Selamat pagi Pak Fahmi,
Terima kasih banyak untuk inputnya yang
berharga.
Sangat mendekati riil dan
aplikatif.
Sementara menunggu
ide-ide baru dari kawan-kawan, kami akan mengembangkan solusi dari ide Bapak
Fahmi dan Pak Prayudha.
Sekali lagi terima kasih
dan salam,
-paw-
From:
[EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, February 02, 2005
9:35 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [mm-ugm] Mekanisme
penghitungan GP
Selamat Pagi Pak Agus P,
Menurut
pengalaman saya yang dangkal ini,
1.
Untuk menghitung gross profit atas produk yang diimport sangat mudah. Yang
perlu diperhatikan adalah apakah jenis usahanya trading/manfacturing. Jika
trading (import lalu jual di indonesia).
relatif lebih mudah. Yang perlu dilakukan adalah menentukan acquisition cost
atas invntory tsb (yang mencakup CIF, Custom fee, Article art 22 import,
handling cost, etc.) hingga barang tersebut masuk kegudang kita. Juga termasuk
inventory cost atas penyimpanan barang tsb digudang kita (jika ada). Kasusnya
akan menjadi lain jika barang tsb di re-produksi/di reengineering lagi
(sebagian/seluruhnya) di tempat kita. Biaya-biaya produksi harus dihitung dan
dilekatkan kedalam produk tsb.
2
& 3. Forecast dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara yang terbaik
adalah mengkombinasikan experience dengan metode statistik yang ada. Misalnya,
kita dapat mendownload data atas penjualan beberapa tahun terakhir (semakin
banyak sample yang diambil akan semakin akurat hasil forcasting). Adapun faktor
pengaruh yang significant untuk produk import adalah rupiah fluctuation (itupun
tergantung atas mata yang mendenominasi atas pembelian tsb). Freight Expenses
cenderung flat (jika terjadi kenaikan juga tidak terlalu tinggi), sedangkan
taxes tidak berubah banyak dalam 1 tahun (karena pemerintah tidak semena-mena
untuk merubah aturan perpajakannya). Menurut hemat saya, gunakan alat statistik
yang tidak terlalu sulit, seperti exponential smoothing with trend adjustment,
atau multi regression. Adapun yang perlu dicermati adalah jenis produknya
sendiri dan beberapa asumsi yang mendasarinya. Jika jenis produk tersebut
adalah general produk dan market sharenya cukup besar (katakanlah kita leader
atas market tsb), maka pengaruh complentary produk tidak begitu signifikan
(karena bisa diatasi dengan marketing activities untuk menguatkan image produk
kepada konsumen/pasar).
4.
Untuk individual forcasting haruslah mengacu kepada boundries yang telah di
tetapkan oleh perusahaan (company/corporate target). Staff Bagian penjualan
sebaiknya diberikan kebebasan didalam melakukan forcasting berdasarkan data
yang ada akan tetapi tetap tidak boleh keluar dari kerangka/role perusahaan.
Staff dilatih untuk melakukan analisa berdasarkan data historis yang ada (area,
produk, etc). Berikan reward jika hasil forcast nya mendekati kenyataan (tau
melebihi target). Sebagai strategic guidance nya adalah company/corporate
target.
5.
Menurut hemat saya, yang bertanggung jawab untuk memonitor collection adalah
bagian sales administration/credit manager (masih departemen sales/marketing).
Alasannya sederhana saja, siapa yang berbuat harus bertanggung jawab. Jika
bagian lain yang bertanggung jawab atas transaksi penjualan (katakanlah
accounting), maka para sales akan seenaknya saja melakukan penjualan tersebut,
yang penting target tercapai. Mereka tidak peduli apakah penjualan tersebut
akan memiliki dampak negatif terhadap perusahaan. Pada tahap ini Customer
analisis perlu dilakukan (untuk pembelian credit). Sehingga penjualan tidak
dilakukan kepada customer yang bermasalah ("tidak terjadi pembuangan asset
perusahaan"). Akan tetapi Tanggung jawab untuk memonitor collection dapat
juga di lakukan bagian accounting/finance dan/atau departmen lainnya yang
khusus menangani collection. Namun hal ini akan effektif jika reward and
punishment diterapkan ke para sales people dan bagian terkait yang memberikan
persetujuan credit. collection target harus ditetapkan. Jika collection tidak
mencapai target dalam waktu tertentu, maka para sales people dan bagian terkait
yang memberikan persetujuan credit akan mendapatkan punishment. Reward &
Punishement ini diterapkan secara material don non material.
6.
Hal ini berkaitan dengan item 5. Biasanya target utama ditetapkan atas sales
value. Akan lebih bijak sana
jika dikombinasikan dengan collection. Buatlah bobot untuk masing-masing,
dimana tentunya bobot penjualan lebih tinggi dari pada bobot collection.
Mungkin
teman-teman lain memiliki ide yang lebih baik. Ini cuma menurut opini saya.
Salam
Fahmi
Gustiawan
|
|
"Pratomo Agus"
<[EMAIL PROTECTED]>
02/01/2005 06:17 PM
Please
respond to mm-ugm
|
To: <[email protected]>
cc:
Subject: [mm-ugm] Mekanisme
penghitungan GP
|
Dear all,
Mohon saran dan idea utk hal-2 dibawah ini:
1.
Apakah ada yang punya
pengalaman untuk penghitungan gross profit (GP) yang akurat untuk produk-produk
yang diimport dan dipasarkan di Indonesia?
2.
Bagaimana membuat
forecast biaya-biaya dalam proses penjualan barang-barang import yang ideal dan
dengan sedikit bias?
3.
Bagaimana mengatasi
factor eksternal yang mempengaruhi biaya2 penjualan, seperti government taxes,
Rupiah fluctuation, resale items prices (other complimentary products), dan
freight expenses?
4.
Bagaimana cara efektif
untuk melatih para staf bagian penjualan untuk dapat melakukan forecasting
secara individual?
5.
Siapakah yang harus
bertanggung jawab untuk memonitor collection (pembayaran dari customer) untuk
setiap transaksi penjualan yang dilakukan staf tenaga penjualan? Mengapa dan
apa alasan-alasannya?
6.
Lebih bijaksana yang
manakah, menetapkan angka penjualan, atau angka collection (pembayaran dari
customer), atau angka keuntunga kotor sebagai target utama staf tenaga
penjualan? Apa resiko dan benefitnya?
Salam,
-paw-
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang
berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Yahoo! Groups Links
Tiap
bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR
TRADITION ***
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Yahoo! Groups Links