"Kesalahan" anda adalah:
Berada pada tempat & waktu yg "tdk" tepat serta berharap "terlalu" banyak. Selama lingkungan kita masih serba materialistik dg budaya hedonisme & konsumerisme yg tinggi, selama para "produsen" (komersial maupun publik) masih melihat bahwa "konsumen" (komersial maupun publik) merupakan obyek, selama "konsumen" masih berfikir bahwa semua hal dpt diselesaikan dg materi & beranggapan bahwa mereka berada pd posisi yg lemah, tdk punya daya tawar, selama kita masih berfikir bahwa sedikit pemberian setelah proses selesai adalah wajar, selama... selama... selama.... selapa apa lagi? Apakah selamanya?
mini mini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Teman......Apakah manurut teman-teman semua apa yang saya lakukan salah?Kejadiannya tanggal 13 Juni 2005 hari senen kemarin,Saya dibentak dan dikira menantang salah satu pejabat eselon di suatu departemen di Jakarta dimana saya mau mengambil surat untuk bekal jualan ke Luar Negeri yang saya buat sejak bulan Pebruari 2005 saya sengaja buat dengan waktu nda mendesak biar semuanya berjalan lancar............Awal critanya begini, saya membuat suatu surat untuk terregistrasi sebagai eksportir terdaftar , trus pada bulan maret saya ditelpon oleh seorang PNS departemen itu dan diminta kalau mau mengambil surat itu saya harus ke dia dan telponnya tidak hanya sekali, nah dari sini saya berpikir baik amat bapak ini, tapi saya berpikir lagi jangan-jangan ada sesuatu, akhirnya saya minta tolong temen saya didepartemen tersebut tapi beda gedung dan beda divisi dengan pejabat yang membentak saya, dan kebetulan temen itu eselon 4 jadi saya pikir bisa mudah mengkses, nah bener temen saya telpon katanya surat saya udah ketemu dan dipegang pak X tapi katanya harus membayar Rp. 2.500.000,- saya tanya untuk apa katanya dah biasa trus saya minta tolong ditawarin katanya mentok-mentoknya 1juta keatas...... ya sudahlah saya pikir-pikir dulu dan saya bilang kalau saya mau ambil surat itu ntar saya kasih tahu temen saya tersebut.....Setelah selang satu bulan saya tenya kesana kemari katanya pembuatan surat itu gratis dan jika ada biaya paling sukarela........Akhirnya hari senin pagi saya konsultasi ke mantan bos saya yang kebetulan eselon 3, dan bliau bilang supaya saya datang langsung aja dan minta semua sesuai prosedur kan syukur-syukur nanti bisa zero, dan kata bliau hal-hal kayak begini jangan dibiasakan wong sekarang SBY aja lagi gencar-gencarnya menumpas KKN ya kata bliau ya mulailah dari sekarang kita bantu bersihkan dari departemen ini......Akhirnya dengan semangat 45 saya datang kekantor tsb ambil surat dan ketemu salah satu staf, tapi saya tidak boleh ambil langsung saya harus ketemu pak X karena ada pesenan, karena lama nunggu akhirnya saya telepon dan saya minta semuanya sesuai prosedur aja biar transparan dan saya bilang ingin memulai bisnis dengan bersih jadi bisa berkah selamanya..... nah bp X akhirnya menyerahkan ke bosnya yang dulu pernah nelpon saya, wah saya jadi heran koq bisa begini padahal surat sudah ada didepan mata saya tapi koq sulit akhirnya saya tinggal sholat dulu sambil nunggu pak bos itu, apa yang terjadi blum lagi saya duduk saya sudah dapat tatapan tak bersahabat, saya dikira menantang, dikira kejakarta mau nyari musuh, akhirnya kuulurkan tangan jabat tangan sambil berkata pak saya keJakarta mau nyari saudara dan sahabat bukan musuh, jadi jika memang ada gerak-gerak yang salah kritik saja saya bukan malah salah langsung dituduh menantand dan cari musuh, teman waktu itu saya ingin menangis karena saya baru pertama kali diperlakukan kasar seperti ini akhirnya kutahan dan kuredakan emosi, dan saya ngomong jika yang membuat marah karena uang saya minta maaf tapi jujur saya ingin memulai sesuatu dengan transparan dan jika memang saya harus mengeluarkan biaya sebegitu saya bersedia tapi saya hanya ingin tahu untuk apa, alkhirnya bapak tersebut bilang memang surat itu gratis tapi katanya banyak pengusaha yang gak peka dengan kebutuhan kanto seperti tinta dan lain2 yang diluar anggaran, akhirnya saya bilang saya akan memberikan uang dengan sekemampuan dan seikhlas saya........Akhirnya kujabat tangan bapak itu, meminta agar jangan ada permusuhan dan kebencian karena niat awal saya hanya mau sesuartu yang transparan.......Akhirnya kudapatkan surat itu..............tapi sampai sekarang saya berpikir koq yau nyari uang di negeri sendiri aja dipersulitGimana temen-temen apakah saya salah melakukan hal itu?Komentarin dong biar nda salah lagi.....Thanx bangetMiniBatch 26
Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Suherman
Sow a thought and you will reap an act
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a character
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a character
Sow a character and you will reap a destiny
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***
Yahoo! Groups Links
http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/
[EMAIL PROTECTED]
