pak firstman,

sharing yang menarik, pak. turut berduka atas kejadian yg dialami mertua.
saya setuju banget dengan pendapat bapak di akhir.
kira-kira, jika kita minta gambar cctv ORANG YANG MENEMPEL BROSUR CALL CENTER 
PALSU DI ATM BANK tsb,
apakah kita akan dikasih?

Untuk ini, kiranya bank BNI lebih bijaksana juga dengan membantu customernya 
yang kesusahan.

regard,
subekti


  ----- Original Message ----- 
  From: Firstman R Marpaung 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 01, 2011 10:47 PM
  Subject: Re: [Mugi] OOT : Penipuan Via ATM


  Mas darmawan thanks sharingnya, cukup membantu

  Tapi ada bebrapa hal yang masih mengganjal, terutama bagian ini

  Pertanyaannya: Apakah anda mau diminta pertanggungjawaban jika ada user yang 
merasa dirugikan karena kelalaian user tersebut menjaga password login mereka ? 
:)

   

  Kalau saya jawab, pasti tidak J, 

  Tetapi jika user tersebut memohon kepada kita untuk meminta bantuan melacak 
dan meminimalisir kerugian mereka, kalau saya, pasti saya bantu

  Tentunya kita orang IT bisa melihat log transaksi yang terjadi, misalnya

  1.   jika data hilang langsung di copy dalam disket/cd/flasdisk (untuk kasus 
bank, langsung tarik tunai) kita akan infokan bahwa ini akan sulit di lacak

  2.   jika data tersebut di copy ke komputer lain ( untuk kasus bank, 
ditransfer ke rekening lain) tentunya kita akan membantu me-lock komputer lawan 
transaksi tersebut, untuk menghindari penyebaran data lebih jauh (untuk kasus 
bank, saya harapkan bank memblokir noRek lawan transaksi)

  3.   jika user tersebut meminta kita melapor pada management tentang adanya 
pencurina data (kasus bank, nasabah memohon bank untuk melaporkan ke polisi), 
tentu saja saya akan membantu

  4.   disisi lain, saya akan merasa ikut bertanggung jawab, karena system yang 
di pakai user adalah system buatan kita  (orang IT) dimana user adalah pemakai 
saja, (untuk kasus bank, nasabah adalah user, dan kita orang it adalah Orang 
bank), dan saya akan berusaha melakukan sesuatu agar pencurian itu mencapai 
kerugian yang minimal

   

  alangkah naifnya saya sebagai orang IT, bila user memohon tindakan 1-3 
diatas, tapi kita hanya menjawab, "maaf kesalahan di anda, anda tidak menyimpan 
dengan baik userID dan Password anda, dan itu adalah urusan anda" 

   

  untuk kasus ini tentu saja saya tidak meminta tanggung jawab bank dalam arti 
mengembalikan dana yang tercuri, tetapi saya meminta tindakan dari pihak bank 
untuk meminimalisir kerugian yang kami derita, misalnya dengan langsung 
memblokir sementara no rek lawan transaksi bukan sekedar memberikan black note 
terhadap norek tersebut, sehingga bila dana itu belum dicairkan tentu saja akan 
sangat membantu pihak nasabah yang tertipu.

   

  Tentang prosedure harus lewat kepolisian, alangkah bijaksananya jika bank 
mengambil inisiatif untuk bekerja sama dengan polisi, jika ada laporan penipuan 
seperti ini, misalnya bank langsung meminta ijin polisi untuk memblokir Norek 
lawan transaksi tersebut, tanpa harus menunggu surat laopran polisi dari 
nasabah, dimana kondisi saat ini mental dan psikologi nasabah dalam kondisi 
terendah dan dalam kondisi stress..

   

  Intinya, bank tidak hanya berlindung di balik prosedure dan aturan yang 
mereka bkin untuk nasabah, bank juga sebaiknya membantu nasabah paska 
kejadian.. 

  Bukan menyodorkan perjanjian kepada nasabah yang sedang mengalami shock 
karena tertipu saat menggunakan system mereka saat nasabah melaporkan kejadian

   

   

  Mas budi

  Thanks infonya, dan itulah yang saya harapkan dilakukan pihak bank, mengingat 
modus ini bukan baru berlangsung 1-10 kali, tapi telah berlaku sering sekali 
(silahkan googling, banyak sekali tulisan tentang modus ini) 

   

  Kembali ke masalah IT, saya sebagai orang IT pada kasus diatas, tentu akan 
melakukan perbaikan keamanan pada system saya, dimana dilakukan sedemikian rupa 
sehingga user saya tidak merasa terganggu, tetapi merasa bersysukur dan 
berterima kasih ke pada kita orang IT bahwa system yang mereka pakai lebih aman 
sekarang walaupun tidak menutup kemungkinan ada kebocoran lagi.

   

  Beberapa pertanyaan saya kepada pihak bank (saya sampaikan kepada mertua saya 
ketika mereka melaporkan ke polisi dan harus kembali ke bank untuk menyampaikan 
laporan polisi yang di minta bank), 

  1.   apakah CCTV di atm di fungsikan maksimal?

  2.   Apakah ada pengecekan berkala terhadap ATM2 mereka, terutam atm yang 
sering menjadi TKP? (coba googling lagi, ATM BNI Tanjung mas sering terjadi 
modus sperti ini) 

  3.   Tindakan apa yang telah di lakukan bank dalam menjaga kemungkinan kasus 
sama terjadi? Mengingat modus ini telah berlangsung lebih dari 10x

   

  Ternyata jawaban mereka membuat saya kecewa...

   

   

  Best Regards,

  Firstman R Marpaung

  { Terima Kasih Banyak | Muchas Gracias | Thanks you Verymuch }

   

  From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Darmawan Suandi
  Sent: 01 Mei 2011 11:01
  To: [email protected]
  Subject: Re: [Mugi] OOT : Penipuan Via ATM

   

  topik diskusinya cukup menarik nih, sering terjadi dimasyarakat :)

  saya hanya sharing pengalaman ketika masih handle electronic delivery 
disalahsatu bank. 

  saya setuju dgn mas andik bahwa ini salah satu bentuk sosial engineering yang 
hanya bisa dihilangkan dengan cara sosialisasi untuk meningkatkan awareness 
nasabah itu sendiri. 

  seperi yang disampaikan oleh rekan2 lain, bahwa sebenarnya nasabah sudah 
diberitahukan bahkan saat membuat rekening dan kartu atm juga sdh dijelaskan 
dan tertulis jelas pada perjanjian yang berlembar2 dan akhirnya di tanda 
tangani oleh nasabah. 

  challenge-nya: Siapa yang mau baca surat yang berlembar2 itu dan berbahasa 
hukum pula ? selain itu, setiap customer service(cs) pun punya SLA dan dihitung 
performance-nya berdasarkan rata2 berapa lama cs tersebut meng-handle customer. 
sehingga biasanya cs langsung menunjukan posisi dimana calon nasabah harus 
membubuhkan tandatangan. 

  Nah umumnya pihak bank selalu berpatokan pada isi perjanjian ini saja ketika 
ada kejadian seperti yang dialami oleh bung firstman. Sehingga seolah-olah 
pihak bank pun tidak memperhatikan kondisi yang dialami oleh nasabah. 

   

  Sebenarnya pihak bank un melakukan beberapa tindakan untuk meminimalisir 
kerugian dari nasabah dgn cara membatasi jumlah dana yang bisa digunakan oleh 
nasabah untuk transaksi per hari. Tapi balik lagi, nasabahpun juga banyak yang 
complain dgn pembatasan ini, biasanya mrk akan ngomel-ngomel dan bilang 
"duit-duit gw, kenapa gw musti dibatas-batas' :)

  Mengenai transaksi realtime antar bank pun juga dilakukan atas kebutuhan 
nasabah agar dapat melakukan transfer dgn cepat, oleh karena itu akhirnya 
muncul jaringan-jaringan online sperti master, visa, prima, atm bersama dll. 

   

  terlepas dari itu semua, saya tertarik mengkomentari informasi yang diberikan 
bung firstman teakhir mengenai munculnya informasi dilayar CS ketika memasukkan 
nomor rekening penipu. 

  Yup, kondisi tersebut membuktikan bahwa pihak bank sudah mengidentifikasikan 
bahwa rekening tersebut seharusnya sudah tidak diperkenankan dipergunakan dalam 
transaksi apapun. 

  Selain itu, ini juga menandakan bahwa program KYC (Know Your Customer, 
program ini wajib dari BI) tidak berjalan dengan baik. Mungkin rekan-rekan 
pernah mengalami tidak diperkenankan membuka rekening oleh bank karena KTP 
rekan2 tidak dalam daerah yang sama dgn lokasi cabang bank tersebut. Biasanya 
pihak bank akan meminta surat keterangan dari kantor atau yang lainnya yang 
menjelaskan bahwa anda berada di skitar lokasi bank itu karena memang bekerja 
atau yang lainya. 

  Intinya, pihak bank (cabang) harus mengetahui siapa calon nasabah mereka 
dengan baik, bagaimana behavior transaksi dari nasabah tersebut. Mereka 
diwajibkan membuat laporan harian jika ada transaksi yang diluar kebiasaan dan 
melaporkan ke kantor pusat dan BI.

   

  saya melihat ada learning curve yang bisa diambil dan mengingatkan kita 
kembali mengenai tingkat security akan berbanding terbalik dengan kenyamanan 

  semakin kita menyediakan kenyamanan user/customer yang tinggi maka semakin 
tinggi challenge keamanan sistem maupun prosedur keamanan lainnya. 

   

  kembali ke dunia kita di IT, terkadang kita pun sulit untuk menghindari 
kejadian serupa dilingkungan kita. Misalnya, masih ada saja user yang menulis 
password login di kertas/post-it dan ditempel di layar monitornya. bahkan, ada 
juga yang sharing loginnya ke temen2nya. hal ini biasanya terjadi di kantor 
cabang. 

  Jika ditanya alasannya, mereka seringkali mengatakan "biar ndak lupa",  "biar 
cepat pak, masa approval musti nunggu orang cuti", "biar cepat pak, kita bisa 
bantu mereka input pake user id-nya, khan ini mempengaruhi KPI kami ", dan 
masih banyak lagi alasan mereka dgn dalih mempermudah mereka.

   

  Saya yakin rekan-rekan yang memiliki role admin system, team security, atau 
IT Audit juga sudah berupaya membuat policy dan campaign (bahkan poster yang 
besar-besar) mengenai pentingnya tidak men-share, menulis password dan 
menaruhnya sembarangan. 

  Pertanyaannya: Apakah anda mau diminta pertanggungjawaban jika ada user yang 
merasa dirugikan karena kelalaian user tersebut menjaga password login mereka ? 
:)


  -ds-

  2011/5/1 ditya <[email protected]>

  Makanya niru Fir'aun ajah.... hartanya baru bisa kecolong setelah 
beratus-ratus tahun.. Gak bingung pake enkripsi. Orang tua yang melahirkan 
bapak dan ibu kita, sehingga lahir bibit masa depan yang super dan penghuni 
milis ini, dulu hartanya juga aman sehat dan tentram disimpen cuman pake 
celengan atau dibalik kutang, kalo yg ini berani ambil secara langsung 
securitynya berupa knock out telak..

   

  Nah, kenapa dijaman secanggih dan dahsyat begini yang katanya canggih, kok 
malah ke jaman jahiliyah lagi..

  Kata si mbah, "wong saiki, soyo pinter, soyo keblnger" -  orang sekarang 
makin pinter makin keblinger..  :D

   

   

  -          ditya

   [deleted]



------------------------------------------------------------------------------


  _______________________________________________
  To unsubscribe from this group, send an email to:
  [email protected]
  Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id

  Powered by bisnismedia.com
_______________________________________________
To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
Get Free 5 GB mailbox Check this http://www.mugi.or.id

Powered by bisnismedia.com

Kirim email ke