Semalam kebetulan saya nonton acaranya Farhan - Lepas Malam - di TransTV. Ada sekelumit wawancara yang menarik dengan seorang anggota Dewan Yang Terhormat terkait dengan rencana kenaikan tunjangan yang jumlahnya luar biasa itu. Ketika ditanya, apa latar belakang dari permintaan kenaikan tunjangan yang luar biasa besar ini? Anggota dewan yang di setiap jari tangannya terpasang cincin segede becak itu dengan pede-nya menjawab bahwa hal itu adalah wajar karena kenaikan-kenaikan biaya operasional di lapangan, salah satunya adalah kenaikan harga BBM..... Lhah kalau memang kenaikan harga BBM ini "mengganggu" operasional kerja para anggota dewan yang terhormat itu, koq mereka menyetujui ya kenaikan tsb..... Ya logika saya sebagai seorang pegawai akhirnya berpikir bahwa mungkin anggota dewan itu menyetujui kenaikan harga BBM supaya mereka punya alasan untuk minta kenaikan tunjangan.... hehehe.... nyambung deehhh........ Apa mungkin para Economic Hit Man ini juga menyusup ke DPR RI ya?
--- flori widyarsi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Tergelitik juga untuk ikut berkomentar, maaf mungkin > tidak terlalu banyak tahu. > Yang ideal memang harga BBM sama dengan harga > internasional, supaya jelas kelihatan apakah memang > Pertamina sudah efisien atau tidak dalam menjalankan > usahanya. > Tolong bedakan BBM dengan crude. > Yang namanya BBM, diantaranya adalah avtur, > kerosene, solar (untuk industri), premium, solar > (untuk rumah tangga), Jet Petrol (ini adalah premium > dengan API 98% -kalau gak salah ingat-) ini sama > dengan Pertamax; bedanya Pertamax APInya tinggi > karena dicampur dengan bahan kimia tertentu > sedangkan Jet Petrol asli dari pengolahan --> juga > kalau gak salah ini hanya dihasilkan dari kilang > Dumai. > Crude adalah bahan baku untuk BBM, bentuknya seperti > lumpur, bahkan bisa seperti tanah liat basah untuk > crude tertentu, tapi ada juga yang cair yaitu jenis > SLC (Sumatran Light Crude) ini dihasilkan dari > ladang minyak sekitar Sumsel. Itu sebabnya kalau di > daerah eksplorasi dan produksi atau di daerah > pengolahan biasanya ada pipa-pipa dengan diameter > hampir satu meter, itu sebetulnya dilapisi dengan > pipa penyalur uap panas supaya crude bisa jalan. > Yang namanya pengolahan minyak rumit: berbagai jenis > crude mengandung berbagai jenis produk olahan. > Misalnya crude dari Irak mengandung bahan aspal, > kilang yang didesign untuk mengolah crude dari Irak > adalah kilang Cilacap, karena sengaja untuk > memperoleh aspal-minyaknya juga. Crude kita dijual > ke LN dengan harapan mendapat lebihan, karena SLC > lebih mahal, sementara crude yang berat diolah untuk > BBM kita, dan memang kilang-kilang kita didesign > untuk mengolah crude yang berat. > Crude kalau diolah menghasilkan berbagai produk, > misalnya: LPG (Liquified Petroleum Gas), premium, > kerosene, solar dan berbagai produk olahan lain. > Saya tidak tahu pak Kwik mendapat ilham dari mana > untuk bisa mengatakan 1 bbl crude diolah dengan > biaya Rp1 menghasilkan 1 bbl BBM. Setahu saya semua > kilang, hasilnya sangat variatif tergantung design > dan kebutuhan BBM apa yang sedang diperlukan. Jadi > saya tidak bisa mengomentari analisa pak Kwik. > Bagi hasil produksi crude kita perbandingannya > adalah 85:15 sedangkan 65:35 adalah untuk > pengusahaan gas alam. Adil atau tidak, menguntungkan > Indonesia atau tidak setahu saya belum ada kajian > mengenai hal itu. Itulah kemampuan negosiasi para > negosiator kita saat itu. Mungkin para alumni > ataupun mahasiswa yang berasal dari Pertaminalah > yang lebih tahu. > Tambah pusiank . . . .. ?? > Gak usah pusing-pusing . . . . . gimana gak pusing > ya kalau harga crude udah mencapai US$ 60 per > bblnya. . . . . ketika sekitar 30-an aja subsidinya > udah aujubilah, apalagi sekarang. Atau memang perlu > keberanian Pem untuk membebaskan Pertamina mengatur > harga jual BBM ??? Tetapi juga diberi kebebasan pada > masyarakat untuk membeli BBM dari mana . . . . kacau > kali yeee he he he . . . > Salam > > > Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Idealnya harga minyak dalam negeri harus sama dg > internasional, hanya > dampaknya harga bbm bakal naik tajam. kondisi di > indo, kenaikan bbm bakal > diikuti kenaikan barang dan jasa. Nah kira2 bisakah > pemerintah mengeluarkan > kebijakan, harga bbm sesuai harga dunia, namun harga > barang/jasa tidak > otomatis ikut naik, (he he sulit kali yaa).... > > > > > ---------- > > From: Overseas > FIN[SMTP:[EMAIL PROTECTED] > > Reply To: [email protected] > > Sent: 05 Juli 2005 10:46 > > To: [email protected] > > Subject: RE: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN > > > > Intinya sepertinya lebih untung menjual minyak ke > luar negri ketimbang > > untuk kepentingan rakyat Indonesia, itulah > pemikiran sebagian besar > > oknum - oknum pejabat negara kita dan PERTAMINA > tentunya sebagai > > penguasa minyak negara. > > > > Best Regards, > > > > Hendrik Permata > > Overseas Account > > FIN Logistics - JKT > > Phn : +62 21 5701700 Ext.111 > > Fax : +62 21 574 6022 > > www.finlogistics.co.id > > > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > > Of Prayudha Moelyo > > Sent: Tuesday, July 05, 2005 10:04 AM > > To: [email protected] > > Subject: RE: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN > > > > > > Pagi ini saya mendengar berita/ wawancara di Radio > 105,8 FM mengenai BBM > > ada beberapa informasi penting al: 1. Produksi > Crued Oil/ Minyak Mentah > > kita per hari adalah +/- 1 Juta Barrel. Setiap > tahun akan turun 6%-7%, > > demikian juga produiksi Global. 2. Dari Produksi 1 > Juta Barel/Hari 65% > > menjadi Hak Pem.RI, 35% milik KPS > > > > 3. Kapasitas Produksi (Terpasaang) Kilang minyak > kita 1 Juta Barrel/ > > Hari. 4. Konsumsi Minyak Jadi kita +/- 1,05 Juta > Barrel/ Hari. 5. Saat > > ini Kilang Minyak kita hanya mampu memproduksi > 74,6% dari kapasitas > > terpasang. Sisanya kita harus Impor BBM jadi. 6. > Harga Crued Oil > > International +/- 60 USD$/ Barrel. Minyak Jadi +/- > 70USD$/Barrel. > > > > Dari informasi tsb, mungkin ada rekan-rekan yang > bisa membantu melakukan > > perbandingan dan klarifikasi dengan analisa yang > dilakukan oleh Bpk. > > Kwik, tentang Subsisdi BBM. > > > > > > Sumber/ Nrasasi : Bpk. Purnomo > > > > > > Prayudha Moelyo > > Commercial Agribusiness Unit > > Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 18 > > Jakarta > > telp. 021.25517000 ext. 7143 fax. 021. 2525579 > > > > -----Original Message----- > > From: [email protected] > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > > Of Wardoyo > > Sent: Tuesday, July 05, 2005 9:36 AM > > To: '[email protected]' > > Subject: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN > > > > TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN JOHN PERKINS MANTAN > ANGGOTA "PERUSAK EKONOMI" > > (ECONOMIC HIT MEN) > > > > Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota > terhormat komunitas > > bankir Internasional. Dalam bukunya Confessions of > an Economic Hit Man > > ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang > profesional yang dibayar mahal, > > ia membantu Amerika mencurangi dan menipu > negara-negara miskin di dunia > > dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang > yang melebihi kemampuan > > mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. > (berikut transrip > > wawancaranya): > > > > John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan > "anggota perusak > > ekonomi" (Economic Hit Men) - seorang profesional > yang dibayar mahal > > untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan > triliunan dolar. > > (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah > memulai menulis buku > > dengan judul, "Conscience of an Economic Hit Men." > > > > Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk > presiden di dua negara, > > mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat > respek pada spirit > > kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) > dan Omar Torrijos > > (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam > kecelakaan yang mengerikan. > > Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka > dibunuh karena mereka > > menolak bekerjasama dengan perusahaan, > pemerintahan, dan pimpinan > > perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium > dunia (Amerika). Kami > > para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah > gagal mempengaruhi Roldós > > dan Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" > yaitu CIA-"serigala > > pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, > kemudian melakukan tindakan. > > > > John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk > menghentikan menulis buku > > itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua > puluh tahun ini. Pada > > tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu > mempengaruhi saya untuk > > menulis lagi : invasi Amerika ke Panama tahun > 1980, Perang Teluk > > pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. > Tetapi, ancaman atau > > sogokan selalu membuat saya berhenti." > > > > Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan > kejadian yang dialaminya. > > Buku ini diberi judul Confessions of an Economic > Hit Man. John Perkins > > bersama kami di studio Firehouse. > > > > a.. John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja > pada perusahaan > > konsultan Internasional Chas T. Main dimana ia > menjadi "economic hit > > man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu > Confessions of an > > Economic Hit Man. > > > > Wawancara: > > AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di > studio Firehouse. > > Selamat datang di Democracy Now! > > > > JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa > di sini. > > > > AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat > Anda bersama kami. Oke, > > jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., > seperti halnya Anda > > menamakannya. > > > > JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih > kepada kami dan apa > > pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium > Amerika. Membawa, > > merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya > (dunia) sebisa mungkin > > keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju > berbagai perusahaan kita, > > dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami > telah mengerjakan dengan > > begitu berhasil. Kami telah membangun imperium > terbesar dalam sejarah > > dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak > Perang Dunia II, dengan > > kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. > Hanya suatu kejadian > > yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan > kekuatan militer sebagai > > tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti > berbagai sejarah lain > > dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi > ekonomi, melalui > > pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan > sehingga mereka mengikuti > > jalan kita, melalui para "economic hit men". Saya > adalah salah satu > > bagian utama dari hal itu. > > > > AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk > siapa Anda bekerja? > > > > JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah > bisnis di akhir 1960-an > > oleh Badan Keamanan Nasional (National Security > Agency, NSA), institusi > > terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai > organisasi mata-mata, > > tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan > swasta. "Economic hit > > man" yang pertama telah pulang kembali pada awal > 1950-an, dimana Kermit > > Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan > pemerintahan Iran. > > Sebuah pemerintahan yang terpilih secara > demokratis, yaitu pemerintahan > > Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan > Mossadegh sebagai sosok > > terpilih dunia (person of the year). Roosevelt > telah melakukan begitu > > sukses, tanpa ada darah yang tumpah - atau mungkin > sedikit- tapi tanpa > > intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan > dolar dan telah bisa > > mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran. > > > > Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan > economic hit man sangatlah > > baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang > dengan Rusia, jika kami > > berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya > adalah, Roosevelt agen > > CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia > tertangkap, ia akan > > mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan > sangat memalukan. Lalu, > > dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang > diambil kemudian adalah > > menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk > merekrut orang-orang > > potensial menjadi economic hit man, seperti saya. > Kemudian, mengirim > > kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan > swasta, perusahaan rekayasa > > (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau > kami tertangkap, maka > > tak ada hubungannya dengan pemerintah. > > > > AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda > bekerja. > > > > JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja > adalah perusahaan Chas. T. > > Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 > pekerja, dan saya > > menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 > orang. Tapi pekerjaan > > saya yang utama adalah pembuat transaksi > (deal-making). Yaitu memberikan > > hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh > lebih besar dari kemampuan > > mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam > hutang itu > > ---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar > dolar, kepada negara > > seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara > itu akan memberikan > > kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada > sebuah perusahaaan > > Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk > membangun > > infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang > sangat besar (Halliburton > > atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu > kemudian membangun sistem > > kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu > semua pada dasarnya > > hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, > yaitu para orang-orang > > kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di > negara-negara itu akan tetap > > saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa > yang tak mungkin dapat > > dibayar. > > > > Negara seperti Ekuador harus membayar hutang > dengan 70% dari budget > > nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat > bagi mereka. Lalu, kita > > meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin > minyak, kita ke > > Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak > bisa membayar utangmu, > > maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan > tropis Amazonmu yang > > dipenuhi minyak." Dan kini kita telah menguasai > dan menghancurkan hutan > > tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya > kepada kita, karena > > mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. > Jadi kita buat hutang > > raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke > Amerika, sementara negeri > > itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan > bunga yang besar, dan > > menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini > > (Amerika) adalah sebuah imperium > > Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium > raksasa. Ini > > benar-benar keberhasilan luar biasa. > > > > AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John > Perkins, penulis buku > > Confessions of an Economic Hit Man. Anda > mengatakan karena sogokan dan > > alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam > waktu lama. Apa maksud > > Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- > apakah sogokan itu Anda > > terima? > > > > JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah > juta dolar tahun 90-an > > untuk tidak menulis buku ini. > > > > > > AMY GOODMAN: Dari? > > > > JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar > rekayasa konstruksi. > > > > AMY GOODMAN: Yang mana? > > > > > > JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah.. > --Stoner-Webster. > > Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, > ini adalah.. - saya > > dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini > semua legal. Tapi > > sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama > sekali tak > > mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, > seperti saya jelaskan > > dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu > adalah - saya adalah - itu > > mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu > sebagai konsultan mereka, > > saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya > dilarang menulis buku > > apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), > ketika mereka mengetahui > > bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang > pada saat itu saya beri > > judul "Conscience of an Economic Hit Man." Dan > saya harus mengatakan > > pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah > yang luar biasa - ini > > nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan > maksud saya - > > > > AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu. > > > > JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,... kamu tahu? Dan > ketika saya direkrut > > NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin > penguji kebohongan. > > Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian > membujuk saya. Mereka > > menggunakan sarana yang paling kuat dalam > kebudayaan kita yaitu sex, > > kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya > berasal dari keluarga > > Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu > kuat nilai-nilai > > moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang > yang baik sepenuhnya, > > dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar > memperlihatkan bagaimana > > kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh > "candu" sex, uang, dan > > kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya > saya begitu terbuai > > dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami > sendiri sebagai economic hit > > man, saya pikir saya akan sangat sulit > mempercayai, ada yang melakukan > > hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, > karena negara kita > > (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika > masyarakat dari bangsa ini > > memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar > negeri kita, apa arti > > hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana > perusahaan-perusahaan kita > > bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya > tahu kita akan menuntut > > perubahan. > > > > AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John > Perkins. Pada buku Anda, Anda > > mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan > sebuah rencana rahasia > > menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu > petro-dolar > > (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian > mengikat hubungan antara > > Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika > berturut-turut. Jelaskan. > > > > JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang > mencengangkan.Saya > > mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin > terlalu muda untuk > > mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. > Di awal 70-an OPEC > > menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai > minyak. Mobil-mobil kita > > antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara > ini (Amerika) takut > > akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 > -depresi besar ekonomi- > > ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka > - Departemen Keuangan > > (the Treasury Department) menyewa saya dan > beberapa economic hit men > > yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami > . > > > > AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan > economic hit men, EHM. > > > > JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. > Secara legal, saya > > adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami > sendiri EHM. Ini sepertinya > > tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami > mengungkapkannya, > > kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di > awal 70-an. Kami tahu > > Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari > ketergantungan, atau > > mengontrol situasi. Dan kami bekerja > menyelesaikannya dimana Kerajaan > > Arab menyetujui mengirimkan hampir semua > petro-dolar mereka (minyak/emas > > hitam) dan mereka menginvestasikan pada > sekuritas-sekuritas pemerintahan > > Amerika (U.S. government securities). Departeman > Keuangan menggunakan > > bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa > perusahaan-perusahaan > > Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, > infrastruktur baru- > > dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab > menyetujui untuk menjaga > > harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita > (Amerika), mereka > > telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami > menyetujui menjaga kekuasaan > > Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang > kita inginkan, kami telah > > berhasil melakukannya. > > > > Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. > Pertama kalinya, di Irak > > kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang > begitu berhasil di Arab > > Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. > Ketika skenario economic > > hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan > adalah yang kita namakan > > "serigala-serigala" (the jackals). > "Serigala-serigala" itu adalah CIA, > > dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan > mencoba menggerakkan > > sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak > berhasil, mereka melakukan > > operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus > Irak, mereka tak mampu > > menjangkau Saddam Hussein. Ia > > mempunyai---- pasukan penjaganya (bodyguards) > terlalu tangguh, > > berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat > menjangkaunya. Lalu mereka > > melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika > economic hit men dan the > > jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu > adalah orang-orang kita > > dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah > yang nyata-nyata telah > > kita kerjakan di Irak. > > > > AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos > terbunuh? > > > > JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden > Panama. Omar Torrijos telah > > menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) > dengan Carter-dan, > > kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu > orang anggota > > Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan > Torrijos kemudian juga > > pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk > membangun sebuah kanal-laut > > di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan > membangun kanal-laut di > > Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat > sangat marah Perusahaan > > Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George > Schultz dan senior council > > adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak > (dan terdapat cerita > > yang menarik-apa sebenarnya yang terjadi), ketika > ia kalah dalam > > pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz > menjadi menteri luar negeri > > dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga > menjadi menteri > > pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos > - mencoba menegosiasi > > kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak > berhubungan dengan Jepang. Ia > > (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak. > > > > Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang > punya persoalan dalam > > dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya > prinsip. Ia adalah orang yang > > mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia > terbunuh dalam kecelakaan > > pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan > dengan tape recorder > > yang meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di > sana (Panama). Saya > > sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami > (economic hit men) telah > > gagal. Saya tahu para "serigala-serigala" (the > jackals) sedang mendekati > > dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan > sebuah tape recorder dengan > > bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali > bahwa ini adalah "sanksi" > > dari CIA, dan sebagian besar - para investigator > Amerika Latin mempunyai > > kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah > tahu tentang hal ini > > di negara kita (Amerika). > > > > AMY GOODMAN: Lalu, dimana - kapan Anda mengubah > pandangan Anda? > > > > JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah > sepanjang waktu, tapi saya > > dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, > kekuasaan, dan uang, sungguh > > terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, > saya melakukannya > > sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan > ekonom. Saya melakukan > > sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) > inginkan dan begitu > > juga kelanjutannya. > > > > AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank > Dunia? > > > > JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank > Dunia. Bank Dunia > > menyediakan hampir semua biaya yang digunakan > economic hit men, ia (Bank > > Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September > (WTC ditabrak pesawat), > > saya berubah pandangan. Saya tahu cerita kejadian > ini harus diungkapkan > > karena apa yang terjadi pada 11 September adalah > akibat langsung dari > > apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya > dengan jalan bahwa kita > > merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya > rasa kebaikan tentang > > kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk > melakukan perubahan > > positif di berbagai belahan dunia. Dan saya > percaya kita dapat > > melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan > institusi lain dapat > > diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus > dilakukan, yaitu > > merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di > dunia. Menolong, > > sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada > 24 ribu manusia mati > > kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah > itu. > > > > AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima > kasih sekali Anda > > telah bersama kami. John Perkins seorang yang > telah menulis Confessions > > of an Economic Hit Man. > > > > [1][1] Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo > Budiantoro (Bina Swadaya), > > dari wawancara John Perkins dengan kantor berita > Democracy Now > > (Amerika). > > > > Tulisan ini dimuat di: > > > http://www.democracynow.org/article.pl?sid=04/11/09/1526251 > > http://groups.yahoo.com/group/ornopindonesia/ > > > > > > > > Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum > MM-UGM" yang berisikan > > penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. > > *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR > TRADITION *** > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum > MM-UGM" yang berisikan > > penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. > > *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR > TRADITION *** > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > -- > > Internal Virus Database is out-of-date. > > Checked by AVG Anti-Virus. > > Version: 7.0.322 / Virus Database: 267.2.0 - > Release Date: 5/27/2005 > > > > > > > > > > > > > > Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum > MM-UGM" yang berisikan > > penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. > > *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR > TRADITION *** > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum > MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum > MM-UGM ini. > *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR > TRADITION *** > > > > > --------------------------------- > YAHOO! GROUPS LINKS > > > > > Visit your group "mm-ugm" on the web. > > To unsubscribe from this group, send an email > to: > [EMAIL PROTECTED] > > Your use of Yahoo! Groups is subject to the > Yahoo! Terms of Service. > > > --------------------------------- > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam > protection around > http://mail.yahoo.com __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
