--- In [email protected], "Aditya Hawari"
<adityahaw...@...> wrote:

Para Shahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menunujuk
penggganti yang memimpin kami sepeninggalmu nanti?" Rasulullah berkata :
"Sesungguhnya jika aku menunjuk penggantiku itu dan Allah akan
menurunkan azab atas kalian" (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Umar bin Khathab bahwa tatkala
dia berada di atas pembaringannya setelah ditusuk oleh Abu Lu'luah;
"Jika saya menentukan penggantiklu, maka telah ada orang yang lebih baik
dari aku yang melakukan itu (maksudnya Abu Bakar). Dan jika aku tidak
menentukan penggantiku, maka itupun telah dilakukan oleh orang yang
lebih baik dari diriku (maksudnya Rasulullah)".

Imam Ahmad dan Imam Al-Baihaqi dalam kitab Dalalail An-Nubuwwah dengan
sanad hasan dari Amr bin Sufyan dia berkata, "tatkala Ali memenangkan
Perang Jamal, dia berkata, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kami
dahulu tidak menunjuk seorangpun dalam masalah kepemimpinan ini hingga
kami sepakat untuk mengangkat Abu Bakar sebagai Khalifah pengganti
Rasulullah. Dia menunaikan khilafah itu dengan jujur dan lurus hingga
menemui ajalnya. Kemudian Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penggantinya.
Lalu Umar menunaikan khilafah itu dengan jujur dan sangat baik dalam
agamanya. Namun kemudian banyak orang yang mencari dunia, maka disitulah
muncul berbagai masalah yang Allah tentukan".

Al-Hakim meriwayatkan di dalam Al-Mustadrak dan dinyatakan shahih oleh
Imam Al-Baihaqi dalam Dalail An-Nubuwah dari Abi Wail, dia berkata:
dikatakan kepada Ali, "Tidakkah engkau tentukan pengganti yang memimpin
kami?", Dia menjawab, "Rasulullah tidak menentukan siapa pengganti atas
kami. Namun jika Allah menginginkan kebaikan, niscaya Dia akan
menghimpun manusia kepada orang terbaik diantara mereka, sebagaimana Dia
telah mengumpulkan perkara ini kepada orang terbaik setelah Nabi
mereka".

Adz-Dzahabi berkata, "Ada kebatilan-kebatilan dari kalangan rafidhah
yang menyatakan bahwa Rasulullah mewasiatkan kepada Ali untuk menjadi
penggantinya. Mengenai hal ini, Hudzail bin syarahbil berkata, Apakah
dengan demikian Abu Bakar berkonspirasi kepada Ali? Sebab Abu Bakar
mengetahui tentang adanya wasiat itu pada Ali lalu dia sumpal mulutnya
dengan tali kekang?" (HR. Ibnu Saad dan Al-Baihaqi dalam Dalail).

Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Al-Hasan, dia berkata, Ali berkata,
"Tatkala Rasulullah wafat kita melihat bagaimana yang harus kita lakukan
sepeninggalnya Rasulullah. Setelah kami memandang dengan seksama maka
kami dapatkan Rasulullah telah mengutamakan Abu Bakar untuk menjadi Imam
Shalat sebagai penggantinya. Maka kami rela menyerahkan urusan dunia
kami kepada orang yang Rasulullah sendiri rela menyerahkan urusan Agama
kami kepadanya. Lalu kami majukan Abu Bakar sebagai pengganti
Rasulullah".

Imam Al-Bukhari dalam buku Tarikhnya menyatakan: diriwayatkan dari Ibnu
Jamhan dari safinah bahwa Rasulullah berkata mengenai Abu Bakar, Umar
dan Utsman: "Mereka adalah para khalifah setelah aku". Imam Al-Bukhari
menyatakan: namun hadits ini tidak bisa di ikuti karena Umar, Ali,
danUtsman mengatakan bahwa Rasulullah tidak menentukan penggantinya
setelah wafat.

Hadits yang disebutkan di atas diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. Dia
berkata, telah berkata kepada kami Abu Ya'la, telah berkata kepada kami
Yahya Al-Jamani, telah berkata kepada kami Hasyraj dari Said bin Jamhan
dari safinah dia berkata, Tatkala Rasulullah membangun mesjid, beliau
meletakkan satu batu dalam bangunan mesjid itu. Beliau berkata kepada
Abu Bakar, "letakkan batumu di samping batuku tadi." kemudian beliau
berkata kepada Umar, " letakkan batumu di samping batu Abu Bakar."
Selanjutnya beliau berkata kepada Utsman, "Letakkan batumu di samping
batu Umar". Kemudian Rasulullah bersabda: "mereka adalah para khalifah
setelah aku". Abu Zur'ah berkata, Isnad hadits ini tidak ada yang
tercela. Hadits ini juga diriwiyatkan Al-Hakim dalam kitabnya,
Al-Mustadrak, yang dinyatakan keshahihannya oleh Imam Al-Baihaqi dalam
ad-Dalail.

Saya (Imam As-Shuyuti) katakana bahwa tidak ada yang bertentangan antara
yang dikatakan Rasulullah dengan apa yang dikatakan oleh Umar dan Ali
bahwa Rasulullah tidak menentukan penggantinya. Karena yang dimaksud
keduanya adalah bahwa setelah beliau wafat tidak menunjuk siapa
penggantinya. Sedangkan Isyarat Rasulullah yang disebutkan dalam hadits
terungkap jauh-jauh sebelum beliau wafat. Ini sama dengan hadits beliay
dalam hadits lain: "Hendaknya kalian mengikuti sunnahku dan sunnah para
khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelah aku". (HR. Al-Hakim
dari hadits Al-Irbadh bin sariyah), dan sebagaimana juga
sabdanya:"ikutilah jejak langkah dua orang setelah wafatku, Abu Bakar,
dan Umar".

--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke