Masalah BBM lebih banyak unsur politisnya dan saya rasa mahasiswa juga
terjebak dalam isu ini.
Mahasiswa kan banyak yang semangatnya menggebu-gebu, tetapi cara berpikir
komprehensifnya mungkin harus ditingkatkan.
Dengan menaikkan BBM Rp.150/liter/tahun sebenarnya rakyat kecil lebih banyak
diuntungkan.
Kenaikan BBM tentu akan memberikan efek kenaikan Biaya Transportasi, tetapi
tidak akan banyak berpengaruh terhadap Transportasi Umum dimana satu
kendaraan dinaiki oleh banyak orang, sedangkan pemilik mobil pribadi yang
tentu saja lebih berada harus lebih siap memerima kenaikan Biaya Transpor.
Sekarang ini kan Subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh pemilik mobil
pribadi, jadi yang disubsidi orang berada. Ini tidak sehat.
Jadi pengurangan subsidi yang dilakukan secara berangsur memang harus
dilakukan, supaya terjadi efisiensi dan susidi pengurangan subsidi tersebut
dapat digunakan untuk kepentingan lain.
Subsidi BBM sampai saat ini adalah 23 Trilyun Rupiah/Tahun dan ini sama
artinya dengan Pabrik senilai 10 Milyard sebanyak 2300 Buah!!!
Bayangkan berapa banyak TK Langsung yang dapat diserap oleh 2300 Buah
Pabrik.
Belum efek multipliernya, berapa TK Tak Langsung yang akan terserap,
pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan kesejahteraan yang otomatis akan
meningkat pula.
Jadi yaa semua pihak harus sadar akan kenyataan yang sedang kita hadapi.
Salam Sejahtera,
----- Original Message -----
From: adjie <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 26, 2000 9:18 AM
Subject: RE: [GUNADARMA] SORRY O'OT !!! PREMIUM HILANG DI PASARAN ?
> Saya pagi ini mendengar perbincangan RRI Pro2 Fm dengan Ketua YLKI,
> dia punya ide, untuk menghilangkan penyelundupan sbb(karena di sinyalir,
> pasokan BBM kurang karena sebagian
> di Selundupkan, selain memang Kilang hasil KKN di balongan rusak),
>
> ada baiknya Subsidi BBM di hilangkan, sekarang bisa kita bayangkan
> untuk orang yang Make kendaraan Diesel spt Pather, pemerintah subsidi
> Rp.1.100,- /Per Liter
> kalau anda pake 10 lt, berarti subsidinya Rp. 11.000 /per liter, kali kan
> saja dengan 1 Jt penduduk JKT
> yang memiliki kendaraan diesel, besar sekali per harinya, demikian juga
> dengan BBM yang lain spt premium dan Premix
> pemerintah masih kasih subsidi ke pada Rakyat " golongan Menengah ke
atas",
>
> dan di sinyalir ada permainan orang-2 Gede di pemerintahan dan pertamina
> yang menjual BBM ke singapore dan malaysia
> karena keuntungan mereka bisa 100%, misalkan anda punya modal 1M aja beli
> dech beberapa KL (kilo liter) kemudian di jual
> secara terang-2an di sekitar P. Seribu atau di Kep. Riau, maka keuntngan
> bisa luar biasa.
> saya jadi inget waktu dulu orang selalu bangga pakai Sepatu atau Baju dari
> Singapore yang pada kenyataannya
> buatan Indonesia, di export ke s'pore di ganti lebel dan dijual lagi ke
> orang Indonesia,
> ternyata kejadian ini berulang, Import BBM hasil negara Sendiri.
>
> saya pikir pemerintah hendaknya Sudah SAATNYA MENCABUT subsidi BBM dan
> biaya Subsidi yang sangat Besar itu,
> di alokasikan untuk pendidikan murah misalnya, atau kesehatan untuk rakyat
> misalnya,
> akan tetapi ini harus di lakuakan secara transparant, jadi saya pikir
> Temen-2 Mahasiswa ada baiknya mulai
> Paham dan belajar utk mengerti jangan denger ada issue BBM mau naik meraka
> DEMO katanya untuk membela "Rakyat kecil yang Punya Mobil"
>
> memang ada efek yang pasti kalau BBM Naik, semua harga pasti naik, akan
> tetapi kalau ada Kontrol dari pemerintah secara
> Transparant pasti bisa di atasi koq, kan tinggal di lihat aja misalnya
satu
> product itu kandungan BBM dari satu product itu berapa
> persen, tinggal dihitung saja, kemudian di kalikan dengan selisih kenaikan
> BBM, jangan gara-2 BBM naik maka semua orang cari kesempatan naikin
Harga,
> kasihan rakyat kecil donk,
>
> Gimana kalau bikin Polling aja nich, Saya sich setuju BBM di hilangkan
> Subsidinya, asalkan Subsidi yang biasanya utk BBM
> di alokasikan untuk hal yang jelas dan Transparan.
>
> Adjie
>
>
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED] [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Wednesday, July 26, 2000 8:13 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [GUNADARMA] SORRY O'OT !!! PREMIUM HILANG DI PASARAN ?
>
> Beberapa hari yg lalu memang dibilang stock bahan bakar hanya cukup utk 18
> hari..( kompas apa astaga yaa agak lupa)..tapi dari dulu memang banyak yg
> diselundupkan keluar sih. Jadi dgn adanya subsidi yg diuntungin bukan
> rakyat
> sih , karena konsumsi rakyat sagat kecil presentasenya dibanding industri.
> Cuma yg jadi masalah sekarang daya beli turun sehingga kalo subsidi
> dikurangi/hilang sama sekali akan timbul masalah.
>
> Di singapura harga bensin 1 SGD lebih dikit..( 5000 rupiahan), di malaysia
> 1
> ringgit lebih dikit ( 2000-an ), padahal jarak sangat dekat ke batam,
> makanya mengundang 'peluang' buat org2 yg 'cerdik' dan itu sudah lama
> terjadi. Beberapa th yg lalu, di kompas di muat penyelundup solar di tahan
> karena menjual dari batam ke singapura. Makanya hal ini menjadi simalakama
> buat kita. Yg sudah terjadi sih banyak org jual beras dari sumatra ke
> Penang, makanya sekarang harga beras di ketiga negara tsb relatif sama.
> Mestinya memang ada yg sumbang ide utk mengatasi masalah ini.
>
> Ade
>
>
> Riko MS wrote:
>
> > At 15:58 25-07-2000 +0700, you wrote:
> > >Rekan - rekan,
> > >
> > >Supir saya bilang bahwa hari ini Premium tidak tersedia (hilang) dari
> > >pasaran pulau Jawa dan Bali sehingga supir saya tidak bisa isi bensin.
> > >Ada yang tahu kebenaran berita ini ? Atau supir saya hanya mendengar
> > >kabar burung ?
> >
> > Benar itu. Siang ini saya terpaksa isi premix karena premium habis. Udah
> > gitu antriannya panjaaang banget.
> >
> > rms
> >
>
>
>
> * Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
> * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
> * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
>
> * Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
> * Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
> * Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> * Administrator: [EMAIL PROTECTED]
>
>
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]