Dear All,
Saya pikir good idea juga...
soale 2 minggu lalu, saya ada lihat ruko baru di lokasi perumahan tempat saya tinggal (Banjar Wijaya, Tangerang) ada pamflet besar : JUAL NASI KUCING.
Jujur saya kaget campur seneng: wah boleh juga nih.... n langsung info ke suami yang juga akhirnya woro2 ke temen2 laen..
Minggu depannya saya ajak suami untuk nyoba: ops ABIS....
N keesokan harinya karena penasaran, saya datengin penjualnya: ternyata beliau wong solo asli but unfortunetely dia kagak pake GEROBAK khasnya angkringan sego kucing....
So... Kenapa tidak sego kucing bisa jadi franchise???
 
Salam,
Kokom, batch 22.


Wardoyo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Agak lupa juga mas, namun lahirnya starbuck juga terkait dg hobi nminum
kopi, sehingga terciptalah starbuck yg ekslusive dan mahal. Katanya tempe
dan tape sudah dipatenkan Jepang, trus batik mungkin ntar Malaysia yg
maten-kan, alhasil kita ngga kebagian apa2 meski sumber daya banyak.
Franchise nmakanan lokal sdh cukup banyak, misalnya es teller 77, atau soto
betawi, mie tektek, bahkan restoran padang kan sdh mendunia.
Coba ada coffe shop (warung rehat) dg menu teh ginasthel, jadah bakar,
tempe/tahu goreng, mie rebus jawa wah wah, bakal jadi kejutan kali yaa.

Salam,

> ----------
> From:       Prayudha Moelyo[SMTP:[EMAIL PROTECTED]
> Reply To:       [email protected]
> Sent:       03 Agustus 2005 9:13
> To:       [email protected]
> Subject:       RE: [mm-ugm] Sego Kucing - bisa dibikin franchise nggak
> yaa,,
>
> Menarik juga idea Mas.

> Saya teringat sejarah Dinners Card, dimana pada mulanya adalah kumpulan
> beberapa orang yang secara rutin makan malam bersama disebuah rumah makan/
> café/ resto, yang kemudian untuk memudahkan maka dibuatlah kartu identitas
> anggotanya agar tdk selalu membawa uang tunai. Dalam perjalanannya
> aktivitas mereka menjadi kegiatan yang mendunia. (Cerita ini saya dapat dr
> sebuah mas media), sdh lama sekali)

> Artinya dari kebersamaan dan komunitas yang terbatas penuh rasa
> kekeluargaan ternyata dapat pula dikembangkan suatu kegiatan yang lebih
> besar. Kata pakar Marketing "Bpk Mario" mulailah dengan SBM, yakni berawal
> dari Smal, Beautiful lalu Multiplier.

> Jadi mungkin saja Sego Kuncing bisa Go International. Karena kehidupan
> adalah Pilihan, Proses dan Prestasi.

> Prayudha Moelyo
> Commercial Agribusiness Unit
> Jl. HR. Rasuna Said Kav. X-0 lt. 18
> Jakarta
> telp. 021.25517000 ext. 7143   fax. 021. 2525579
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> Herman HP
> Sent: Tuesday, August 02, 2005 2:09 PM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [mm-ugm] Sego Kucing - bisa dibikin franchise nggak yaa,,

> Waduh Mas Wardoyo, konsep "warung koboi" sego kucing itu kan (menurut
> saya) lahir dari keinginan masyarakat jelata utk berkumpul2 sambil
> "seminar" dan bertukar informasi seputar kehidupan dan fenomena sehari2.
> Orientasi sang tuan rumah pun cukup sederhana (menurut saya): Dagangan
> hari ini habis terjual, hari ini anggota keluarga bisa ikut numpang makan,
> dan besok bisa kulakan dengan kuantitas dan kualitas yg sama.

> Jika konsep yg sangat luhur tsb akan dieliminir dan dicampuri dengan
> konsep kapitalisme, kok rasanya saya gak tega. Nelangsa gitu loh Mas
> Wardoyo. Biarlah obyek jajanan lainnya yg lebih "bergengsi" yg dieksplore
> dg gaya kapitalisme, biarkan Sego Kucing eksis dengan konsep apa adanya
> seperti saat ini. Bukankan konsep ini yg membuat kita2 yg pernah tinggal
> di Jogja merasa kangen ingin kembali lagi ke Jogja? Merasakan
> kebersahajaan masyarakat dan lingkungan Jogja?

> Sekedar komentar, mohon maaf bila ada kata-kata saya yang kurang berkenan.

> Have a nice day,
> man's
>
>


Start your day with Yahoo! - make it your home page

Tiap bulan akan dimuat pesan ber-subject "Forum MM-UGM" yang berisikan penjelasan mengenai Forum MM-UGM ini.
*** QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) IS OUR TRADITION ***




YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke