Mini, saya salut dengan semangat anda. Maju teruss!!! Negeri ini memang perlu orang-orang yang berani memulai, berani bertindak, meskipun mulai dari hal-hal kecil yang ada dilingkungan hidup kita.
Mba Flori.... salam kenal ya. Kalau anda sudah 20 tahun di BPKP, saya percaya bahwa anda paham sekali dengan budaya korup-mengkorup ini. Saya juga mantan auditor.... tapi terpaksa lompat jalur ke swasta karena nggak nahan dengan sistemisasi budaya korup ini. Mungkin saya termasuk orang yang mentalnya ngga sekuat Mba Flori ini ya.... hehehe..... Salam, Yanuar - Batch XX --- flori widyarsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Salut untuk Mini yang sudah dengan gagah berani mau > ikut memerangi korupsi. Ada tiga hal penyebab > korupsi: 1. Kesempatan; 2. Niat; 3 . . . . (lali > je). Nah sdri Mini ini dengan segala iktikad baik > dan keberaniannya dengan hati tulus iklas memulai > dari diri sendiri. Selama ini memang itulah yang > terjadi, terlalu mudah menyerah kepada tekanan. Saya > berharap bahwa ini juga menjadi titik tolak untuk > terus tidak takut kepada tekanan. Anda tidak salah, > anda benar 100% . . . . namun kalau toh anda > akhirnya memberi semoga karena memang anda tidak mau > takluk kepada tekanan . . . . . Jadikan ini sebagai > guru untuk anda bergerak dalam berhubungan dengan > birokrasi, percayalah masih banyak PNS yang bersih. > Kalau ada mereka yang beralasan kebutuhan tinta, > kertas dan segala macam . . . .. itu tidak benar > sama sekali, anggaranpun menyediakan sarana untuk > itu. Hanya satu pesan saya, luweslah dalam > bertindak, pandai-pandai membaca situasi. > Korupsi mengurat dan mengakar juga disebabkan yang > ditekan mau menyerah . . .. . kalau semua pengusaha > kompak tidak mau memberi . . . . ini menghilangkan > satu unsur korupsi yaitu kesempatan. > Saya sendiri kerja di BPKP, sudah melihat banyak > yang berbau korupsi, tetapi kami tidak bisa > membuktikan, apalagi kalau tendernyapun udah arisan > modelnya . . . . > Oya saya di BPKP udah 20 tahun mulai '98 udah tidak > di operasional lagi, saya skg di Biro Kepegawaian, > sebelumnya di Pusdiklat. Menjadi auditor antara > 1985-1998. > Bravo untuk anda yang berani memulai dengan niat > bersih. Lain kali kalau ketemu dengan yang seperti > itu, mungkin sekali-kali anda perlu menggertak > dengan cara halus ataupun dengan menggebrak meja > kalau perlu. Ingatkan bahwa rejeki yang diperoleh > dengan memeras tidak akan pernah membahagiakan > keluarga. Biasanya mereka kalau udah diingatkan > dengan kepentingan keluarga, tidak akan banyak > cingcong. Manfaatkan juga sms Presiden nomor 9949 > dan kotakpos 9949 juga, kalau berhadapan dengan yang > mentog. > Maju terus jangan takut, tetapi belajarlah untuk > luwes dan pandai mempergunakan situasi . . . > Salam > Flori W > Exe-V UGD > > mini mini <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Teman...... > Apakah manurut teman-teman semua apa yang saya > lakukan salah? > Kejadiannya tanggal 13 Juni 2005 hari senen > kemarin,Saya dibentak dan dikira menantang salah > satu pejabat eselon di suatu departemen di Jakarta > dimana saya mau mengambil surat untuk bekal jualan > ke Luar Negeri yang saya buat sejak bulan Pebruari > 2005 saya sengaja buat dengan waktu nda mendesak > biar semuanya berjalan lancar............ > Awal critanya begini, saya membuat suatu surat untuk > terregistrasi sebagai eksportir terdaftar , trus > pada bulan maret saya ditelpon oleh seorang PNS > departemen itu dan diminta kalau mau mengambil surat > itu saya harus ke dia dan telponnya tidak hanya > sekali, nah dari sini saya berpikir baik amat bapak > ini, tapi saya berpikir lagi jangan-jangan ada > sesuatu, akhirnya saya minta tolong temen saya > didepartemen tersebut tapi beda gedung dan beda > divisi dengan pejabat yang membentak saya, dan > kebetulan temen itu eselon 4 jadi saya pikir bisa > mudah mengkses, nah bener temen saya telpon katanya > surat saya udah ketemu dan dipegang pak X tapi > katanya harus membayar Rp. 2.500.000,- saya tanya > untuk apa katanya dah biasa trus saya minta tolong > ditawarin katanya mentok-mentoknya 1juta > keatas...... ya sudahlah saya pikir-pikir dulu dan > saya bilang kalau saya mau ambil surat itu ntar saya > kasih tahu temen saya tersebut..... > Setelah selang satu bulan saya tenya kesana kemari > katanya pembuatan surat itu gratis dan jika ada > biaya paling sukarela........Akhirnya hari senin > pagi saya konsultasi ke mantan bos saya yang > kebetulan eselon 3, dan bliau bilang supaya saya > datang langsung aja dan minta semua sesuai prosedur > kan syukur-syukur nanti bisa zero, dan kata bliau > hal-hal kayak begini jangan dibiasakan wong sekarang > SBY aja lagi gencar-gencarnya menumpas KKN ya kata > bliau ya mulailah dari sekarang kita bantu bersihkan > dari departemen ini...... > Akhirnya dengan semangat 45 saya datang kekantor tsb > ambil surat dan ketemu salah satu staf, tapi saya > tidak boleh ambil langsung saya harus ketemu pak X > karena ada pesenan, karena lama nunggu akhirnya saya > telepon dan saya minta semuanya sesuai prosedur aja > biar transparan dan saya bilang ingin memulai bisnis > dengan bersih jadi bisa berkah selamanya..... nah bp > X akhirnya menyerahkan ke bosnya yang dulu pernah > nelpon saya, wah saya jadi heran koq bisa begini > padahal surat sudah ada didepan mata saya tapi koq > sulit akhirnya saya tinggal sholat dulu sambil > nunggu pak bos itu, apa yang terjadi blum lagi saya > duduk saya sudah dapat tatapan tak bersahabat, saya > dikira menantang, dikira kejakarta mau nyari musuh, > akhirnya kuulurkan tangan jabat tangan sambil > berkata pak saya keJakarta mau nyari saudara dan > sahabat bukan musuh, jadi jika memang ada > gerak-gerak yang salah kritik saja saya bukan malah > salah langsung dituduh menantand dan cari musuh, > teman waktu itu saya ingin menangis karena > saya baru pertama kali diperlakukan kasar seperti > ini akhirnya kutahan dan kuredakan emosi, dan saya > ngomong jika yang membuat marah karena uang saya > minta maaf tapi jujur saya ingin memulai sesuatu > dengan transparan dan jika memang saya harus > mengeluarkan biaya sebegitu saya bersedia tapi saya > hanya ingin tahu untuk apa, alkhirnya bapak tersebut > bilang memang surat itu gratis tapi katanya banyak > pengusaha yang gak peka dengan kebutuhan kanto > seperti tinta dan lain2 yang diluar anggaran, > akhirnya saya bilang saya akan memberikan uang > dengan sekemampuan dan seikhlas saya........ > Akhirnya kujabat tangan bapak itu, meminta agar > jangan ada permusuhan dan kebencian karena niat awal > saya hanya mau sesuartu yang transparan....... > Akhirnya kudapatkan surat itu..............tapi > sampai sekarang saya berpikir koq yau nyari uang di > negeri sendiri aja dipersulit > Gimana temen-temen apakah saya salah melakukan hal > itu? > Komentarin dong biar nda salah lagi.....Thanx banget > Mini > Batch 26 > > > --------------------------------- > Yahoo! Sports > Rekindle the Rivalries. Sign up for Fantasy Football __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
