Irwan Hadi wrote:
>
> At 09:44 10/03/2000 +0800, **Ade Junaedi Ahmad**, has written a message,
> and here is the reply :
> >Itu belum sebarapa parah,disini lebih parah mis. banyak aturan dilarang
> >merokok, di foor curt yg nggak pake ac pun kalo indoor sering nggak
<deleted>
> Ya, mungkin di Singapore, orang terbiasa ngomong bahasa Ko i (Hokkian/ Ke /
> ?), kan biasa ngomongnya pendek pendek, karena dalam bahasa China, satu
> bunyi menunjukkan satu kata.
> Jadi kalau I love You, jadi Wo Ai ni (cepet kan bacanya?), heheheh ;)
>
hahaha...ada yg ngerti ko i juga rupanya...bukan begitu..tapi memang bhs
inggris disini nggak bagus koq..bahkan saya dengar dari teman saya, guru
bhs inggris dia yg berasal dari england pun pertama kali ke sini nggak
ngerti. Bukan cuma ngomongnya yg singkat2 aja , tapi spellingnya juga
agak beda.
Tapi kalo disini mungkin akan cepat ngerti bhs inggris, karena papan
pengumuman dalam 4 bhs, inggris, mandarin(ko i ), bhs melayu ( biasanya
org Indonesia ngerti ),dan thamil ( salah satu bhs yg terbesar
pemakainya di India ). Tapi jangan kaget kalo bhs inggrinya juga rada
broken english hehehehehehe. Mungkin memang bhs inggris perlu dipakai
secara luas. Buktinya di malaysia sopir taxi pada bisa bhs inggris tuh,
jadi ini masalah kebiasaan. Mereka juga sama 2 banyak menyerap kata2
asing di 'melayu'-kan. Biasanya ini dipakai kata2 yg memang nggak ada di
bhs mereka. Seperti misalnya 'kad'=card, 'enjin'=engine, dan mereka pada
umumnya akan mengucapkan sama dgn bhs aslinya. Berbeda dgn penyerapan
kata asing ke bhs indonesia, taxi menjadi taksi. nah kalo yg begini2
saya pikir mbah dukun tahu nih. Saya pikir bhs Indonesia memang bhs yg
masih sangat muda, dan belum mempunyai istilah2 yg cocok science.
Ade
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]