Title: Gaji Petinggi BI

EDITORIAL         Rabu, 21 Desember 2005
 
Gaji Selangit para Petinggi BI
 
INDONESIA sungguh negeri penuh anomali. Penuh paradoks. Paradoks antara kehidupan 'dunia atas' dan 'dunia bawah'.
Paradoks antara hidup makmur sekelompok orang dan kesengsaraan banyak orang.

Paradoks para wakil rakyat yang gemar 'ngelencer' ke luar negeri daripada mengurus rakyat yang memilihnya.

Paradoks lain yang mencolok, belum usai kita berduka atas kematian puluhan orang karena kelaparan di Papua, terungkap tuan dan puan petinggi Bank Indonesia (BI) yang bergaji kelewat tinggi. Disebut besar karena orang-orang berkedudukan tinggi di BI itu menerima gaji ratusan juta rupiah. Inilah paradoks yang amat menyakitkan.

Mau tahu berapa besarannya? Ini dia gaji yang mereka bawa pulang ke rumah setiap bulan. Gaji Gubernur BI Rp141 juta, Deputi Senior Gubernur Rp118 juta, dan Deputi Rp107 juta. Selain itu, mereka masih mendapat macam-macam tunjangan dalam setahun: insentif tiga kali, THR dua kali, dan tunjangan cuti dua kali. Besaran setiap tunjangan satu bulan gaji.

Jadi jumlah gaji yang diterima Gubernur BI dalam satu tahun sebesar Rp2,685 miliar. Sedangkan deputi senior mengantongi Rp2,246 miliar per tahun, dan deputi mendapat Rp2,038 miliar. Tentu saja ini belum termasuk fasilitas ini-itu sebagai orang penting.

Berapa jumlah penghasilan mereka dalam satu tahun? Silakan hitung sendiri. Yang pasti, orang kebanyakan hanya bisa membayangkan sebab jumlahnya amat fantastis.

Gaji pejabat BI yang gila-gilaan itu terungkap dalam pertemuan tertutup antara Komisi XI DPR dan petinggi BI, Senin (19/12). Jika tidak ada pertemuan di DPR, mungkin publik juga tidak bakal tahu.

Memang memedihkan. Sebuah negara dengan penghasilan per kapita amat rendah, tetapi gaji petinggi BI-nya selangit. Mungkin inilah moto mereka: biar miskin asal sombong!

Mereka tidak merasa malu dengan keuangan negara yang compang-camping. Mereka tidak malu dengan para dosen, guru, dan jutaan pegawai negeri umumnya yang bergaji minim. Mereka tidak malu dengan para buruh, nelayan, petani, dan rakyat kebanyakan yang hidupnya pas-pasan.

Penghasilan para pejabat BI itu jauh di atas gaji para petinggi mana pun, baik di eksekutif, legislatif, maupun yudikatif. Padahal, kita juga baru saja mempersoalkan gaji para pejabat tinggi yang kita anggap kelewat besar.

Berkali-kali kita terkejut setiap tahu gaji para pejabat publik negeri ini. Padahal kita tahu keuangan negara tidak hebat-hebat amat. Karena itu, untuk menegakkan akuntabilitas kepada publik, mestinya pemerintah mengumumkan kepada publik besaran gaji para pejabat tinggi beserta standarnya.

Pengumuman itu amat penting agar seluruh rakyat yang menggaji mereka tahu berapa harus membayar para pemimpinnya. Ini sebuah cara yang amat fair dan transparan. Agar publik tidak sering kaget dan sakit hati setiap mendengar berapa penghasilan orang-orang atas yang kelewat batas.




Sudahkah Anda mengunjungi http://www.kagama-mm.com/ hari ini?
*** THE TRADITION OF QUANTITY (Oops. We meant QUALITY) ***




SPONSORED LINKS
Undergraduate business schools Business school essay Business school and education
Top business schools Best business schools Business school minnesota


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke