|
Pak Yud, Trima kasih info dan sarannya. Banyak pandangan yang dapat kita jadikan
acuan dari Pak Yud. Terima kasih. Agar comprehensive, saya akan menampungnya
dulu sementara menunggu rekan-rekan lain mengutarakan idenya. Again, terima kasih banyak. Salam hormat, -paw- From: Prayudha Moelyo
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Pagi, Mas. Pertama-tama saya mohon maaf
krn pst tanggapan ini tdk cukup baik menjawab pertanyaan Mas. Begini ceritanya……!!! Khusus
utk suatu produk yg memiliki unsur 2 mata uang atau lebih , ada bbp hal yg
perlu mendpt perhatian :
Hal ini
sangat penting dan sensitive thd kinerja keuangan, krn kita sadari semua bahwa
Neraca dan L/R kita dalam Rp. Disamping itu Kurs Pajak/ Anggaran Pemerintah jg
perlu mendapat perhatian, shg jelas sekali Nilai-Tukar antar Mata Uang sangat
berperan. Jadi Nilai Tukar/ Kurs akan dpt lsg mempengaruhi pos/ akun pd
Neraca dan L/R.
Pd.
Dunia perbankan target tdk hanya dilihat pd pencapaian Portfolio st Produk yg
berhasil dibukukan, ttp juga kualitas. Artinya penjualan st produk saja tdk
cukup untuk penentuan target, tapi kualitas dari portfolio tsb. Bila pd sector
riel akan dpt dikaitan dng, A/RDOH (NPL-di Perbankan), InvDOH (LDR-di
perbankan) Saless Return Allowance yg terjadi (Provision/ PPAP di Perbankan),
EAT/ RMS (CAR pd perbankan) dsb. Kesimpulannya,
memang Target Sales Force harus komprehensif, tdk ada satu factor menjadi
lebih penting dari factor yang lain dlm membuat st target. Mas,
hanya itu yg saya miliki, mungkin dan saya yakin rekan-rekan lain memiliki
input an yg jauh lebih baik lagi. Kurang lebihnya mohon maaf. Prayudha
M -----Original Message----- Dear
all, Mohon
saran dan idea utk hal-2 dibawah ini: 1. Apakah ada yang punya pengalaman untuk penghitungan gross profit
(GP) yang akurat untuk produk-produk yang diimport dan dipasarkan di 2. Bagaimana membuat forecast biaya-biaya dalam proses penjualan
barang-barang import yang ideal dan dengan sedikit bias? 3. Bagaimana mengatasi factor eksternal yang mempengaruhi biaya2
penjualan, seperti government taxes, Rupiah fluctuation, resale items prices
(other complimentary products), dan freight expenses? 4. Bagaimana cara efektif untuk melatih para staf bagian penjualan
untuk dapat melakukan forecasting secara individual? 5. Siapakah yang harus bertanggung jawab untuk memonitor collection
(pembayaran dari customer) untuk setiap transaksi penjualan yang dilakukan staf
tenaga penjualan? Mengapa dan apa alasan-alasannya? 6. Lebih bijaksana yang manakah, menetapkan angka penjualan, atau
angka collection (pembayaran dari customer), atau angka keuntunga kotor sebagai
target utama staf tenaga penjualan? Apa resiko dan benefitnya? Salam, -paw-
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** Yahoo! Groups Links
|
- [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP Pratomo Agus
- RE: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP Prayudha Moelyo
- Re: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP Pratomo Agus
- Re: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP fahmi . gustiawan
- RE: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP Pratomo Agus
- RE: [mm-ugm] Mekanisme penghitungan GP Bekti, Agus
- [mm-ugm] Need Help donny mas
