On Tue, 14 Mar 2000, Eko Agung wrote:
> Untuk mengukur seberapa berkualitasnya lulusan suatu UNV yang penting
> tolak ukurnya seberapa banyak para lulusannya dapat di terima di
> masarakat kerja yang sesuai dengan jurusan / bidangnya. Jika lulusan
> dari suatu UNV banyak tapi bekerja pada bidang yang tidak sesuai maka
> perlu dipertanyakan apa sebabnya ????.
Ini adalah salah satunya proses simplifikasi dalam menilai kualitas Uni.
Banyak Univ/Jurusan top di Amerika yang diakui mutunya walau sebagian
besar lulusannya tidak bekerja sesuai dg bidang dan jurusannya..
Misal jurusan Filsafat atau Sejarah.. banyak lulusan jurusan Filsfat yang
menjadi CEO atau Manager yang top.. (di luar bidang khan.. kenapa mereka
nggak jadi "filsuf" saja...???). Begitu juga banyak lulusan Fisika
(he.he.h.e speerti saya) yang tidak bekerja sebagai fisikawan... (juga di
LN). Persh seperti GM (General Motor) malah menyaratkan untuk manager
pemasaran harus memiliki background filsafat...8-)
Nah Universitas itu sebetulnya bukan mendidik orang sebagai tenaga kerja
(kalau itu namanya pelatihan atau politeknik).. di Jerman sendiri
dibedakan antar Fachhochscule dan Universitaet.
Jadi penerapan pengukuran kualitas lulusan hanya dari bidang tempat dia
kerja,.. tentu kurang tepat.
Sebetulnya ini adalah contoh kesimpang siuran antara pemahaman standard
profesi, dan standard akademik 8-)
IMW
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]