Salip menyalip itu manusiawi, apalagi dalam dunia pekerjaan, kompetisi pasti
akan terjadi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik lagi. Mungkin yang
menjadi konsen adalah "cara" salip menyalip itu harus beretika, fair dan
tidak menghalalkan segala cara. Mempertahankan apa yang sudah diperoleh itu
pasti akan dilakukan, tetapi untuk mempertahankan itu haruslah tidak dengan
merugikan orang lain atau subordinate atau bawahan. Sudut pandang dalam
melihat opini ini mungkin berbeda-beda, pada saat kita menjadi bawahan pasti
pendapat kita atasan ga boleh begini begitu. Tetapi coba pas dia sudah
berada di atas, bisakah dia menerima bawahannya bertindak spt dia dulu. Jadi
diperlukan perilaku yg bijak baik atasan maupun bawahan sehingga kalaupun
nantinya ada proses salip menyalip bisa diterima secara legowo oleh keduanya
( prakteknya sih susah biasanya hehehehhehehhe).

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
femin khristiana
Sent: 24 Nopember 2009 9:20
To: [email protected]
Subject: Re: Bls: Bls: [ MiteK-L ] GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA

 

  

bennulll....., sudah umum itu mas , tetapi alangkah lebih baiknya kita tidak
menjadi seperti itu, ya tho.. :) hehehe LANJUTKAN...

________________________________
From: Hardani <m...@hardani. <mailto:mas%40hardani.com> com>
To: Setiaji Kurniawan <mi...@yahoogroups. <mailto:mitek%40yahoogroups.com>
com>
Sent: Tue, November 24, 2009 9:15:40 AM
Subject: Re: Bls: Bls: [ MiteK-L ] GAJI TINGGI BUKAN SEGALANYA

Halo Setiaji,

> Tidak suka-nya pasti ada sebabnya, salah satunya adalah kalau
> subordinatesnya lebih pinter,bisa mengancam posisi sang manajernya
> sendiri...

wajar, gak mau disalip dari belakang, apalagi disalip dari sebelah kiri. 

salam,

=dani=






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke