Saya pagi ini mendengar perbincangan RRI Pro2 Fm dengan Ketua YLKI,
dia punya ide, untuk menghilangkan penyelundupan sbb(karena di sinyalir,
pasokan BBM kurang karena sebagian
di Selundupkan, selain memang Kilang hasil KKN di balongan rusak),
ada baiknya Subsidi BBM di hilangkan, sekarang bisa kita bayangkan
untuk orang yang Make kendaraan Diesel spt Pather, pemerintah subsidi
Rp.1.100,- /Per Liter
kalau anda pake 10 lt, berarti subsidinya Rp. 11.000 /per liter, kali kan
saja dengan 1 Jt penduduk JKT
yang memiliki kendaraan diesel, besar sekali per harinya, demikian juga
dengan BBM yang lain spt premium dan Premix
pemerintah masih kasih subsidi ke pada Rakyat " golongan Menengah ke atas",
dan di sinyalir ada permainan orang-2 Gede di pemerintahan dan pertamina
yang menjual BBM ke singapore dan malaysia
karena keuntungan mereka bisa 100%, misalkan anda punya modal 1M aja beli
dech beberapa KL (kilo liter) kemudian di jual
secara terang-2an di sekitar P. Seribu atau di Kep. Riau, maka keuntngan
bisa luar biasa.
saya jadi inget waktu dulu orang selalu bangga pakai Sepatu atau Baju dari
Singapore yang pada kenyataannya
buatan Indonesia, di export ke s'pore di ganti lebel dan dijual lagi ke
orang Indonesia,
ternyata kejadian ini berulang, Import BBM hasil negara Sendiri.
saya pikir pemerintah hendaknya Sudah SAATNYA MENCABUT subsidi BBM dan
biaya Subsidi yang sangat Besar itu,
di alokasikan untuk pendidikan murah misalnya, atau kesehatan untuk rakyat
misalnya,
akan tetapi ini harus di lakuakan secara transparant, jadi saya pikir
Temen-2 Mahasiswa ada baiknya mulai
Paham dan belajar utk mengerti jangan denger ada issue BBM mau naik meraka
DEMO katanya untuk membela "Rakyat kecil yang Punya Mobil"
memang ada efek yang pasti kalau BBM Naik, semua harga pasti naik, akan
tetapi kalau ada Kontrol dari pemerintah secara
Transparant pasti bisa di atasi koq, kan tinggal di lihat aja misalnya satu
product itu kandungan BBM dari satu product itu berapa
persen, tinggal dihitung saja, kemudian di kalikan dengan selisih kenaikan
BBM, jangan gara-2 BBM naik maka semua orang cari kesempatan naikin Harga,
kasihan rakyat kecil donk,
Gimana kalau bikin Polling aja nich, Saya sich setuju BBM di hilangkan
Subsidinya, asalkan Subsidi yang biasanya utk BBM
di alokasikan untuk hal yang jelas dan Transparan.
Adjie
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Wednesday, July 26, 2000 8:13 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [GUNADARMA] SORRY O'OT !!! PREMIUM HILANG DI PASARAN ?
Beberapa hari yg lalu memang dibilang stock bahan bakar hanya cukup utk 18
hari..( kompas apa astaga yaa agak lupa)..tapi dari dulu memang banyak yg
diselundupkan keluar sih. Jadi dgn adanya subsidi yg diuntungin bukan
rakyat
sih , karena konsumsi rakyat sagat kecil presentasenya dibanding industri.
Cuma yg jadi masalah sekarang daya beli turun sehingga kalo subsidi
dikurangi/hilang sama sekali akan timbul masalah.
Di singapura harga bensin 1 SGD lebih dikit..( 5000 rupiahan), di malaysia
1
ringgit lebih dikit ( 2000-an ), padahal jarak sangat dekat ke batam,
makanya mengundang 'peluang' buat org2 yg 'cerdik' dan itu sudah lama
terjadi. Beberapa th yg lalu, di kompas di muat penyelundup solar di tahan
karena menjual dari batam ke singapura. Makanya hal ini menjadi simalakama
buat kita. Yg sudah terjadi sih banyak org jual beras dari sumatra ke
Penang, makanya sekarang harga beras di ketiga negara tsb relatif sama.
Mestinya memang ada yg sumbang ide utk mengatasi masalah ini.
Ade
Riko MS wrote:
> At 15:58 25-07-2000 +0700, you wrote:
> >Rekan - rekan,
> >
> >Supir saya bilang bahwa hari ini Premium tidak tersedia (hilang) dari
> >pasaran pulau Jawa dan Bali sehingga supir saya tidak bisa isi bensin.
> >Ada yang tahu kebenaran berita ini ? Atau supir saya hanya mendengar
> >kabar burung ?
>
> Benar itu. Siang ini saya terpaksa isi premix karena premium habis. Udah
> gitu antriannya panjaaang banget.
>
> rms
>
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]