Pak Yud,

 

Trima kasih info dan sarannya.

Banyak pandangan yang dapat kita jadikan acuan dari Pak Yud. Terima kasih.

Agar comprehensive, saya akan menampungnya dulu sementara menunggu rekan-rekan lain mengutarakan idenya.

 

Again, terima kasih banyak.

 

Salam hormat,

-paw-

 


From: Prayudha Moelyo [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, February 02, 2005 10:20 AM
To: [email protected]
Subject: RE: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP

 

Pagi, Mas. Pertama-tama saya mohon maaf krn pst tanggapan ini tdk cukup baik menjawab pertanyaan Mas. PAW.

 

Begini ceritanya……!!! Khusus utk suatu produk yg memiliki unsur 2 mata uang atau lebih , ada bbp hal yg perlu mendpt perhatian :

  1. Kurs-Buku yg digunakan oleh st badan/ lembaga.pd periode ttn.

Hal ini  sangat penting dan sensitive thd kinerja keuangan, krn  kita sadari semua bahwa Neraca dan L/R kita dalam Rp. Disamping itu Kurs Pajak/ Anggaran Pemerintah jg perlu mendapat perhatian,  shg jelas sekali Nilai-Tukar antar Mata Uang sangat berperan. Jadi  Nilai Tukar/ Kurs akan  dpt lsg mempengaruhi pos/ akun pd Neraca dan L/R.

  1. Forecasting Harga/ Biaya Produk yg mengandung 2 Mata Uang atau lebih  dpt dilakukan pendekatan dng meminta  beberapa Frecasting-Rate dr perbankan/ lembaga keuangan. Antara lain namun tentunya tdk terbatas, yakni,  Forward, Rate,  Swap Rate,  Premi Hedge. Sehingga kita akan ada parameter untuk menetapkan  Kurs-Buku perusahaan kita, tdk hanya dng kira-kira saja. Krn rate tsb menggambarkan brp nilai tukar yg paling mendekati kenyataan di masa yad.
  2. Bagi Perusahaan yg  menjual produk/ jasa yg mengandung 2 nilai  mata uang/ lebih , maka pelatihan tentang Forex menjadi sst pengetahuan dasar yg mutlak, krn tanpa mengerti pergerakan nilai tukar, maka akan terjadi perdebatan antara unit accounting dan unit  marketing/ selling, krn kurs buku yg akan digunakan hanya menggunakan  kekuatan Intuisi saja/ kira-kira. Disamping itu karyawan tdk megerti bbg info-makro penting yg dpt mempengaruhi Kurs dimaksud, yg pd akhirnya dpt mempengaruhi kinerja ybs, krn lemahnya pengetahuan Forex.
  3. Dalam Penentuan target Kinerja, pd umumnya  ada penedekatan  yg sarederhana, adalah Pendekatan L/R. Neraca dan Cash Flow. Perbedaannya :
    1. L/R lebih menekankan pd Volume (Penjualan, Biaya dsb)
    2. Neraca  akan menekankan pd Kualitas-Penjualan/ Pos-pos aktivitas usaha (INVDOH, ARDOH, CR dsb).
    3. Cash Flow akan lebih menekan pd. Beberapa pos saja baik pd. Neraca dan L/R.

Pd. Dunia perbankan target tdk hanya dilihat pd pencapaian Portfolio st Produk yg berhasil dibukukan, ttp juga kualitas. Artinya penjualan st produk saja tdk cukup untuk penentuan target, tapi kualitas dari portfolio tsb. Bila pd sector riel akan dpt dikaitan dng, A/RDOH (NPL-di Perbankan), InvDOH (LDR-di perbankan)  Saless Return Allowance yg terjadi (Provision/ PPAP di Perbankan), EAT/ RMS (CAR pd perbankan) dsb.

 

Kesimpulannya, memang Target Sales Force harus komprehensif, tdk ada satu factor menjadi  lebih penting dari factor yang lain dlm membuat st target.

 

Mas,  hanya itu yg saya miliki, mungkin dan saya yakin rekan-rekan lain memiliki input an yg jauh lebih baik lagi. Kurang lebihnya mohon maaf.

 

 

Prayudha M

 

 

-----Original Message-----
From: Pratomo Agus [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, February 01, 2005 6:18 PM
To: [email protected]
Subject: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP

 

Dear all,

 

Mohon saran dan idea utk hal-2 dibawah ini:

 

1.       Apakah ada yang punya pengalaman untuk penghitungan gross profit (GP) yang akurat untuk produk-produk yang diimport dan dipasarkan di Indonesia?

 

2.       Bagaimana membuat forecast biaya-biaya dalam proses penjualan barang-barang import yang ideal dan dengan sedikit bias?

 

3.       Bagaimana mengatasi factor eksternal yang mempengaruhi biaya2 penjualan, seperti government taxes, Rupiah fluctuation, resale items prices (other complimentary products), dan freight expenses?

 

4.       Bagaimana cara efektif untuk melatih para staf bagian penjualan untuk dapat melakukan forecasting secara individual?

 

5.       Siapakah yang harus bertanggung jawab untuk memonitor collection (pembayaran dari customer) untuk setiap transaksi penjualan yang dilakukan staf tenaga penjualan? Mengapa dan apa alasan-alasannya?

 

6.       Lebih bijaksana yang manakah, menetapkan angka penjualan, atau angka collection (pembayaran dari customer), atau angka keuntunga kotor sebagai target utama staf tenaga penjualan? Apa resiko dan benefitnya?

 

Salam,

-paw-



Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***





Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke