IG banget wkwkwkw... manager sih lumayan baik (meskipun udah mau out juga), 
bigboss nya yang amit2... tul ngga pak Elbas hehehe

maapken kalau ada salah2 kata ^:)^




________________________________
Dari: Bram Andrian <[email protected]>
Kepada: mitek <[email protected]>
Terkirim: Sen, 23 November, 2009 11:13:07
Judul: [ MiteK-L ] GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA

MUNGKIN BISA BUAT MASUKAN


“ GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA”


Mengapa perputaran
karyawan tinggi walaupun remunerasinya di atas rata-rata? Uangkah
pemicunya? Atau ada faktor lain yang menentukan kesetiaan mereka?


Akhir tahun lalu, Lesmana, seorang teman lama yang ahli
dalam
pengembangan bisnis telekomunikasi mendapatkan tawaran dari
sebuah perusahaan multinasional untuk mengembangkan bisnisnya di
Indonesia ...
Dia tertarik dan memutuskan untuk bergabung. Dia
telah banyak mendengar tentang pimpinan perusahaan ini, yang sering
diberitakan sebagai pemimpin visionaris dan legendaris.

Gaji
Lesmana besar, perlengkapan kantornya mutakhir, teknologinya
canggih,
kebijakan SDM-nya pro-karyawan, kantornya megah di daerah segitiga emas,
bahkan kantinnya menyajikan makanan yang lezat dan murah. Dua kali dia
dikirim keluar negeri untuk pelatihan. "Proses
pembelajaran saya adalah yang tercepat di sini,"kata Lesmana
"Sungguh menakjubkan bekerja dengan dukungan teknologi mutakhir
seperti di perusahaan ini".

Siapa nyana dua minggu lalu,
belum genap tujuh bulan bekerja di
perusahaan itu, dia
mengundurkan diri. Lesmana belum mendapatkan tawaran pekerjaan lain, tapi
dia tidak sanggup lagi bertahan di sana.

Belakangan,
sejumlah karyawan di divisi yang sama dengannya ikut
resigned.
Direktur utama perusahaan itu pun merasa tertekan karena
perputaran
(turnover) karyawan sangat tinggi. Cemas memikirkan biaya yang sudah
dikeluarkan perusahaan untuk alokasi dana pelatihan karyawan. Ia juga
bingung lantaran tidak tahu apa gerangan yang terjadi. Mengapa
karyawan yang bertalenta bagus ini mengundurkan diri, padahal gajinya
sudah cukup tinggi?

Lesmana resigned karena beberapa alasan.
Alasan ini juga yang menyebabkan sebagian besar karyawan lain yang
bertalenta tinggi akhirnya mengundurkan diri.

Beberapa survey
membuktikan bahwa jika anda kehilangan karyawan berbakat, periksalah
atasan langsung mereka.

Si
atasan adalah alasan utama karyawan tetap
bekerja dan berkembang dalam suatu perusahaan.

Namun dia
jugalah yang menjadi alasan utama mengapa para
karyawan berhenti dari pekerjaannya, membawa pergi
pengetahuan, pengalaman dan klien mereka.
Bahkan
tidak jarang selanjutnya secara terang-terangan
berkompetisi dengan perusahaan bekas tempatnya
bekerja.

"Karyawan meninggalkan manajernya bukan
perusahaannya,"kata para ahli SDM. Begitu banyak uang yang telah
dikeluarkan untuk tetap mempertahankan karyawan berbakat, baik dengan
memberikan gaji lebih tinggi, bonus ekstra maupun pelatihan mahal. Namun
pada akhirnya, perputaran karyawan kebanyakan disebabkan oleh
manajer/pimpinannya,
bukan oleh hal lain.

Jika
anda mengalami masalah turnover , maka pertama-tama periksalah
kembali para manajer anda. Apakah mereka biang keladi yang membuat para
karyawan tidak betah?.

Pada
tahap tertentu, karyawan tidak lagi melihat jumlah uang yang
ia
dapatkan, tapi lebih kepada bagaimana mereka diperlakukan dan
seberapa besar perusahaan menghargai mereka..

Kedua
hal ini umumnya tergantung dari
sikap para pimpinan terhadap mereka. Dan sejauh ini, bekerja dengan atasan
yang buruk sering dialami oleh para
karyawan yang bekerja dengan baik.


Survey
majalah Fortune beberapa tahun lalu mengungkapkan bahwa 75% karyawan
menderita karena berada di bawah atasan yang  menyebalkan. Dari
seluruh penyebab stress ditempat kerja, seorang atasan yang jahat
mungkin adalah hal yang terburuk, yang secara langsung akan
mempengaruhi kinerja dan mental para  karyawan.
Simak saja
kisah yang dikutip langsung dari"medan perang" ini.

Mulya
seorang insinyur, masih bergidik saat membayangkan
hari-hari dimana ia dimaki-maki bos di depan staf lainnya. Atasannya itu
sering menghina dengan kata-kata yang kasar. Waktu menghadapi hal
menakutkan itu, Mulya praktis tak punya nyali untuk menjawab. Ia
kembali ke rumah dengan perasaan tidak keruan dan mulai menjadi kasar
seperti sang atasan. Bedanya kekesalan ini dilampiaskan ke istri dan
anak-anaknya, kadang juga ke anjing peliharaannya. Lambat laun, bukan
pekerjaan Mulya saja yang kacau balau, pernikahan dan keluarganya pun
hancur berantakan.

Nasib Agus juga setali
tiga uang. Menceritakan "penyiksaan" yang
dilakukan oleh
bosnya gara-gara ada perbedaan pendapat yang tidak
terlalu penting
antara keduanya. Atasan Agus benar-benar  menunjukkan rasa
tidak suka terhadapnya. Ia tidak lagi diikut-sertakan dalam
pengambilan keputusan. "Bahkan dia tidak lagi memberikan saya
dokumen maupun pekerjaan baru," keluh Agus. "Sangat
memalukan duduk di depan meja kosong tanpa tahu apapun dan tidak
seorangpun yang membantu saya". Lantaran tidak tahan lagi, lalu
Agus mengundurkan diri.

Para
ahli SDM mengatakan, dari segala bentuk kekerasan,
tindakan
memperlakukan karyawan ditempat umum adalah yang
terburuk.

Pada
awalnya, si karyawan
mungkin tidak langsung mengundurkan diri, akan tetapi
pikiran itu sudah tertanam. Jika kejadian
terulang lagi, pikiran tersebut akan semakin kuat. Dan akhirnya, pada
kejadian yang ketiga, karyawan itu akan mulai mencari pekerjaan lain.




Ketika
seseorang tidak bisa membalas kemarahannya, ia akan melakukan
pembalasan "pasif".

Biasanya dengan cara
memperlambat pekerjaan, berleha-leha, hanya
melakukan pekerjaan
yang disuruh atau menyembunyikan informasi penting. "Jika anda
bekerja untuk orang yang menyebalkan, pada dasarnya anda ingin orang itu
mendapat kesulitan. Jiwa dan pikiran kita tidak menyatu lagi
dengan pekerjaan kita," papar Agus.

Para manajer bisa
menekan bawahan melalui beragam cara. Misalnya dengan mengontrol
bawahan secara berlebihan, curiga, menekan, terlalu kritis, bawel dan
sebagainya.



Namun
para atasan tersebut tidak sadar bahwa karyawan bukan merupakan aset
tetap, mereka adalah manusia bebas.



Jika ini terus
berlanjut, maka seorang karyawan akan mengundurkan diri, walau
tampaknya cuma karena masalah sepele saja.

Bukan
pukulan ke-100 yang menjatuhkan seseorang, tapi 99 pukulan
yang
diterima sebelumnya.



Memang benar,
karyawan meninggalkan pekerjaannya karena bermacam alasan untuk
kesempatan yang lebih baik atau kondisi
yang tidak memungkinkan
lagi. Namun banyak yang semestinya tetap tinggal jika tidak ada satu orang
(seperti atasan Lesmana) yang terus-menerus mengatakan,"
Kamu tidak penting, saya bisa dapat lusinan orang yang lebih
baik dari kamu!".

Kendati tersedia segudang
pekerjaan lain (terlebih dalam keadaan
pengangguran tinggi
sekarang ini), bayangkanlah sesaat, berapa biaya
atas hilangnya
seorang karyawan yang bertalenta tinggi.

Ada
biaya yang harus
dibayar untuk mencari pengganti, ada biaya pelatihan bagi pengganti
karyawan tersebut. Belum lagi akibat yang ditimbulkan karena tidak ada
orang yang mampu melakukan pekerjaan itu saat calon pengganti
sedang dicari, kehilangan klien dan kontak yang dibawa pergi karyawan yang
hengkang, penurunan  moral karyawan lainnya, hilangnya rahasia penjualan
dari karyawan tersebut yang seharusnya diinformasikan ke karyawan lainnya,
dan yang terutama turunnya reputasi perusahaan.  Lagi pula,



setiap
karyawan yang pergi, bagaimanapun juga akan
menjadi "duta"
untuk mewartakan
hal yang baik maupun yang buruk dari
perusahaan itu.


Kita semua tahu suatu
perusahaan telekomunikasi besar yang orang-orang ingin sekali
bergabung, atau suatu bank yang hanya sedikit orang ingin menjadi
bagiannya. Mantan karyawan kedua perusahaan ini telah keluar untuk
menceritakan kisah pekerjaannya.

"Setiap perusahaan yang
berusaha memenangkan persaingan harus memikirkan cara untuk mengikat jiwa
setiap karyawannya," kata Jack Welch mantan orang nomor
satu di General Electric.

Umumnya
nilai suatu perusahaan terletak
"diantara telinga" para karyawannya.

Karyawan
juga manusia, punya mata, punya hati, punya pikiran dan punya rasa malu
serta harga diri .....

JUNIUS
LEE,CEO & Managing Consultant
JCI Kimberley Executive Search
International
(Recruitment Consultants)

-- 
.: Bram Andrian :.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

================> HAPUS IKLAN DIATAS DAN FOOTER INI JIKA ME-REPLY 
<================
Posting   : [email protected]
Archive   : http://www.mail-archive.com/[email protected]/
        www.mitek.unibraw.ac.id || himamitek.brawijaya.ac.id
************************************************************************************Yahoo!
 Groups Links




      Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger. Tambahkan mereka dari 
email atau jaringan sosial Anda sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke