waduh mbak aku ra melok2 wes, mikir program ae wes mumet opo maneh mikir negoro 
heheehhe

diana vitri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             ALIANSI 
MAHASISWA BELA NEGARA
 DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR
 NEGARA ISLAM INDONESIA KW 9 – FAKSI MA'HAD AL ZAYTUN
 
 Sebagaimana pengalaman pahit yang pernah kami alami, yakni terjebak
 dalam sebuah kegiatan pengajian yang berujung kepada sebuah gerakan
 Islam yang menghendaki tegaknya kembali Negara Islam di Indonesia,
 atau lebih populer dengan sebutan NII/KW 9. Di mana kami diperintahkan
 (diwajibkan) menjalani seluruh aktifitas keagamaan yang sudah baku,
 seperti: berbai'at kepada pimpinan gerakan, mengajak orang lain untuk
 masuk dalam gerakan tersebut, mencari dana dalam pengumpulan infak,
 zakat dan shadaqah, dan berbagai doktrin menghalalkan segala cara.
 Kesemua aktifitas itu, demi berlangsungnya gerakan NII dan pembangunan
 Ma'had Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Nantinya, Ma'had Al Zaytun
 dicitakan sebagai cikal bakal ibu kota (ummul qura) Negara Islam
 Indonesia. Pengalaman kami telah diabadikan diberbagai pemberitaan
 pers dan dunia perbukuan nasional, bahkan dibuktikan secara faktual
 dalam dokumen MUI Pusat dan Balitbang Depag, tragisnya fakta tersebut
 tetap tidak cukup membuka mata hati para pemimpin bangsa ini.
 
 Menyaksikan kenyataan sosial di lapangan, adanya pembiaran terhadap
 tumbuhberkembangnya potensi separatisme, disintegrasi dan penyebaran
 rasa kebencian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
 disertai praktek kriminalitas dan sikap permusuhan terhadap masyarakat
 bahkan kepada sanak saudara sendiri sesama kaum muslimin. Akhirnya,
 dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai anak bangsa, kami merasa
 terpanggil dan tergerak untuk menyuarakan Petisi Keprihatinan ini
 dalam sikap dan tuntutan sebagai berikut :
 
 1. Menuntut Pemerintahan SBY – JK untuk segera menginstruksikan
 POLRI, DEPAG, Kejaksaan Agung dan BIN menindaktegas dan menghentikan
 sekarang juga segala bentuk gerakan kejahatan terorganisir dari
 Gerakan NII KW 9. Sudah cukup banyak jatuh korban disertai fakta dan
 data yang berhasil ditemukan dan disuarakan oleh masyarakat, insan
 pers cetak & elektronika nasional, akademisi, komunitas pesantren dan
 dikuatkan oleh dokumen Laporan Lengkap Team Investigasi MUI Pusat 2002
 yang sudah dianggap final (terpublikasikan) serta dokumen Balitbang
 Depag 2004 yang kini disembunyikan oknum Balitbang Depag hingga tak
 pernah dipublikasikan;
    2. Dengan kesadaran penuh dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa,
 kami mengajak saudara-saudara kami yang masih aktif dalam gerakan NII
 KW 9 – Ma'had Al Zaytun untuk meninggalkan segala bentuk aktifitas
 pelanggaran nilai sosial (kriminalitas), tidak lagi meninggalkan
 Sholat 5 waktu dan berbagai ajaran (doktrin) NII KW 9 seperti Fa'i
 (aktifitas pengumpulan dana dengan menghalalkan segala cara),
 mengkafirkan kedua orang tua dan berbagai doktrin yang menyesatkan.
    3. Menyerukan kepada seluruh Mahasiswa Indonesia untuk SIAGA SATU
 membentengi kampus terhadap berbagai upaya rekrutmen jama'ah NII dari
 berbagai kampus dan segera mendirikan POSKO-POSKO SIAGA SATU NKRI
 MENGHADAPI NII KW 9 – MA'HAD AL ZAYTUN.
 
 Untuk itu kami siap menjadi martir dan saksi terhadap berbagai tindak
 kejahatan sosial dan agama yang diorganisir oleh Gerakan NII KW 9,
 terutama kami siap membuktikan dihadapan pengadilan, bahwa kejahatan
 territorial NII KW 9 dikomandoi oleh Syaykh A.S. Panji Gumilang
 pimpinan Ma'had Al Zaytun, Indramayu – Jawa Barat.
 Korban anak bangsa sudah terlalu banyak, terlalu mahal harga yang
 harus dibayar bila tragedi kemanusiaan ini terus dibiarkan. Segala
 bentuk pembiaran dan penentangan terhadap konspirasi pembusukan
 potensi generasi muda penerus bangsa pasti akan hancur. Bila Aparatur
 Negara terus membiarkan karena dalih `hukum tak mampu menjerat' maka
 pada saatnya kami berkesimpulan, bahwa ini Kejahatan Negara. Semoga
 secarik kertas ini menjauhi kita dari tumpukan dosa dan bala bencana.
 Atas nama wakil dari mantan jama'ah NII dari berbagai kampus,
 
 1. Universitas Indonesia (UI)
    2. STEKPI
    3. BINA NUSANTARA (BINUS)
    4. Universitas SAHID
    5. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
    6. UHAMKA (IKIP Muhammadiyah)
    7. GUNADHARMA
    8. UN Syarief Hidayatullah (IAIN)
    9. Universitas Mustopo Beragama
   10. Universitas JAYABAYA
   11. TRI SAKTI
   12. YAI - Salemba
   13. Universitas Al Azhar
   14. Universitas BOROBUDUR
   15. Bina Sarana Informatika (BSI)
   16. IISIP
   17. Univesitas Nasional (UNAS)
   18. Universitas Pancasila
   19. ISTN
   20. PERBANAS
   21. BINA NUSANTARA (BINUS)
   22. TARUMANEGARA
   23. INDONESIA ESA UNGGUL
   24. IPB
   25. Universitas PAKUAN
   26. ABA - ABI
   27. UNISMA
   28. STIE RAWAMANGUN
   29. ATMAJAYA
   30. SEKOLAH PERAWATAN BINAWAN
 
 SIARAN PRESS :
 KESATUAN MAHASISWA BELA NKRI
 MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 2008
 MENSIKAPI ISU NASIONAL TENTANG MARAKNYA ALIRAN SESAT
 KORBAN GENERASI MUDA, KALANGAN PELAJAR & MAHASISWA
 (DISKRIMINASI ORMAS ISLAM & APARAT HUKUM MENSIKAPI ALIRAN SESAT)
 
 Sepertinya makna Sumpah Pemuda yang mengikrarkan : "Berbangsa Satu,
 bertanah Air Satu dan Berbahasa Satu : INDONESIA" tinggal kenangan,
 slogan, proyek dan komsumsi politik belaka.
 
 Faktanya ratusan ribu generasi muda kita dibawah bayangan ancaman
 serangan membabi-buta dari gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam
 Indonesia Komandemen Wilayah 9 dibiarkan oleh Ormas Islam dan Aparat
 Hukum, terutama MUI Pusat, Mabes Polri dan BIN.
 Fakta dilapangan sampai Oktober 2007 tidak kurang dari 151.000 anggota
 aktif NII KW 9 sudah masuk ke rumah, ke sekolah, ke kampus dan ke
 tempat kerja kita. Berdasarkan sensus kewarganegaraan di NII KW 9 pada
 2002 tercatat 120.000 anggota dan aparat meningkat 25 % dalam kurun
 waktu kurang dari 5 tahun. Setahun 6.000 pemuda dan mahasiswa kita
 kehilangan masa depannya, dengan rincian 500 orang setiap Bulan, 125
 orang setiap Minggu dan 7 orang setiap hari. Ini hitungan terendah
 dibandingkan target 2 orang setiap bulan dari 151.000 anggota aktif
 yang bergerak, yang artinya : 302.000 setiap bulan, 75.500 setiap
 minggu , 10.067 setiap hari warganegara Indonesia dari kalangan
 pemuda, pelajar dan mahasiswa menjadi target rekrutmen anggota baru
 NII KW-9.
 
 Pemuda kita saat ini sedang di `Perangi' pada hakekatnya adalah
 Serangan Mematikan terhadap Keluarga Besar Bangsa Indonesia. Puluhan
 Fakultas Perguruan Tinggi sudah menggelar Serangan Balik berupa
 Seminar dan Deklarasi Pembentukan Posko Siaga Anti NII KW-9, bahkan
 puluhan Aksi Penggerebekan dilakukan dan juga diekspos Media Masa.
 Namun sangat disayangkan selain Serangan balik yang Tidak Seimbang
 dibanding Kekuatan Lawan. Setiap Penangkapan Anggota dan Markas NII
 KW-9 selalu terhenti ditangan kepolisian yang tidak professional dan
 `gak tahu apa-apa'
 
 Kami harus akui bahwa NII KW-9 memiliki semangat dan motto : Gugur
 Satu, Tumbuh Seribu, dan patriotisme cita-cita tegaknya Negara Islam
 inilah yang tepat disematkan sebagai bentuk pengakuan kami terhadap
 kegigihan, disiplin, loyalitas dan kekuatan tempur serta daya rusak
 gerakan NII KW-9. Kemampuan dan Kekuatan mereka inilah yang dipandang
 sebelah mata oleh Ormas Islam dan Aparat Hukum serta Intelejen. Bila
 ada anggota NII KW-9 yang disersi ataupun keluar pada hakekatnya
 `habis manis sepah dibuang' ekonomi keluarga hancur, artinya berakibat
 pemiskinan sistematis, drop out dari perkuliahan berakibat masa depan
 suram, artinya bertambahnya pengangguran dan meningkatnya
 kriminalitas, dan tragisnya hilangnya kepercayaan dari keluarga
 masyarakat berakibat banyaknya mantan NII KW-9 yang stress, putus asa
 hingga depresi sampai hilang ingatan.
 
 Dibekali Manajemen MLM, Teori Marketing Modern, Pendekatan Psikologis
 dan Metode Rekrutmen Bergaya Intelejen mereka mampu mengorganisasikan
 diri nyaris sempurna dalam operasi cuci otak dan tindak kriminal. Wal
 hasil ditahun 2001 – 2003 mereka nyaris tidak tercium aparat dan
 masyarakat. Namun sejak gencarnya perang terhadap NII KW-9 oleh
 segelintir masyarakat didukung media masa secara professional.
 Pertahanan NII KW-9 mulai terbuka, mereka bukan lagi organisasi yang
 disebut `klandestain', bawah tanah, system sel atau `tidak saling
 mengenal alias terputus' Ibarat binatang liar mereka bisa dilihat,
 dipegang, dicengkram dan ditangkap hidup-hidup. Mereka tidak asing
 bagi kami, bahkan seharusnya juga bagi kepolisian apalagi intelejen.
 Belasan kali kami dan orangtua korban mendatangi ormas Islam, Komnas
 HAM, institusi kepolisian dan intelejen (BIN) menghadirkan sejumlah
 fakta, barang bukti dan kesaksian. NAMUN sepertinya HIDAYAH dan RAHMAH
 tidak pernah hadir dalam sanubari para pemimpin, ulama dan tokoh
 Islam, juga petinggi negri, baik eksekutif maupun legislative yang
 selalu sibuk dengan kekuasaan dan ambisi politik.
 
 Penghancuran dan pembusukan generasi muda bangsa terus berlanjut.
 Apakah harus menunggu kerabat Presiden SBY, atau anak Petinggi Partai
 Demokrat, atau Petinggi Pejabat Negara yang jadi korban dulu baru
 `bertindak' Kadang terlintas dalam benak kami mendo'akan `Supaya Para
 Elit Penegak Hukum dan Penegak Syari'ah itu agar ada dari anak dan
 keluarganya menjadi Korban NII KW-9, agar mereka juga dapat turut
 merasakan penderitaan, jerit tangis dan ketidakberdayaan sebagaimana
 dirasakan puluhan ribu Orang Tua Korban NII KW-9.
 Kasus Penculikan `Raisyah' dan `Vonis Sesat' terhadap Al Qiyadah Al
 Islamiyah adalah `BUKTI DISKRIMINASI' tersebut.
 
 Sejak kasus penculikan Raisyah isu maraknya Aliran Sesat kembali
 mengemuka. Bermunculan aliran sesat lainnya semisal Al Qiyadah Al
 Islamiyah, Al Haq dan Qur'an Suci, mereka bagai bentuk `Terorisme
 Baru' yang menghantui dan meresahkan masyarakat, karena kebanyakan
 korbannya adalah kalangan pemuda mahasiswa dan pelajar. Hampir semua
 pihak berlomba-lomba bereaksi. Namun sayangnya Aparat Hukum dan Ormas
 Islam tidak mampu mengkritisi dan mengambil momentum dari fenomena
 ini, bahkan terkesan adanya diskriminasi aparat hukum dalam menindak
 pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah baru-baru ini yang reaktif dan
 menyalahi prosedur hukum. Ormas Islam sendiri, terutama Majelis Ulama
 Indonesia Pusat terbukti pandang bulu dan diskriminatif dalam `Perang
 terhadap Aliran Sesat' Faktanya MUI Pusat, Departemen Agama dan
 sebagian besar Ormas Islam menutup mata terhadap maraknya aktivitas
 rekrutmen gerakan berkedok Negara Islam Indonesia yang menamakan diri
 NKA (Negara Karunia Allah) KW-9 yang berpusat di Ma'had Al Zaytun,
 Indramayu Jawa Barat.
 Ada beberapa kesamaan Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Haq dan Qur'an Suci
 terkait dengan NII KW-9, bahkan ketiganya adalah bentuk `mutasi' dari
 NII KW-9, sebagai berikut :
 
 1. memiliki kesamaan pola rekrutmen dan modus operandi yang
 digunakan NII KW-9 dengan menggunakan system MLM, pengaburan identitas
 nama `awal' & nama `hijrah';
    2. memiliki kesamaan prinsip dasar perjuangan, yakni doktrin `Iman,
 Hijrah & Jihad', meyakini periodesasi Mekkah – Madinah yang berakibat
 belum adanya kewajiban sholat dan haji. Di NII KW-9 menggunakan
 doktrin RMU (Rubbubiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah) dimana kewajiban
 sholat 5 waktu diganti dengan Sholat Aktifitas dalam bentuk
 menjalankan Program Negara, dengan merekrut anggota dan mengumpulkan
 Infaq & shodaqah dengan menghalalkan segala cara yang berpotensi
 memicu tingginya tingkat kriminalitas
    3. memiliki dokumen doktrin yang sama dan punya benang merah dengan
 doktrin `aliran Isa Bugis & Lembaga Kerasulan' yang sudah dilarang
 Pakem Kejaksaan Agung yang menjadi doktrin utama Aparat Territorial
 NII KW-9 selain mendirikan `Negara dalam Negara'
 
 Dari 3 analisa diatas kami menemukan beberapa fakta yang harus
 ditindaklanjuti :
 
 1. Kami memiliki saksi bahwa Ahmad Mushoddiq alias Abdussalam
 adalah aparat aktif territorial NII KW-9 dan kebanyakan jama'ah Al
 Qiyadah Al Islamiyah adalah hasil mutasi dari jama'ah NII KW-9
 sendiri, bahkan dalam Koran Tempo (23/10) Ahmad Mushoddiq sendiri
 mengaku pernah menjadi aparat NII KW-9
    2. Beberapa alumni NII KW-9 semisal : Heri Gulun (pelaku Bom
 Kuningan), Asmar Latin Sani (pelaku Bom Marriot) dan Hambali (DPO
 Terorisme yang ditangkap AS) adalah mantan didikan dan doktrin NII
 KW-9. Bila kita mengkritisi temuan Tim Investigasi MUI Pusat dan
 Balitbang Depag tentang NII KW-9 dan Ma'had Al Zaytun, disimpulkan
 bahwa doktrin `cuci otak' kelompok KW-9 memiliki muatan yang jauh
 lebih radikal dan menyimpang dari ajaran Islam, misalnya :
 
 * NKRI adalah Negara Pancasila yang berhukum Jahiliyah (Thogut)
 wajib diperangi,
     * Semua umat Islam di NKRI adalah Kafir, termasuk orangtuanya sendiri
     * Harta diluar kelompok KW-9 adalah Halal, boleh dirampas karena
 dianggap Fa'i
     * Menganggap para aparat pimpinnya adalah para rasul- rasul yang
 wajib dita'ati
     * Sholat rutinitas 5 waktu dianggap `sia-sia' dan diganti dengan
 sholat aktifitas
 
 1. Maraknya aksi penculikan yang diberitakan media masa terhadap
 hilangnya mahasiswa/i bukan dilakukan kelompok Al Qiyadah Al
 Islamiyah, yang juga dibantah Ahmad Mushoddiq. Fenomena hilangnya
 pemuda dan mahasiswa bukan diculik, mereka kabur dari rumah dengan
 sukarela yang merupakan `hasil cuci otak' indoktrinisasi dan rekrutmen
 NII KW-9 yang operasinya sejak 10 tahun terakhir ini dibiarkan aparat
 kepolisian dan intelejen, terutama diera Dai Bachtiar dan Hendropriyono.
    2. Pelaku utama penculik Raisyah, Yogi pernah aktif dalam sebuah
 Faksi NII beraliran Sabilillah.Bahkan sebagian besar SMU di Jakarta
 menjadi target utama pada saat menjelang persiapan masuk Perguruan
 Tinggi hingga Penerimaan Mahasiswa Baru. Bahkan menurut pengakuan
 Bapak Doni Direktur PLK Universitas Indonesia semua Fakultas di UI
 sudah disusupi NII KW-9 dan banyak mahasiswa baru yang berhasil
 direkrut oleh gerakan NII KW-9. Maka tak heran bila di Jakarta semua
 Perguruan Tinggi dibawah target operasi NII KW-9. Maraknya kegiatan
 seminar dan diskusi NII Masuk Kampus seharusnya menyadarkan semua
 pihak terutama pihak rektor dan penangungjawab dunia pendidikan akan
 bahaya yang mengancam generasi muda bangsa, khususnya kalangan pelajar
 dan mahasiswa.
 
 Atas dasar penilaian diatas, kami mengajukan tuntutan sebagai berikut :
 
 1. memberikan waktu 7 x 24 jam bagi MUI Pusat dan Departemen Agama
 menindaklanjuti hasil temuannya dan melaporkan kesesatan dan
 pengorganisasian tindak kriminal NII KW-9 dan Ma'had Al Zaytun kepada
 Presiden, PAKEM Kejaksaan Agung dan Mabes POLRI ;
    2. Bilamana tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan
 mengorganisasikan seluruh kekuatan elemen Mahasiswa dan Umat Islam
 menuntut agar MUI DIBUBARKAN ;
    3. memberikan waktu 1 bulan kepada MABES POLRI, PAKEM KEJAKSAAN
 AGUNG dan BIN untuk menindak tegas aktifitas `Negara dalam Negara'
 yang dilakukan NII KW-9, dan membubarkan Ma'had Al Zaytun dan
 mengamankan asset umat Islam tersebut;
    4. Bilamana tidak ada isyarat baik dari pemerintah, maka kami akan
 melakukan tindakan hukum sesuai aturan Islam dan nilai-nilai Pembukaan
 UUD 1945, yakni melakukan segala tindakan untuk mempertahankan wilayah
 NKRI terhadap serangan musuh dari dalam
    5. Menghimbau kepada seluruh saudara kami para pemuda, pelajar dan
 mahasiswa yang masih aktif dalam Gerakan NII KW-9 dan Ma'had Al Zaytun
 untuk merenungkan dan menyadari kekhilafannya, serta kembali ke jalan
 yang benar dan kembali kepangkuan tanah air tercinta, NKRI, serta
 kembali kepada keluarga dengan semangat baru menatap masa depan ;
    6. Menuntut seluruh elemen bangsa, terutama Ormas Islam untuk
 memerangi semua aliran sesat `tanpa pandang bulu atau bersikap
 diskriminatif' dengan mengedepankan penegakan hukum dan upaya
 pendekatan dialogis menyelamatkan generasi bangsa.
 
 Demikian Isi Siaran Press ini dibuat demi kemuliaan bangsa dan
 tegaknya hukum di tanah air tercinta.
 
 Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
 Sources : http://nii-crisis-center.com/aliansi-mahasiswa
 
 
     
                                       


                  Regards,
      || ~Irfani Firdausy~ |||  
http://irfani.ptmunibraw.org 
http://irfani.firdausy.com
  Y! : irfani_f






       

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke