Untuk menyesuaikan Harga BBM Jadi sesuai harga Int'l sptnya Pem RI
sangat mampu.
BBM kita selalu disebutkan sebagai salah satu yang termurah di
bandingkan negara tetanggta, S'Pore, Malaysia bahkan negara-negara eropa
dan dan Amerika. Artinya Harga Bahan Pokok jadi yg murah juga di
bandingkan negara-negara tsb.

Tapi kita juga lupa (Mungkin) bahwa Pendapatan/ capita kita juga
tergolong yg terendah di saentero dunia.,..bukan krn apa-apa tap lebih i
krn distribusi kesempatan yang sangat tidak merata, dimana 1-2%
pendudduk mampu menguasi lebih dari 70-80% kemamkmuran. 


Prayudha Moelyo
Commercial Agribusiness Unit
Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 18
Jakarta
telp. 021.25517000 ext. 7143   fax. 021. 2525579

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Wardoyo
Sent: Tuesday, July 05, 2005 12:39 PM
To: '[email protected]'
Subject: RE: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN

Idealnya harga minyak dalam negeri harus sama dg internasional, hanya
dampaknya harga bbm bakal naik tajam. kondisi di indo, kenaikan bbm
bakal
diikuti kenaikan barang dan jasa. Nah kira2 bisakah pemerintah
mengeluarkan
kebijakan, harga bbm sesuai harga dunia, namun harga barang/jasa tidak
otomatis ikut naik, (he he sulit kali yaa)....



> ----------
> From:         Overseas FIN[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To:     [email protected]
> Sent:         05 Juli 2005 10:46
> To:   [email protected]
> Subject:      RE: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN
> 
> Intinya sepertinya lebih untung menjual minyak ke luar negri ketimbang
> untuk kepentingan rakyat Indonesia, itulah pemikiran sebagian besar
> oknum - oknum pejabat negara kita dan PERTAMINA tentunya sebagai
> penguasa minyak negara.
> 
> Best Regards,
>  
> Hendrik Permata
> Overseas Account
> FIN Logistics - JKT
> Phn : +62 21 5701700 Ext.111
> Fax : +62 21 574 6022
> www.finlogistics.co.id
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
> Of Prayudha Moelyo
> Sent: Tuesday, July 05, 2005 10:04 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN
> 
> 
> Pagi ini saya mendengar berita/ wawancara di Radio 105,8 FM mengenai
BBM
> ada beberapa informasi penting al: 1. Produksi Crued Oil/ Minyak
Mentah
> kita per hari adalah +/- 1 Juta Barrel. Setiap tahun akan turun 6%-7%,
> demikian juga produiksi Global. 2. Dari Produksi 1 Juta Barel/Hari 65%
> menjadi Hak Pem.RI, 35% milik KPS
> 
> 3. Kapasitas Produksi (Terpasaang) Kilang minyak kita 1 Juta Barrel/
> Hari. 4. Konsumsi Minyak Jadi kita +/- 1,05 Juta Barrel/ Hari. 5. Saat
> ini Kilang Minyak kita hanya mampu memproduksi 74,6% dari kapasitas
> terpasang. Sisanya kita harus Impor BBM jadi. 6. Harga Crued Oil
> International +/- 60 USD$/ Barrel. Minyak Jadi +/- 70USD$/Barrel.
> 
> Dari informasi tsb, mungkin ada rekan-rekan yang bisa membantu
melakukan
> perbandingan dan klarifikasi  dengan analisa yang dilakukan oleh Bpk.
> Kwik, tentang Subsisdi BBM.
> 
> 
> Sumber/ Nrasasi : Bpk. Purnomo 
> 
> 
> Prayudha Moelyo
> Commercial Agribusiness Unit
> Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 18
> Jakarta
> telp. 021.25517000 ext. 7143   fax. 021. 2525579
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
> Of Wardoyo
> Sent: Tuesday, July 05, 2005 9:36 AM
> To: '[email protected]'
> Subject: [mm-ugm] ECONOMIC HIT MEN
> 
> TRANSKRIP WAWANCARA DENGAN JOHN PERKINS MANTAN ANGGOTA "PERUSAK
EKONOMI"
> (ECONOMIC HIT MEN)
> 
> Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas
> bankir Internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man
> ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar
mahal,
> ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di
dunia
> dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi
kemampuan
> mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. (berikut transrip
> wawancaranya):
> 
> John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak
> ekonomi" (Economic Hit Men) - seorang profesional yang dibayar mahal
> untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar.
> (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku
> dengan judul, "Conscience of an Economic Hit Men."
> 
> Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara,
> mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit
> kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos
> (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan.
> Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka
> menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan
> perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami
> para perusak ekonomi (Economic Hit Men), telah gagal mempengaruhi
Roldós
> dan Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" yaitu CIA-"serigala
> pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan
tindakan.
> 
> John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku
> itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada
> tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk
> menulis lagi : invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk
> pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman
atau
> sogokan selalu membuat saya berhenti."
> 
> Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya.
> Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins
> bersama kami di studio Firehouse.
> 
> a.. John Perkins, dari 1971 hingga 1981 ia bekerja pada perusahaan
> konsultan Internasional Chas T. Main dimana ia menjadi "economic hit
> man." Ia penulis buku yang barusan terbit yaitu Confessions of an
> Economic Hit Man.
> 
> Wawancara:
> AMY GOODMAN: John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse.
> Selamat datang di Democracy Now!
> 
> JOHN PERKINS: Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.
> 
> AMY GOODMAN: Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke,
> jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Anda
> menamakannya.
> 
> JOHN PERKINS: Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa
> pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa,
> merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin
> keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan
kita,
> dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan
dengan
> begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah
> dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II,
dengan
> kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian
> yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai
> tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah
lain
> dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui
> pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka
mengikuti
> jalan kita, melalui para "economic hit men". Saya adalah salah satu
> bagian utama dari hal itu.
> 
> AMY GOODMAN: Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?
> 
> JOHN PERKINS: Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an
> oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA),
institusi
> terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata,
> tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta. "Economic hit
> man" yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana
Kermit
> Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran.
> Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu
pemerintahan
> Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok
> terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu
> sukses, tanpa ada darah yang tumpah - atau mungkin sedikit- tapi tanpa
> intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa
> mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.
> 
> Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man
sangatlah
> baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami
> berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt
agen
> CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan
> mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu,
> dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah
> menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang
> potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim
> kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan
rekayasa
> (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka
> tak ada hubungannya dengan pemerintah.
> 
> AMY GOODMAN: Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.
> 
> JOHN PERKINS: Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas.
T.
> Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya
> menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan
> saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu
memberikan
> hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari
kemampuan
> mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu
> ---katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara
> seperti Indonesia atau Ecuador--- negara-negara itu akan memberikan
> kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan
> Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun
> infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar
(Halliburton
> atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun
sistem
> kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya
> hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para
orang-orang
> kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan
tetap
> saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin
dapat
> dibayar.
> 
> Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget
> nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita
> meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke
> Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar
utangmu,
> maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu
yang
> dipenuhi minyak." Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan
hutan
> tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena
> mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat
hutang
> raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri
> itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan
> menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini
> (Amerika) adalah sebuah imperium
> Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini
> benar-benar keberhasilan luar biasa.
> 
> AMY GOODMAN: Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis
buku
> Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan
> alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud
> Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa--- apakah sogokan itu Anda
> terima?
> 
> JOHN PERKINS: Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun
90-an
> untuk tidak menulis buku ini.
> 
> 
> AMY GOODMAN: Dari?
> 
> JOHN PERKINS: Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.
> 
> AMY GOODMAN: Yang mana?
> 
> 
> JOHN PERKINS: Bicara secara legal, ini bukanlah.. --Stoner-Webster.
> Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. - saya
> dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi
> sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak
> mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya
jelaskan
> dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah - saya adalah -
itu
> mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan
mereka,
> saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku
> apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka
mengetahui
> bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya
beri
> judul "Conscience of an Economic Hit Man." Dan saya harus mengatakan
> pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa -
ini
> nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya -
> 
> AMY GOODMAN: Tentu, itulah tentunya isi buku itu.
> 
> JOHN PERKINS: Iya, dan saat itu,... kamu tahu? Dan ketika saya
direkrut
> NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan.
> Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya.
Mereka
> menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu sex,
> kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari
keluarga
> Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai
> moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya,
> dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana
> kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh "candu" sex, uang, dan
> kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai
> dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic
hit
> man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan
> hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita
> (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa
ini
> memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti
> hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita
> bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan
menuntut
> perubahan.
> 
> AMY GOODMAN: Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda,
Anda
> mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia
> menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar
> (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan
antara
> Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.
> 
> JOHN PERKINS: Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan.Saya
> mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk
> mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC
> menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil
kita
> antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut
> akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar
ekonomi-
> ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka - Departemen
Keuangan
> (the Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men
> yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami .
> 
> AMY GOODMAN: Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.
> 
> JOHN PERKINS: Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya
> adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini
sepertinya
> tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya,
> kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami
tahu
> Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan,
atau
> mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan
> Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka
(minyak/emas
> hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas
pemerintahan
> Amerika (U.S. government securities). Departeman Keuangan menggunakan
> bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan
> Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru-
> dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga
> harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka
> telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga
kekuasaan
> Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami
telah
> berhasil melakukannya.
> 
> Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak
> kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di
Arab
> Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic
> hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita
namakan
> "serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala" itu adalah CIA,
> dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan mencoba menggerakkan
> sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan
> operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu
> menjangkau Saddam Hussein. Ia
> mempunyai---- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh,
> berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka
> melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan the
> jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kita
> dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah
> kita kerjakan di Irak.
> 
> AMY GOODMAN: Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?
> 
> JOHN PERKINS: Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos
telah
> menandatangani Perjanjian Kanal (the Canal Treaty) dengan Carter-dan,
> kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota
> Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian
juga
> pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut
> di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di
> Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan
> Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior
council
> adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita
> yang menarik-apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam
> pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar
negeri
> dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri
> pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos - mencoba
menegosiasi
> kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia
> (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.
> 
> Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam
> dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang
yang
> mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam
kecelakaan
> pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder
> yang meledak bersamanya, dimana ---- Saya ada di sana (Panama). Saya
> sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men)
telah
> gagal. Saya tahu para "serigala-serigala" (the jackals) sedang
mendekati
> dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder
dengan
> bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah
"sanksi"
> dari CIA, dan sebagian besar - para investigator Amerika Latin
mempunyai
> kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini
> di negara kita (Amerika).
> 
> AMY GOODMAN: Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?
> 
> JOHN PERKINS: Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya
> dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, sex, kekuasaan, dan uang, sungguh
> terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya
> sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya
melakukan
> sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu
> juga kelanjutannya.
> 
> AMY GOODMAN: Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?
> 
> JOHN PERKINS: Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia
> menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia
(Bank
> Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak
pesawat),
> saya berubah pandangan. Saya tahu cerita kejadian ini harus
diungkapkan
> karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari
> apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita
> merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan
tentang
> kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan
> positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat
> melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat
> diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu
> merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong,
> sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati
> kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.
> 
> AMY GOODMAN: John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda
> telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis
Confessions
> of an Economic Hit Man.
> 
> [1][1] Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina
Swadaya),
> dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now
> (Amerika).
> 
> Tulisan ini dimuat di:
> http://www.democracynow.org/article.pl?sid=04/11/09/1526251
> http://groups.yahoo.com/group/ornopindonesia/
> 
> 
> 
> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
> penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
> *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
> penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
> *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> -- 
> Internal Virus Database is out-of-date.
> Checked by AVG Anti-Virus.
> Version: 7.0.322 / Virus Database: 267.2.0 - Release Date: 5/27/2005
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
> penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
> *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
>  
> 
> 


Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links



 




Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan 
penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke