I was wondering... Kenapa yahudi melakukan gencat senjata sepihak hanya sehari sebelum obama dilantik? begitu juga sebelumnya sewaktu perang iraq-kuwait berhenti sehari sebelum clinton dilantik sebagai presiden US. Apakah ini bukan sebuah rekayasa amrik untuk menghabiskan peluru ke para shuhada daripada persediaan menumpuk digudangnya??? sebagaimana kita ketahui kubu demokrat tidak gila perang sebagaimana kubu republik, maka sekarang saatnya obama mengumpulkan dana kembali untuk mengembalikan perekonomian yang sudah hampir bangkrut karena kegilaan perang republik. bagaimana tanggapan saudara/i sekalian?
--- Pada Kam, 22/1/09, masjhud <[email protected]> menulis: Dari: masjhud <[email protected]> Topik: [mediamusliminfo] Re: hamas tangguh tak terkalahkan!! Kepada: [email protected] Tanggal: Kamis, 22 Januari, 2009, 11:50 AM -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Rief H Sent: 21 Januari 2009 8:32 To: [email protected] Subject: [mediamusliminfo] Re: hamas tangguh tak terkalahkan!! +: Selain HAMAS yang memang tangguh, ana pikir target sebenarnya ZIONIS ISRAEL kemungkinan bukanlah HAMAS, tapi generasi-generasi muda Bangsa Palestina. Bisa kita lihat bahwa korban sipil yang jumlahnya tidak sedikit adalah anak-anak dan kaum hawa. -: Jelas, targetnya bukan hamas. Begitu banyak korban, berapa yang hamas? Hamas hanyalah alasan untuk membenarkan penyerangan Israel thd. Gaza, seperti meledaknya WTC sbg. alasan yg membenarkan penyerangan AS atas Afganistan, atau tuduhan bahwa Irak menyimpan senjata pemusnah massal sbg alasan AS menyerang Irak. Perhatikan polanya. Tangguh? +: Pernah penguasa Zionis Israel mengatakan bahwa agresi militer mereka telah berhasil. Walaupun serangan terus dilakukan. -: Suatu penyerangan tanpa perlawanan. Seperti dinyanyikan Michael Heart: .....without a fight. Berhasil? +: Kalau memang benar target mereka sebenarnya adalah generasi-generasi penerus Bangsa Palestina, sungguh tidak cukup Zionis Israil disebut sebagai penjahat perang. -: Memang benar, bukan sekedar penjahat perang. Tapi sejauh mana dunia bisa mengadilinya? Wallahu alam bissawab. Riefh ----- Original Message ----- From: <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, January 20, 2009 9:12 AM Subject: [mediamusliminfo] hamas tangguh tak terkalahkan!! Ass Wr Wb... Alhamdulillah pertempuran di gaza berakhir dengan gencatan senjata sepihak, dalam hal ini Israel menghentikan serangannya sepihak..ini menunjukkan bahwa HAMAS SANGAT TANGGUH UNTUK DITAKLUKKAN, pengumumnan gencatan senjata tersebut mengindikasikan bahwa Israel gagal dalam melakukan misinya, mereka hanya berhasil membunuh warga sipil terutama anak-anak...berkat pertolongan Alloh dan Do'a umat muslim di dunia Bangsa Palestina dan Hamas berhasil membuat Israel terpuruk dimata dunia, dan kemugkinan besar bisa diseret ke mahkamah Internasiomal akibat pelanggaran HAM BERAT... buat para syuhada semoga Perjuangannya tak akan pernah sia-sia, dan mendapat tempat terindah di sisiNYA... Wassalam hanief arief Kenapa kita harus mendukung kemerdekaan Palestina ? > > > > Ngapain sih mendukung Palestina? > > Kalau ada ribut-ribut di negara-negara Arab, misalnya di Mesir, Palestina, > atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan terhadap > Negara > tersebut.. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina diserang. Ngapain sih > mendukung Palestina? > > Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita bukan > orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah, dan juga > karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak berpengaruh pada > kegiatan kita sehari-hari. > > Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia malah > berhutang dukungan untuk Palestina. > > Sukarno- > Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada 17 > Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure) sebagai > negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari bangsa-bangsa > lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan dari tokoh > tokoh > Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia bisa berdaulat. > > Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan > Mesir, seperti dikutip dari buku "Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar > Negeri" yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan > Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh. > Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan Perdana > > > Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini > diterbitkan) > , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution. > > M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya > pada > hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata > Palestina > terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain belum berani > untuk memutuskan sikap. > Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini -mufti > besar Palestina-secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia: > > ".., pada 6 > September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan 'ucapan > selamat' mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau melarikan diri ke > Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan > 'pengakuan Jepang' atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang disiarkan radio > tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan, bahkan harian > "Al-Ahram" yang terkenal telitinya juga menyiarkan." Syekh Muhammad Amin > Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan > menyambut kedatangan delegasi "Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia" dan > memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak > diketahui > generasi sekarang, mungkin juga para pejabat dinegeri ini. > > Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta > benar-benar > memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang Palestina yang sangat > > > bersimpati terhadap perjuangan Indonesia , Muhammad Ali Taher. Beliau > adalah > seorang saudagar kaya Palestina yang spontan menyerahkan seluruh uangnya > di > Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan berkata: "Terimalah semua > kekayaan > saya ini untuk memenangkan perjuangan Indonesia .." > > Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI > pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang > disusul > oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI untuk > secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.. > Pengakuan > itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan negara-negara > merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan & pembahasan tentang > Indonesia di lembaga internasional. > > Dukungan Mengalir Setelah Itu > > Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menjadi > sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk 'Panitia > Pembela > Indonesia '. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga > internasional > PBB dan Liga Arab sangat gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam > pembahasan di dalam sidang lembaga tersebut. > > Di jalan-jalan terjadi demonstrasi-demonstrasi dukungan kepada Indonesia > oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris atas > Surabaya > 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya , demonstrasi > anti > Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya Mesir. Sholat ghaib > dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur > Tengah untuk para syuhada yang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat > itu. > > Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum > Pasca > Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat kapal > "Volendam" milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah sampai di > Port > Said. > > Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu. > Mereka > menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih -tanda > solidaritas-berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau > blokade terhadap motor-motor-boat perusahaan asing yang ingin menyuplai > air > & makanan untuk kapal "Volendam" milik Belanda yang berupaya melewati > Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat besar > pengangkut logistik untuk "Volendam" bergerak dengan dijaga oleh 20 orang > polisi bersenjata beserta Mr. Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal > Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. > Namun > hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir. > > Wartawan 'Al-Balagh' pada 10/8/47 melaporkan: > > > "Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar itu > dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang kamar > stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan motor-boat > besar > itu kejuruan lain." > > Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan menakut-nakuti Barat > dengan kebangkitan Nasionalisme-Islam di Asia dan Dunia Arab. "Kebangkitan > Islam di negeri Muslim terbesar di dunia seperti di Indonesia akan > menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya untuk membebaskan diri dari > Eropa." > > Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang > saat > ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran bangsa > bangsa > Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan kita..(Lihat foto > bung Hatta, Hj Agus Salim, Mufti Palestina, dan pemimpin Mesir di > attachement supaya kita kenal wajah wajah dari tokoh pembela Indonesia > ini) > > Statement Tokoh dalam buku ini: > > Dr. Moh. Hatta: > "Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan > pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia sebagai > negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup bagi > Belanda > untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu dilakukannya di > masa-masa yang lampau." > > A.H. Nasution: > "Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu mengakui > RI > dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan jang paling > dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di luar negeri. > Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen, memelopori pengakuan de jure RI > bersama Afghanistan dan IranTurki mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan > hasil > perdjuangan diplomat-2 revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap > luas di negara-2 Timur Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, > jang harus terus dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD '45 : > "ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, > perdamaian > abadi dan keadilan sosial". > "Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta mencintai > antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu anggota berasa > sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan tidak dapat tidur." > (HR > Bukhari) > > > Ada Naruto, Sandra Dewi dan MU di Yahoo! Indonesia Top Searches 2008. http://id.promo.yahoo.com/topsearches2008 --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Anda menerima E-Mail ini karena Anda tergabung dalam Google Groups yaitu "Media Muslim Group". (Group Situs http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com). Kirim artikel, pendapat/opini, informasi dan lain-lainnya ke [email protected] ------------------------------------------------------------------------------------------------------ Perhatian: Setiap Content ataupun Tulisan yang ada pada email ini bukanlah menggambarkan http://www.mediamuslim.info karena hal tersebut merupakan apresiasi setiap members groups yang tidak mungkin kami perhatian satu-per-satu. ------------------------------------------------------------------------------------------------------- Untuk Keterangan lebih lanjut kunjungi http://groups.google.com/group/mediamusliminfo Dan jangan lupa kunjungi http://www.mediamuslim.info dan http://www.kisahislam.com -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
