tujuan nya apa seh ngirim ginian. ga ada gunanya
Thx
C B

On Wed, Oct 15, 2008 at 8:14 AM, Irfani Firdausy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

>   waduh mbak aku ra melok2 wes, mikir program ae wes mumet opo maneh mikir
> negoro heheehhe
>
> diana vitri <[EMAIL PROTECTED] <d.vitri%40gmail.com>> wrote: ALIANSI
> MAHASISWA BELA NEGARA
> DARI GERAKAN SESAT & KEJAHATAN TERORGANISIR
> NEGARA ISLAM INDONESIA KW 9 – FAKSI MA'HAD AL ZAYTUN
>
> Sebagaimana pengalaman pahit yang pernah kami alami, yakni terjebak
> dalam sebuah kegiatan pengajian yang berujung kepada sebuah gerakan
> Islam yang menghendaki tegaknya kembali Negara Islam di Indonesia,
> atau lebih populer dengan sebutan NII/KW 9. Di mana kami diperintahkan
> (diwajibkan) menjalani seluruh aktifitas keagamaan yang sudah baku,
> seperti: berbai'at kepada pimpinan gerakan, mengajak orang lain untuk
> masuk dalam gerakan tersebut, mencari dana dalam pengumpulan infak,
> zakat dan shadaqah, dan berbagai doktrin menghalalkan segala cara.
> Kesemua aktifitas itu, demi berlangsungnya gerakan NII dan pembangunan
> Ma'had Al Zaytun, Indramayu, Jawa Barat. Nantinya, Ma'had Al Zaytun
> dicitakan sebagai cikal bakal ibu kota (ummul qura) Negara Islam
> Indonesia. Pengalaman kami telah diabadikan diberbagai pemberitaan
> pers dan dunia perbukuan nasional, bahkan dibuktikan secara faktual
> dalam dokumen MUI Pusat dan Balitbang Depag, tragisnya fakta tersebut
> tetap tidak cukup membuka mata hati para pemimpin bangsa ini.
>
> Menyaksikan kenyataan sosial di lapangan, adanya pembiaran terhadap
> tumbuhberkembangnya potensi separatisme, disintegrasi dan penyebaran
> rasa kebencian terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
> disertai praktek kriminalitas dan sikap permusuhan terhadap masyarakat
> bahkan kepada sanak saudara sendiri sesama kaum muslimin. Akhirnya,
> dengan penuh rasa tanggung jawab sebagai anak bangsa, kami merasa
> terpanggil dan tergerak untuk menyuarakan Petisi Keprihatinan ini
> dalam sikap dan tuntutan sebagai berikut :
>
> 1. Menuntut Pemerintahan SBY – JK untuk segera menginstruksikan
> POLRI, DEPAG, Kejaksaan Agung dan BIN menindaktegas dan menghentikan
> sekarang juga segala bentuk gerakan kejahatan terorganisir dari
> Gerakan NII KW 9. Sudah cukup banyak jatuh korban disertai fakta dan
> data yang berhasil ditemukan dan disuarakan oleh masyarakat, insan
> pers cetak & elektronika nasional, akademisi, komunitas pesantren dan
> dikuatkan oleh dokumen Laporan Lengkap Team Investigasi MUI Pusat 2002
> yang sudah dianggap final (terpublikasikan) serta dokumen Balitbang
> Depag 2004 yang kini disembunyikan oknum Balitbang Depag hingga tak
> pernah dipublikasikan;
> 2. Dengan kesadaran penuh dan rasa persaudaraan sesama anak bangsa,
> kami mengajak saudara-saudara kami yang masih aktif dalam gerakan NII
> KW 9 – Ma'had Al Zaytun untuk meninggalkan segala bentuk aktifitas
> pelanggaran nilai sosial (kriminalitas), tidak lagi meninggalkan
> Sholat 5 waktu dan berbagai ajaran (doktrin) NII KW 9 seperti Fa'i
> (aktifitas pengumpulan dana dengan menghalalkan segala cara),
> mengkafirkan kedua orang tua dan berbagai doktrin yang menyesatkan.
> 3. Menyerukan kepada seluruh Mahasiswa Indonesia untuk SIAGA SATU
> membentengi kampus terhadap berbagai upaya rekrutmen jama'ah NII dari
> berbagai kampus dan segera mendirikan POSKO-POSKO SIAGA SATU NKRI
> MENGHADAPI NII KW 9 – MA'HAD AL ZAYTUN.
