 1.      Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup
> sehari - hari Emang dan keluarga.
>
> 2.    Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk
> melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang
> bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang
> ukuran sedang saja.
>
> 3.    Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama
> yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu,
> untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang
> besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di
> setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan
> sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun
> menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah
> haji.
>
> Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh
> sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang
> memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum
> tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan
> seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
>
> Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang
> bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk
> memiliki kemampuan dalam biaya....".
>
> Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal
> mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak
> RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.
>
> *Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan
> untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri
> sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia
> tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu",
> maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan
> memberi kemampuan pada kita".*
>
> "Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso".
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke