mohon maaf mengganggu, hanya ingin berbagi opini. Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!
http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal --- On Wed, 4/7/10, Nugroho Laison <[email protected]> wrote: From: Nugroho Laison <[email protected]> Subject: (Revisi) Tanggapan utk berita "Mengapa Cina Lebih Berbahaya Kepada Orang Islam Daripada AS?" To: "info Eramuslim" <[email protected]>, "redaksi Eramuslim" <[email protected]> Date: Wednesday, April 7, 2010, 12:30 PM Maaf koreksi, bukan etnis Hui nya yg menjadi asal-muasal nenek moyang banyak etnis di Asia Tenggara....tetapi Propinsi Yunnan-nya yg menjadi asal-muasal nenek moyang banyak etnis di Asia Tenggara. Wassalam, Nugon Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal --- On Wed, 4/7/10, Nugroho Laison <[email protected]> wrote: From: Nugroho Laison <[email protected]> Subject: Tanggapan utk berita "Mengapa Cina Lebih Berbahaya Kepada Orang Islam Daripada AS?" To: "info Eramuslim" <[email protected]>, "redaksi Eramuslim" <[email protected]> Date: Wednesday, April 7, 2010, 12:25 PM As Salamu 'alaikum wr. wb., mohon maaf mengganggu, izinkan ane menanggapi berita di http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mengapa-cina-lebih-berbahaya-kepada-orang-islam-daripada-as.htm Kendati berita tsb seperti itu, apa-adanya dari nara sumber...namun perlu dipertimbangkan aspek lain dlm penyajian..dan rasanya ini merupakan kebiasaan dalam dunia jurnalisme, terlebih jurnalisme yg punya niatan utk mencerdaskan dan memberikan wawasan yg baik kpd masyarakat, khususnya muslim. Berita tsb bila dibaca, secara sekilas menyiratkan orang Cina bermasalah...terutama di Cina Daratan (RRT - Republik Rakyat Tiongkok alias RRC), dengan membaca opini dari salah satu politikus yg termuat di sana. ane pribadi keberatan, karena pemberitaan kurang berimbang, kurang komprehensif dan kurang mengolah kalimat sehingga lebih bijak. Di samping itu muncul nuansa mendiskreditkan etnis Tionghoa. ane pribadi sebagai Muslim Tionghoa sewaktu membaca artikel ini juga beberapa rekan yg lain, terlintas apakah harus ada kontradiksi antara Tionghoa dgn Islam? Tepatnya orang Tionghoa dan orang Islam... Silahkan redaksi Eramuslim yg menjawabnya. Sebenarnya 1-2 tahun lalu ane juga memberikan masukan kpd Redaksi Eramuslim terkait artikel asal-muasal April Mob yg kurang berimbang, dan kurang menyelidiki validitas berita tsb. ane sudah memberikan bahan pembanding dari milis mualaf Indonesia, terutama dari rekan ane - Gene Netto. Namun mungkin karena satu dan lain hal, belum ditindaklanjuti, dan walhasil berita April Mob yg sama selalu berulang di Eramuslim. Dari 2 hal ini, ane menyimpulkan bahwa redaksi Eramuslim perlu sedikit memperbaiki diri, menyediakan berita berimbang, komprehensif, dan mencerdaskan serta memberi wawasan yg baik kpd masyarakat, khususnya muslim. Juga bila memang secara faktual beritanya seperti itu, kalimatnya bisa diolah sehingga meminimalisir nuansa kurang konstruktif. Dan penting utk Check & Recheck (Tabayyun) serta meminta opini dari pihak lain yg terkait dgn komunitas yg diberitakan, bila memungkinkan. at least...pengamat topik tsb lah. Tambahan masukan...bahwa tindakan represif dan diskriminatif Pemerintah Cina tdk khusus kpd muslim saja, tetapi juga komunitas lain non-muslim, terutama yg tdk mau patuh dan tunduk thd otoritas pemerintah. Sebagai contoh, Fallun Gong. Contoh lain adalah Tibet yg Budhis. Contoh berikutnya adalah aliran gereja Kristiani yg bergerak secara diam-diam/bawah tanah, karena tdk mau tunduk pd aturan pemerintah. Ini ane ketahui dari media massa, juga dari teman serta karib-kerabat yg lintas golongan (banyak juga yg masih non-muslim). Hal lain yg perlu dicermati adalah pola represif dan intimidasi. Berbeda pd masa revolusi kebudayaan dan sebelumnya vs paska revolusi Kebudayaan. To the point, tindakan represif memuncak pd era Mao Tse Tung, namun menurun setelahnya, terlebih sekarang ini. Juga tindakan represif hanya berkelanjutan dgn intensitas yg cenderung jarang menurun pd etnis yg berkebudayaan kurang berafiliasi atau berakulturasi dgn budaya Han (suku mayoritas), apalagi dlm sejarahnya di masa lalu terdapat issue apakah pernah di bawah kekuasaan Dinasti Pemerintahan Tiongkok atau mereka independen. Ini terbukti pd kasus Tibet, Uyghur/Turki di Xin Jiang (Turkistan). Sedangkan etnis yg cenderung berafiliasi dan berakulturasi atau minimal mau tunduk pd pengaruh suku Han, cenderung makin ke sini...tindakan represifnya makin menurun. Contoh nyatanya adalah suku Hui yg mayoritas Muslim dan berlokasi di Propinsi Yunnan (yg menurut banyak ahli merupakan asal-muasal nenek-moyang banyak suku di Asia Tenggara). Hal yg baru ane sebutkan di atas mestinya dicermati oleh pihak yg bergerak di bidang jurnalisme, termasuk redaksi Eramuslim. Dan sayangnya sepertinya luput dari Eramuslim. Demikian dari ane, mohon maaf bila kurang berkenan. Mohon maaf bila mengganggu. Hanya memberi masukan demi perbaikan kualitas website Eramuslim yg sering menjadi rujukan bacaan banyak orang, termasuk ane pribadi. Terlepas dari itu, Pemerintah Cina memang bermasalah, dan memang saudara kita yg muslim dari etnis Uyghur/Turki tertindas. Marilah kita berdoa dan berikan dukungan yg terbaik, serta menginginkan ishlah bagi semua pihak di Tiongkok sana. Serta berdoa agar kelak menjadi sentra pilar kebudayaan Islam....sebagaimana dulu Mongol pernah tershibghokan. Aamiiin. Walloohu a'lam. Astaghfirullooh lii wa lakum, wa li sa-iril mu'miniina wal mu'minaat, wal muslimiina wal muslimaat. Alloohummanshur Ikhwaaninal Muslimiin fii Kulli Makaan wa Kulli Zamaan Alloohumanshur washlih Ikhwaaninal Muslimiin fii Kulli Makaan wa Kulli Zamaan. Wassalam, Nugon (Nugroho Laison) Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal http://www.eramuslim.com/berita/dunia/mengapa-cina-lebih-berbahaya-kepada-orang-islam-daripada-as.htm Mengapa Cina Lebih Berbahaya Kepada Orang Islam Daripada AS? Senin, 05/04/2010 16:08 WIB | email | print | share Ya, mengapa Cina lebih berbahaya kepada orang Islam daripada AS? Menurut seorang politisi asal Turki Bayram Karacam, orang Cina tidak tahu keadilan, orang Cina bisa dibilang tidak punya hati nurani, orang Cina tidak punya welas asih, dan orang Cina tidak memiliki rasa kemanusiaan. Begitu Karacam mengatakan sangat berapi-api. Hal itu tidak bisa dipisahkan dari kenyataan bahwa Cina merupakan negara komunis. Lebih jauh, partai tempat Karacam bernaung menyatakan bahwa pemimpin partainya, Muhsin Yazıcıoğlu, mengatakan ia sangat menginginkan pesatuan dunia Islam mulai dari Laut Adriatik sampai ke Turkistan Timur. Itu agar semua Muslim di dunia ini terlindungi. East Turkestan Representative mengatakan bahwa untuk dunia Islam, Cina merupakan masalah yang lebih besar daripada AS, karena AS tidak berusaha untuk melakukan pembersihan etnis di dunia Islam, setidaknya mungkin secara terang-terangan. Tetapi Cina, melakukan itu, yang paling jelas adalah peristiwa pembantaian Muslim Uighur. (sa/ia/memri)
