Mendiskusikan makanan sering cukup menarik, apalagi makanan yang memiliki nilai historis he he. Ya, memang ngga lucu kalau di banyak tempat tersedia nasi kucing- akan mengurangi nilai unik-nya.
Setahu aku belum ada survey/data mengenai makanan tertentu bagi kaum urban (kali manfaat belum ada). Namun yang sering dirasakan kala kita di rantau- adalah kangen dengan makanan yang unik dari daerah kita, sehingga kita sering mencari-cari apakah itu nasi pecel, soto, nasi kucing, nasi liwet dll. Pernah mencoba nasi liwet di mall pd indah yg se-pincuk harganya 25 rb- ternyata tdk sama dg nasi liwet keprabon- solo. Juga katanya ada soto soleh di gatot subroto (kalau di jogya kan terkenal)- cuman belum berkesempatan mencoba. Apa yg terjadi ketika lebaran- dimana ritual mudik perantau ke kampung halaman. Cerita dri rekan2 umumnya adalah pelampiasan perburuan makanan unik yg tdk diperoleh di rantau. Sbg org solo- jajan soto di banyak tempat- wah nikmatnya- berbeda dg jakarta, yg ada hanya soto madura, soto betawi atau paling soto babat- yg nampaknya jauh dr taste lidah kampung kita- Pernah di metro tv- ada acara yg menyiarkan 10 (?) makanan terunik dan terpopuler di amrik sono. Ada kembang gula, ada roti ada kue dsb, dan diantaranya makanan yg sdh mulai dibuat abad 18 - 19 dan msh populer hingga kini. Bahwa makanan tertentu akan memiliki nilai unik yg akan terbawa sampai kapapnpun kita hidup dan merantau. Salam, > ---------- > From: Herman HP[SMTP:[EMAIL PROTECTED] > Reply To: [email protected] > Sent: 02 Agustus 2005 14:08 > To: [email protected] > Subject: Re: [mm-ugm] Sego Kucing - bisa dibikin franchise nggak > yaa,, > > Waduh Mas Wardoyo, konsep "warung koboi" sego kucing itu kan (menurut > saya) lahir dari keinginan masyarakat jelata utk berkumpul2 sambil > "seminar" dan bertukar informasi seputar kehidupan dan fenomena sehari2. > Orientasi sang tuan rumah pun cukup sederhana (menurut saya): Dagangan > hari ini habis terjual, hari ini anggota keluarga bisa ikut numpang makan, > dan besok bisa kulakan dengan kuantitas dan kualitas yg sama. > > Jika konsep yg sangat luhur tsb akan dieliminir dan dicampuri dengan > konsep kapitalisme, kok rasanya saya gak tega. Nelangsa gitu loh Mas > Wardoyo. Biarlah obyek jajanan lainnya yg lebih "bergengsi" yg dieksplore > dg gaya kapitalisme, biarkan Sego Kucing eksis dengan konsep apa adanya > seperti saat ini. Bukankan konsep ini yg membuat kita2 yg pernah tinggal > di Jogja merasa kangen ingin kembali lagi ke Jogja? Merasakan > kebersahajaan masyarakat dan lingkungan Jogja? > > Sekedar komentar, mohon maaf bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan. > > Have a nice day, > man's > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> <font face=arial size=-1><a href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12h8f02v6/M=362343.6886682.7839641.1493532/D=groups/S=1705000004:TM/Y=YAHOO/EXP=1122981791/A=2894352/R=0/SIG=11fdoufgv/*http://www.globalgiving.com/cb/cidi/tsun.html">Help tsunami villages rebuild at GlobalGiving. The real work starts now</a>.</font> --------------------------------------------------------------------~-> Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini. *** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION *** Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/mm-ugm/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