>
> Untuk itu kami siap menjadi martir dan saksi terhadap berbagai tindak
> kejahatan sosial dan agama yang diorganisir oleh Gerakan NII KW 9,
> terutama kami siap membuktikan dihadapan pengadilan, bahwa kejahatan
> territorial NII KW 9 dikomandoi oleh Syaykh A.S. Panji Gumilang
> pimpinan Ma'had Al Zaytun, Indramayu – Jawa Barat.
> Korban anak bangsa sudah terlalu banyak, terlalu mahal harga yang
> harus dibayar bila tragedi kemanusiaan ini terus dibiarkan. Segala
> bentuk pembiaran dan penentangan terhadap konspirasi pembusukan
> potensi generasi muda penerus bangsa pasti akan hancur. Bila Aparatur
> Negara terus membiarkan karena dalih `hukum tak mampu menjerat' maka
> pada saatnya kami berkesimpulan, bahwa ini Kejahatan Negara. Semoga
> secarik kertas ini menjauhi kita dari tumpukan dosa dan bala bencana.
> Atas nama wakil dari mantan jama'ah NII dari berbagai kampus,
>
> 1. Universitas Indonesia (UI)
> 2. STEKPI
> 3. BINA NUSANTARA (BINUS)
> 4. Universitas SAHID
> 5. Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
> 6. UHAMKA (IKIP Muhammadiyah)
> 7. GUNADHARMA
> 8. UN Syarief Hidayatullah (IAIN)
> 9. Universitas Mustopo Beragama
> 10. Universitas JAYABAYA
> 11. TRI SAKTI
> 12. YAI - Salemba
> 13. Universitas Al Azhar
> 14. Universitas BOROBUDUR
> 15. Bina Sarana Informatika (BSI)
> 16. IISIP
> 17. Univesitas Nasional (UNAS)
> 18. Universitas Pancasila
> 19. ISTN
> 20. PERBANAS
> 21. BINA NUSANTARA (BINUS)
> 22. TARUMANEGARA
> 23. INDONESIA ESA UNGGUL
> 24. IPB
> 25. Universitas PAKUAN
> 26. ABA - ABI
> 27. UNISMA
> 28. STIE RAWAMANGUN
> 29. ATMAJAYA
> 30. SEKOLAH PERAWATAN BINAWAN
>
> SIARAN PRESS :
> KESATUAN MAHASISWA BELA NKRI
> MENYAMBUT HARI SUMPAH PEMUDA 28 OKTOBER 2008
> MENSIKAPI ISU NASIONAL TENTANG MARAKNYA ALIRAN SESAT
> KORBAN GENERASI MUDA, KALANGAN PELAJAR & MAHASISWA
> (DISKRIMINASI ORMAS ISLAM & APARAT HUKUM MENSIKAPI ALIRAN SESAT)
>
> Sepertinya makna Sumpah Pemuda yang mengikrarkan : "Berbangsa Satu,
> bertanah Air Satu dan Berbahasa Satu : INDONESIA" tinggal kenangan,
> slogan, proyek dan komsumsi politik belaka.
>
> Faktanya ratusan ribu generasi muda kita dibawah bayangan ancaman
> serangan membabi-buta dari gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam
> Indonesia Komandemen Wilayah 9 dibiarkan oleh Ormas Islam dan Aparat
> Hukum, terutama MUI Pusat, Mabes Polri dan BIN.
> Fakta dilapangan sampai Oktober 2007 tidak kurang dari 151.000 anggota
> aktif NII KW 9 sudah masuk ke rumah, ke sekolah, ke kampus dan ke
> tempat kerja kita. Berdasarkan sensus kewarganegaraan di NII KW 9 pada
> 2002 tercatat 120.000 anggota dan aparat meningkat 25 % dalam kurun
> waktu kurang dari 5 tahun. Setahun 6.000 pemuda dan mahasiswa kita
> kehilangan masa depannya, dengan rincian 500 orang setiap Bulan, 125
> orang setiap Minggu dan 7 orang setiap hari. Ini hitungan terendah
> dibandingkan target 2 orang setiap bulan dari 151.000 anggota aktif
> yang bergerak, yang artinya : 302.000 setiap bulan, 75.500 setiap
> minggu , 10.067 setiap hari warganegara Indonesia dari kalangan
> pemuda, pelajar dan mahasiswa menjadi target rekrutmen anggota baru
> NII KW-9.
>
> Pemuda kita saat ini sedang di `Perangi' pada hakekatnya adalah
> Serangan Mematikan terhadap Keluarga Besar Bangsa Indonesia. Puluhan
> Fakultas Perguruan Tinggi sudah menggelar Serangan Balik berupa
> Seminar dan Deklarasi Pembentukan Posko Siaga Anti NII KW-9, bahkan
> puluhan Aksi Penggerebekan dilakukan dan juga diekspos Media Masa.
> Namun sangat disayangkan selain Serangan balik yang Tidak Seimbang
> dibanding Kekuatan Lawan. Setiap Penangkapan Anggota dan Markas NII
> KW-9 selalu terhenti ditangan kepolisian yang tidak professional dan
> `gak tahu apa-apa'
>
> Kami harus akui bahwa NII KW-9 memiliki semangat dan motto : Gugur
> Satu, Tumbuh Seribu, dan patriotisme cita-cita tegaknya Negara Islam
> inilah yang tepat disematkan sebagai bentuk pengakuan kami terhadap
> kegigihan, disiplin, loyalitas dan kekuatan tempur serta daya rusak
> gerakan NII KW-9. Kemampuan dan Kekuatan mereka inilah yang dipandang
> sebelah mata oleh Ormas Islam dan Aparat Hukum serta Intelejen. Bila
> ada anggota NII KW-9 yang disersi ataupun keluar pada hakekatnya
> `habis manis sepah dibuang' ekonomi keluarga hancur, artinya berakibat
> pemiskinan sistematis, drop out dari perkuliahan berakibat masa depan
> suram, artinya bertambahnya pengangguran dan meningkatnya
> kriminalitas, dan tragisnya hilangnya kepercayaan dari keluarga
> masyarakat berakibat banyaknya mantan NII KW-9 yang stress, putus asa
> hingga depresi sampai hilang ingatan.
>
> Dibekali Manajemen MLM, Teori Marketing Modern, Pendekatan Psikologis
> dan Metode Rekrutmen Bergaya Intelejen mereka mampu mengorganisasikan
> diri nyaris sempurna dalam operasi cuci otak dan tindak kriminal. Wal
> hasil ditahun 2001 – 2003 mereka nyaris tidak tercium aparat dan
> masyarakat. Namun sejak gencarnya perang terhadap NII KW-9 oleh
> segelintir masyarakat didukung media masa secara professional.
> Pertahanan NII KW-9 mulai terbuka, mereka bukan lagi organisasi yang
> disebut `klandestain', bawah tanah, system sel atau `tidak saling
> mengenal alias terputus' Ibarat binatang liar mereka bisa dilihat,
> dipegang, dicengkram dan ditangkap hidup-hidup. Mereka tidak asing
> bagi kami, bahkan seharusnya juga bagi kepolisian apalagi intelejen.
> Belasan kali kami dan orangtua korban mendatangi ormas Islam, Komnas
> HAM, institusi kepolisian dan intelejen (BIN) menghadirkan sejumlah
> fakta, barang bukti dan kesaksian. NAMUN sepertinya HIDAYAH dan RAHMAH
> tidak pernah hadir dalam sanubari para pemimpin, ulama dan tokoh
> Islam, juga petinggi negri, baik eksekutif maupun legislative yang
> selalu sibuk dengan kekuasaan dan ambisi politik.
>
> Penghancuran dan pembusukan generasi muda bangsa terus berlanjut.
> Apakah harus menunggu kerabat Presiden SBY, atau anak Petinggi Partai
> Demokrat, atau Petinggi Pejabat Negara yang jadi korban dulu baru
> `bertindak' Kadang terlintas dalam benak kami mendo'akan `Supaya Para
> Elit Penegak Hukum dan Penegak Syari'ah itu agar ada dari anak dan
> keluarganya menjadi Korban NII KW-9, agar mereka juga dapat turut
> merasakan penderitaan, jerit tangis dan ketidakberdayaan sebagaimana
> dirasakan puluhan ribu Orang Tua Korban NII KW-9.
> Kasus Penculikan `Raisyah' dan `Vonis Sesat' terhadap Al Qiyadah Al
> Islamiyah adalah `BUKTI DISKRIMINASI' tersebut.
>
> Sejak kasus penculikan Raisyah isu maraknya Aliran Sesat kembali
> mengemuka. Bermunculan aliran sesat lainnya semisal Al Qiyadah Al
> Islamiyah, Al Haq dan Qur'an Suci, mereka bagai bentuk `Terorisme
> Baru' yang menghantui dan meresahkan masyarakat, karena kebanyakan
> korbannya adalah kalangan pemuda mahasiswa dan pelajar. Hampir semua
> pihak berlomba-lomba bereaksi. Namun sayangnya Aparat Hukum dan Ormas
> Islam tidak mampu mengkritisi dan mengambil momentum dari fenomena
> ini, bahkan terkesan adanya diskriminasi aparat hukum dalam menindak
> pengikut Al Qiyadah Al Islamiyah baru-baru ini yang reaktif dan
> menyalahi prosedur hukum. Ormas Islam sendiri, terutama Majelis Ulama
> Indonesia Pusat terbukti pandang bulu dan diskriminatif dalam `Perang
> terhadap Aliran Sesat' Faktanya MUI Pusat, Departemen Agama dan
> sebagian besar Ormas Islam menutup mata terhadap maraknya aktivitas
> rekrutmen gerakan berkedok Negara Islam Indonesia yang menamakan diri
> NKA (Negara Karunia Allah) KW-9 yang berpusat di Ma'had Al Zaytun,
> Indramayu Jawa Barat.
> Ada beberapa kesamaan Al Qiyadah Al Islamiyah, Al Haq dan Qur'an Suci
> terkait dengan NII KW-9, bahkan ketiganya adalah bentuk `mutasi' dari
> NII KW-9, sebagai berikut :
>
> 1. memiliki kesamaan pola rekrutmen dan modus operandi yang
> digunakan NII KW-9 dengan menggunakan system MLM, pengaburan identitas
> nama `awal' & nama `hijrah';
> 2. memiliki kesamaan prinsip dasar perjuangan, yakni doktrin `Iman,
> Hijrah & Jihad', meyakini periodesasi Mekkah – Madinah yang berakibat
> belum adanya kewajiban sholat dan haji. Di NII KW-9 menggunakan
> doktrin RMU (Rubbubiyah, Mulkiyah dan Uluhiyah) dimana kewajiban
> sholat 5 waktu diganti dengan Sholat Aktifitas dalam bentuk
> menjalankan Program Negara, dengan merekrut anggota dan mengumpulkan
> Infaq & shodaqah dengan menghalalkan segala cara yang berpotensi
> memicu tingginya tingkat kriminalitas
> 3. memiliki dokumen doktrin yang sama dan punya benang merah dengan
> doktrin `aliran Isa Bugis & Lembaga Kerasulan' yang sudah dilarang
> Pakem Kejaksaan Agung yang menjadi doktrin utama Aparat Territorial
> NII KW-9 selain mendirikan `Negara dalam Negara'
>
> Dari 3 analisa diatas kami menemukan beberapa fakta yang harus
> ditindaklanjuti :
>
> 1. Kami memiliki saksi bahwa Ahmad Mushoddiq alias Abdussalam
> adalah aparat aktif territorial NII KW-9 dan kebanyakan jama'ah Al
> Qiyadah Al Islamiyah adalah hasil mutasi dari jama'ah NII KW-9
> sendiri, bahkan dalam Koran Tempo (23/10) Ahmad Mushoddiq sendiri
> mengaku pernah menjadi aparat NII KW-9
> 2. Beberapa alumni NII KW-9 semisal : Heri Gulun (pelaku Bom
> Kuningan), Asmar Latin Sani (pelaku Bom Marriot) dan Hambali (DPO
> Terorisme yang ditangkap AS) adalah mantan didikan dan doktrin NII
> KW-9. Bila kita mengkritisi temuan Tim Investigasi MUI Pusat dan
> Balitbang Depag tentang NII KW-9 dan Ma'had Al Zaytun, disimpulkan
> bahwa doktrin `cuci otak' kelompok KW-9 memiliki muatan yang jauh
> lebih radikal dan menyimpang dari ajaran Islam, misalnya :
>
> * NKRI adalah Negara Pancasila yang berhukum Jahiliyah (Thogut)
> wajib diperangi,
> * Semua umat Islam di NKRI adalah Kafir, termasuk orangtuanya sendiri
> * Harta diluar kelompok KW-9 adalah Halal, boleh dirampas karena
> dianggap Fa'i
> * Menganggap para aparat pimpinnya adalah para rasul- rasul yang
> wajib dita'ati
> * Sholat rutinitas 5 waktu dianggap `sia-sia' dan diganti dengan
> sholat aktifitas
>
> 1. Maraknya aksi penculikan yang diberitakan media masa terhadap
> hilangnya mahasiswa/i bukan dilakukan kelompok Al Qiyadah Al
> Islamiyah, yang juga dibantah Ahmad Mushoddiq. Fenomena hilangnya
> pemuda dan mahasiswa bukan diculik, mereka kabur dari rumah dengan
> sukarela yang merupakan `hasil cuci otak' indoktrinisasi dan rekrutmen
> NII KW-9 yang operasinya sejak 10 tahun terakhir ini dibiarkan aparat
> kepolisian dan intelejen, terutama diera Dai Bachtiar dan Hendropriyono.
> 2. Pelaku utama penculik Raisyah, Yogi pernah aktif dalam sebuah
> Faksi NII beraliran Sabilillah.Bahkan sebagian besar SMU di Jakarta
> menjadi target utama pada saat menjelang persiapan masuk Perguruan
> Tinggi hingga Penerimaan Mahasiswa Baru. Bahkan menurut pengakuan
> Bapak Doni Direktur PLK Universitas Indonesia semua Fakultas di UI
> sudah disusupi NII KW-9 dan banyak mahasiswa baru yang berhasil
> direkrut oleh gerakan NII KW-9. Maka tak heran bila di Jakarta semua
> Perguruan Tinggi dibawah target operasi NII KW-9. Maraknya kegiatan
> seminar dan diskusi NII Masuk Kampus seharusnya menyadarkan semua
> pihak terutama pihak rektor dan penangungjawab dunia pendidikan akan
> bahaya yang mengancam generasi muda bangsa, khususnya kalangan pelajar
> dan mahasiswa.
>
> Atas dasar penilaian diatas, kami mengajukan tuntutan sebagai berikut :
>
> 1. memberikan waktu 7 x 24 jam bagi MUI Pusat dan Departemen Agama
> menindaklanjuti hasil temuannya dan melaporkan kesesatan dan
> pengorganisasian tindak kriminal NII KW-9 dan Ma'had Al Zaytun kepada
> Presiden, PAKEM Kejaksaan Agung dan Mabes POLRI ;
> 2. Bilamana tuntutan kami tidak dipenuhi, maka kami akan
> mengorganisasikan seluruh kekuatan elemen Mahasiswa dan Umat Islam
> menuntut agar MUI DIBUBARKAN ;
> 3. memberikan waktu 1 bulan kepada MABES POLRI, PAKEM KEJAKSAAN
> AGUNG dan BIN untuk menindak tegas aktifitas `Negara dalam Negara'
> yang dilakukan NII KW-9, dan membubarkan Ma'had Al Zaytun dan
> mengamankan asset umat Islam tersebut;
> 4. Bilamana tidak ada isyarat baik dari pemerintah, maka kami akan
> melakukan tindakan hukum sesuai aturan Islam dan nilai-nilai Pembukaan
> UUD 1945, yakni melakukan segala tindakan untuk mempertahankan wilayah
> NKRI terhadap serangan musuh dari dalam
> 5. Menghimbau kepada seluruh saudara kami para pemuda, pelajar dan
> mahasiswa yang masih aktif dalam Gerakan NII KW-9 dan Ma'had Al Zaytun
> untuk merenungkan dan menyadari kekhilafannya, serta kembali ke jalan
> yang benar dan kembali kepangkuan tanah air tercinta, NKRI, serta
> kembali kepada keluarga dengan semangat baru menatap masa depan ;
> 6. Menuntut seluruh elemen bangsa, terutama Ormas Islam untuk
> memerangi semua aliran sesat `tanpa pandang bulu atau bersikap
> diskriminatif' dengan mengedepankan penegakan hukum dan upaya
> pendekatan dialogis menyelamatkan generasi bangsa.
>
> Demikian Isi Siaran Press ini dibuat demi kemuliaan bangsa dan
> tegaknya hukum di tanah air tercinta.
>
> Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
> Sources : http://nii-crisis-center.com/aliansi-mahasiswa
>
>
>
>
>
> Regards,
> || ~Irfani Firdausy~ |||
> http://irfani.ptmunibraw.org
> http://irfani.firdausy.com
> Y! : irfani_f
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>



-- 
Sesuatu yang baik, belum tentu benar. Sesuatu yang benar, belum tentu baik.
Sesuatu yang bagus, belum tentu berharga. Sesuatu yang berharga/ berguna,
belum tentu bagus.


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
                www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mitek/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke