thanks deena, ceritanya... jadi bikin aku terhentak 

--- Pada Kam, 22/1/09, Dee Na <[email protected]> menulis:
Dari: Dee Na <[email protected]>
Topik: [mediamusliminfo] Cerita Tukang Bakso
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 10:45 AM

Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Cerita bagus ..... 



Jawaban Sederhana Penuh Makna 
 
Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman 
di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar 
menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di 
setiap sore di musim hujan ini. 
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. 
.tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan 
tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - 
anak, siapa yang mau bakso ? 
"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab. 

 
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ... 
Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu 
disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam 
kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini. 

 
"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada 
tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso 
yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya 
ingin
 memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / 
tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman ". 
"Maksudnya.....?", saya melanjutkan bertanya. 
 "Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan 
sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :


1.      Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup 
sehari - hari Emang dan keluarga. 
2.    Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk 
melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang 
bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran 
sedang saja. 
3.    Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang 
Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk 
melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka 
Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan 
harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan 
sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 
tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah
 haji. 
Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah 
jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib 
sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki 
fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di 
balik tidak mampu atau belum ada rejeki. 
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang 
bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk 
memiliki kemampuan dalam biaya....". 
Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu 
atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan 
hak pak Camat ataupun MUI. 
Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk 
mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang 
tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. 
Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah 
dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada 
kita". 
"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso". 









      Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. 
http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam  Google Groups yaitu 
"Media Muslim Group". (Group Situs  http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan 
lain-lainnya ke [email protected]
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah 
menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan 
apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian 
satu-per-satu. 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi 
http://groups.google.com/group/mediamusliminfo
Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan 
http://www.kisahislam.com
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke