Mas Herman, dik Mini dan temen-temen alumnus semuanya, percayalah masih banyak yang bersih. Itulah sulitnya ya karena yang namanya busuk, walaupun cuman beberapa ini yang paling terlihat dulu . . . . bau busuk lebih menyengat dari bau yang biasa-biasa aja. Setahu aku tiap kali ketemu temen sesama auditor ya masih banyak yg idealis . . . . kalau mas Herman ketemu yang begitu . . . . wah berarti aku yang bodo ya he he he

Herman HP <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Semoga saja masih banyak Bu Flori-Bu Flori yg lain di BPKP. Saya sangat berharap sekali utk hal ini, mengingat pengalaman saya sejak tahun 1992 berhubungan dg rekan2 BPKP (posisi saya sbg auditee) blm menggembirakan dan cenderung seperti yg disebutkan oleh Bu Flori: "...banyak yang berbau korupsi,..."

Semoga ke depan bisa lebih baik...



flori widyarsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salut untuk Mini yang sudah dengan gagah berani mau ikut memerangi korupsi. Ada tiga hal penyebab korupsi: 1. Kesempatan; 2. Niat; 3 . . . . (lali je). Nah sdri Mini ini dengan segala iktikad baik dan keberaniannya dengan hati tulus iklas memulai dari diri sendiri. Selama ini memang itulah yang terjadi, terlalu mudah menyerah kepada tekanan. Saya berharap bahwa ini juga menjadi titik tolak untuk terus tidak takut kepada tekanan. Anda tidak salah, anda benar 100% . . . . namun kalau toh anda akhirnya memberi semoga karena memang anda tidak mau takluk kepada tekanan . . . . . Jadikan ini sebagai guru untuk anda bergerak dalam berhubungan dengan birokrasi, percayalah masih banyak PNS yang bersih. Kalau ada mereka yang beralasan kebutuhan tinta, kertas dan segala macam . . . ..  itu tidak benar sama sekali, anggaranpun menyediakan sarana untuk itu. Hanya satu pesan saya, luweslah dalam bertindak, pandai-pandai membaca situasi.
Korupsi mengurat dan mengakar juga disebabkan yang ditekan mau menyerah . . .. .  kalau semua pengusaha kompak tidak mau memberi . . . . ini menghilangkan satu unsur korupsi yaitu kesempatan.
Saya sendiri kerja di BPKP, sudah melihat banyak yang berbau korupsi, tetapi kami tidak bisa membuktikan, apalagi kalau tendernyapun udah arisan modelnya . . . .
Oya saya di BPKP udah 20 tahun mulai '98 udah tidak di operasional lagi, saya skg di Biro Kepegawaian, sebelumnya di Pusdiklat. Menjadi auditor antara 1985-1998.
Bravo untuk anda yang berani memulai dengan niat bersih. Lain kali kalau ketemu dengan yang seperti itu, mungkin sekali-kali anda perlu menggertak dengan cara halus ataupun dengan menggebrak meja kalau perlu. Ingatkan bahwa rejeki yang diperoleh dengan memeras tidak akan pernah membahagiakan keluarga. Biasanya mereka kalau udah diingatkan dengan kepentingan keluarga, tidak akan banyak cingcong. Manfaatkan juga sms Presiden nomor 9949 dan kotakpos 9949 juga, kalau berhadapan dengan yang mentog.
Maju terus jangan takut, tetapi belajarlah untuk luwes dan pandai mempergunakan situasi . . .
Salam
Flori W
Exe-V UGD

mini mini <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Teman......
Apakah manurut teman-teman semua apa yang saya lakukan salah?
Kejadiannya tanggal 13 Juni 2005 hari senen kemarin,Saya dibentak dan dikira menantang salah satu pejabat eselon di suatu departemen di Jakarta dimana saya mau mengambil surat untuk bekal jualan ke Luar Negeri yang saya buat sejak bulan Pebruari 2005 saya sengaja buat dengan waktu nda mendesak biar semuanya berjalan lancar............
Awal critanya begini, saya membuat suatu surat untuk terregistrasi sebagai eksportir terdaftar , trus pada bulan maret saya ditelpon oleh seorang PNS departemen itu dan diminta kalau mau mengambil surat itu saya harus ke dia dan telponnya tidak hanya sekali, nah dari sini saya berpikir baik amat bapak ini, tapi saya berpikir lagi jangan-jangan ada sesuatu, akhirnya saya minta tolong temen saya didepartemen tersebut tapi beda gedung dan beda divisi dengan pejabat yang membentak saya, dan kebetulan temen itu eselon 4 jadi saya pikir bisa mudah mengkses, nah bener temen saya telpon katanya surat saya udah ketemu dan dipegang pak X tapi katanya harus membayar Rp. 2.500.000,- saya tanya untuk apa katanya dah biasa trus saya minta tolong ditawarin katanya mentok-mentoknya 1juta keatas...... ya sudahlah saya pikir-pikir dulu dan saya bilang kalau saya mau ambil surat itu ntar saya kasih tahu temen saya tersebut.....
Setelah selang satu bulan saya tenya kesana kemari katanya pembuatan surat itu gratis dan jika ada biaya paling sukarela........Akhirnya hari senin pagi saya konsultasi ke mantan bos saya yang kebetulan eselon 3, dan bliau bilang supaya saya datang langsung aja dan minta semua sesuai prosedur kan syukur-syukur nanti bisa zero, dan kata bliau hal-hal kayak begini jangan dibiasakan wong sekarang SBY aja lagi gencar-gencarnya menumpas KKN ya kata bliau ya mulailah dari sekarang kita bantu bersihkan dari departemen ini......
Akhirnya dengan semangat 45 saya datang kekantor tsb ambil surat dan ketemu salah satu staf, tapi saya tidak boleh ambil langsung saya harus ketemu pak X karena ada pesenan, karena lama nunggu akhirnya saya telepon dan saya minta semuanya sesuai prosedur aja biar transparan dan saya bilang ingin memulai bisnis dengan bersih jadi bisa berkah selamanya..... nah bp X akhirnya menyerahkan ke bosnya yang dulu pernah nelpon saya, wah saya jadi heran koq bisa begini padahal surat sudah ada didepan mata saya tapi koq sulit akhirnya saya tinggal sholat dulu sambil nunggu pak bos itu, apa yang terjadi blum lagi saya duduk saya sudah dapat tatapan tak bersahabat, saya dikira menantang, dikira kejakarta mau nyari musuh, akhirnya kuulurkan tangan jabat tangan sambil berkata pak saya keJakarta mau nyari saudara dan sahabat bukan musuh, jadi jika memang ada gerak-gerak yang salah kritik saja saya bukan malah salah langsung dituduh menantand dan cari musuh, teman waktu itu saya ingin menangis karena saya baru pertama kali diperlakukan kasar seperti ini akhirnya kutahan dan kuredakan emosi, dan saya ngomong jika yang membuat marah karena uang saya minta maaf tapi jujur saya ingin memulai sesuatu dengan transparan dan jika memang saya harus mengeluarkan biaya sebegitu saya bersedia tapi saya hanya ingin tahu untuk apa, alkhirnya bapak tersebut bilang memang surat itu gratis tapi katanya banyak pengusaha yang gak peka dengan kebutuhan kanto seperti tinta dan lain2 yang diluar anggaran, akhirnya saya bilang saya akan memberikan uang dengan sekemampuan dan seikhlas saya........
Akhirnya kujabat tangan bapak itu, meminta agar jangan ada permusuhan dan kebencian karena niat awal saya hanya mau sesuartu yang transparan.......
Akhirnya kudapatkan surat itu..............tapi sampai sekarang saya berpikir koq yau nyari uang di negeri sendiri aja dipersulit
Gimana temen-temen apakah saya salah melakukan hal itu?
Komentarin dong biar nda salah lagi.....Thanx banget
Mini
Batch 26


Yahoo! Sports
Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Suherman
 
Sow a thought and you will reap an act
Sow an act and you will reap a habit
Sow a habit and you will reap a character
Sow a character and you will reap a destiny

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***



Discover Yahoo!
Have fun online with music videos, cool games, IM & more. Check it out!

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




Yahoo! Groups Links

Kirim email ke